Answer: B) Sildenafil
Nitrates should not be administered after recent PDE5 inhibitor use. Avoid use of nitrates/nitroglycerin within:
🔵12 h of avanafil
🔵24 h of sildenafil/vardenafil
🔵48 h of tadalafil
Seorang ibu berusia 82 tahun datang dengan keluhan terjatuh di kamar mandi 2 jam sebelum masuk rumah sakit. Pasien mengatakan tidak sadarkan diri selama kurang lebih 3-4 menit. Dari pemeriksaan fisik didapatkan saat ini CM, TD 140/90. fungsi motorik baik, namun didapatkan ada murmur sistolik di right sternal border. EKG adalah sebagai berikut
Langkah selanjutnya adalah?
A.CT scan suspek Transient Ischemic Attack
B.Periksa tekanan darah saat berbaring dan saat duduk
C.Konsul kardiolog pro Echo
D.Cek tekanan darah di empat ekstremitas
E.Konsul SpKJ suspek delirium
Kasus ini adalah STEMI ANTERIOR dengran penyulit tekanan darah tinggi. Pilihan terbaik kasus ini adalah tetap lakukan revaskularisasi dengan obat-obatan.. Tujuannya untuk mengurangi kerusakan otot-otot jantung. Mengingat cathlab posisinya jauh maka perlu dipertimbangkan untuk fibrinolitik.
Masalahnya, tensi pasien tinggi sehingga harus diturunkan. Opsi yang terbaik adalah dengan vasodilator karena dengan oral anti-hipertensif membutuhkan waktu....
kemenkes buka suara penyebab alm yurizal nunggu 8 jam:
- karena keterbatasan ruangan
- ruangan yang dibutuhin itu hcu high care unit bukan kamar rawat inap biasa
- ruang hcu jumlahnya emang jauh lebih terbatas dibanding ruang rawat inap biasa
- rscm sebagai rumah sakit rujukan nasional emang sering penuh
- lama tunggu pasien sangat tergantung situasi ketersediaan ruangan saat itu
- yurizal juga punya penyakit penyerta yang disertai keganasan
- pihak keluarga katanya udah paham duduk perkara kenapa dia harus nunggu lama
RS se-Indonesia kalo muncul pasien RSCM langsung angkat tangan
Ain't no RSUD tipe C from Kabupaten is going to deal with a disease like Miszłąw-Maržonov Congenital Idiopathic Immunomodulated IgA-Linked Vasculitis with Severe Klein-Pfaller-Bönn Reaction Syndrome
Straight to RSCM
Ada pasien STEMI di IGD mu. Cathlab terdekat 12 jam perjalanan. Fibrinolitik ada di lemari IGD . Takut menggunakannya? yuk kita pelajari lebih lanjut tentang penggunaan fibrinolitik di artikel berikut ini https://t.co/UfgjV6e92A
ga, ini serius, prabowo harus stop pidato tuh bukan semata mata karena WNI capek. tp omongannya beneran ngeri bgt. ok lah kalo nyenggol rakyat, kita masih bisa maki maki ni orang.
tp kalo nyenggol negara lain? imbasnya bukan cuman ke presiden aja, tp ke kita juga. kemarin Iran, sekarang Cape Verde. besok negara mana lagi?
kata kata yg diucapkan di podium kepresidenan bisa dibaca sebagai sinyal bagaimana Indonesia memandang suatu persoalan internasional loh dan pilihan bahasa seorang PRESIDEN sangat dapat memengaruhi cara mitra internasional membaca posisi Indonesia.
ga lucu wok, kalo negara kita tiba tiba dapat masalah cuman karena pidato lu doang. keep ur fuckin mouth, stfu.
Yang ironisnya
Dokter dari Penang itu justru banyak yang alumni FK di Indonesia.
WKWKWKWKWK
Terutama dari etnis Cina dan India. Soalnya kan kehalang aturan untuk bisa masuk FK di Malaysia.
Dimana kuotanya adalah 90% bumiputera dan 10% non bumi putera.
Sejauh ini, dari penelusuruan gue, ada sekitar 50 nama dokter yang lulusan PTN di Indonesia.
Ada yang dari USU, UI, UNPAD, UGM, UNSRI bahkan UNHAS dll..
Ini nunjukin sebenarnya kualitas pendidikan dokter di Indonesia itu jago-jago.
Cuman sistem kesehatannya dan mentalitasnya yang bobrok.
FOTO 2: WIKIMEDIA (Atribusi Vnonymous)
Why does a coronary stenosis reduce blood flow?
The pressure drop across a coronary stenosis is governed by basic fluid mechanics. As the arterial lumen narrows, blood must accelerate through the tightest segment, increasing energy loss and reducing pressure distal to the lesion.
Two mechanisms contribute to the pressure gradient across a stenosis:
◼️ Viscous friction: Blood rubbing against the narrowed vessel wall causes gradual energy loss. This component increases in proportion to blood flow and is influenced by blood viscosity, stenosis length, and the minimum lumen area.
◼️Flow separation (turbulence): After blood exits the narrowed segment, it decelerates abruptly, creating vortices and turbulence. This results in additional energy loss that rises with the square of blood flow, making it the dominant mechanism during hyperemia or exercise.
The Bernoulli principle explains this relationship:
ΔP = Viscous losses + Separation losses
As stenosis severity increases:
🔻The minimum cross-sectional area becomes smaller.
🔻 Blood velocity through the stenosis increases.
🔻 The pressure drop rises disproportionately, especially at higher flow rates.
This explains why many patients with moderate coronary stenoses have little or no ischemia at rest but develop angina during exercise. At rest, coronary flow is relatively low and the pressure gradient is modest. During stress, the required increase in coronary flow causes a much larger pressure drop, reducing distal coronary perfusion.
These hemodynamic principles form the physiological basis of fractional flow reserve (FFR) and other invasive coronary physiology measurements, which determine whether a stenosis significantly limits myocardial blood flow.
Reference: Braunwald's Heart Disease: A Textbook of Cardiovascular Medicine