Gini nih kalo kalo Xavi dari Spanyol dan Mascherano dari Argentina, berdebat siapa yang menang final 🤣
Javier Mascherano: "Baiklah, tentu saja Argentina, karena 'semangat' yang ada di tim itu, dan gairah tim, serta juga kualitasnya."
Xavi Hernández: "Ya, saya setuju sepenuhnya karena Argentina adalah tim besar dan mereka tahu cara menang. Tapi, kita juga punya ini, kita sudah memenangkan Kejuaraan Kejuaraan Eropa (Euro).
Dan menurut saya, kita punya lini tengah terbaik di dunia saat ini, yang mengendalikan pertandingan. Dan saya pikir kita akan punya ritme dan penguasaan bola, dan itulah Spanyol. Dan saya pikir Argentina kesulitan tanpa bola, dan kita bisa menguasai bola sepanjang pertandingan. Dan mereka punya, seperti yang Anda tahu, pemain seperti Lamine Yamal saat ini, yang bisa membuat perbedaan untuk tim."
Javier Mascherano: "Ya, tapi kita punya Messi, dan kalian tidak punya 🤣"
Xavi Hernández: "Ya, itu benar! Itu benar! Itulah sebabnya kita perlu mengendalikan pertandingan. Messi sangat berbahaya di dekat kotak penalti, jadi saya pikir secara taktis Spanyol perlu bermain di separuh lapangan lawan sepanjang waktu, sepanjang waktu, untuk menjauhkan Messi dari sana. Tapi itu sulit, ini Argentina, mereka adalah pemenang dan mereka punya pemain-pemain besar. Bagi saya, ini akan menjadi final yang luar biasa."
Gini nih kira kira fans Barcelona debat soal final piala dunia🤣
🚨 𝗡𝗘𝗪: Leandro Paredes NEVER touched Embolo.
Correct decision by the referee. Embolo already had a yellow card, and received a 2nd yellow card for diving: Red card.
Thesis yang seharusnya seperti ini.
Ada plus dan minusnya.
Jadi, apakah bahasan MSCI sebelum terjadinya freeze sudah memenuhi dua skenario antara positif dan worst case?
Kalau belum, jadikan pelajaran untuk jangan ikut2an orang MSCI play padahal tidak paham.
WATCH OUT INDONESIA.
The US is putting massive pressure on Indonesia right now as part of its desperate plan to contain China.
The goal?
Turn Indonesia into a US client state that helps enforce an extended blockade around the Malacca Strait >> choking off China’s main energy lifeline.
We’re already seeing the signs: a flood of new hit pieces on the Prabowo government popping up everywhere.
Polymarket (that classic US psyop betting tool) is suddenly running projections on regime change.
Western-controlled media outlets are sliding into DMs with Brian Berletic and myself, fishing for angles >> because we were among the few who called out the last color revolution attempt and exposed the Soros/NED funding networks behind the 2025 unrests.
This is coordinated.
There’s a clear plan to destabilize Indonesia and flip it fully into the Western camp.
Don’t be surprised when your feeds (including X) get flooded with more and more negative coverage of the Indonesian government >> “authoritarian,” “corrupt,” “unstable,” the usual script.
Indonesia is too important: biggest Muslim country, strategic geography, resources, and balancing act between powers. The US doesn’t like that independence.
They want control over those sea lanes for any future Taiwan or South China Sea showdown.
Stay vigilant, Indonesia.
Separate real domestic issues from foreign-funded chaos.
The hybrid war playbook is in full swing >> info ops, NGOs, media smears, and political pressure.
Don’t let them turn your country into the next pawn.
Tujuan sebenarnya tuh apa sih?
1. Rupiah all time low
2. IHSG Junam
3. GDP +5% tp pure dr Gov Spend gada ekonomi riil yang grow
Sebenarnya rencana jangka panjangnya tuh apa? Saya sampe sekarang masi bingung cari titik terangnya dimana gitu.. tolong pencerahannya @prabowo
Waduh, investor mulai berani teriak!
Sedang beredar surat terbuka dari Kamar Dagang Tiongkok (CCC Indonesia) langsung buat Presiden. Isinya benar-benar tamparan keras buat wajah birokrasi kita!
Bayangin aja, mereka terang2an bongkar borok yg dihadepin investor/pengusaha di lapangan:
1. Pungli & Pemerasan: Mereka mengeluhkan adanya praktik korupsi dan pemerasan oleh oknum berwenang yang sudah sangat mengganggu operasi bisnis.
2. Ada denda kehutanan "rekor" sebesar US$180 juta yang dijatuhkan secara sepihak dan dianggap berlebihan.
3. Kebijakan nikel berubah-ubah mendadak sampai bikin biaya produksi melonjak 200%
4. Birokrasi korup. ada masalah, saluran resmi macet, tapi kalau lewat perantara dan pake pelicin baru masalah bisa beres.
Gimana mau ekonomi tumbuh 8% kalau investor aja merasa dirampok dan ga ada kepastian hukum?. Nasib jutaan pekerja sekarang di ujung tanduk karena ketidakmampuan pemerintah menjaga iklim usaha yang bersih. Mana ini Bowo katanya mau sikat korupsi, jangan sampai Indonesia dicap sebagai sarang pungli internasional
surat terbuka dari CCCI bisa dibaca selengkapnya di: https://t.co/yOgVQdAKWr
Rupiah melemah 24% terhadap Ringgit dalam 10 tahun. Lucunya, 23%-nya terjadi hanya dalam 15 bulan terakhir.
1 Ringgit:
• Maret 2015: ~3,500 Rupiah.
• Maret 2024: ~3,300 Rupiah.
• Maret 2026: ~4,300 Rupiah.
Return IHSG 15 bulan terakhir:
• Dalam Rupiah 1.8%.
• Dalam USD -3%.
• Dalam Ringgit -13.6%.
Orang Malaysia bisa beat IHSG 13.6% 1 tahun terakhir cukup dengan taro aset mereka di cash (Ringgit).
Apa yang berubah dalam 2 tahun terakhir?
Malaysia berhasil capture 2 MEGATREND sekaligus: AI supply chain dan supply chain diversification dari China.
Penang jadi ASEAN's Silicon Valley.
AMD, Intel, AI data centers masuk.
FDI masuk, convert ke Ringgit, demand struktural tercipta.
GDP akselerasi +5.2% YoY.
Ini bukan soal global. Ini soal siapa yang punya narrative reform, dan siapa yang belum.
Rupiah melemah bukan karena global.
Faktanya Rupiah melemah terhadap USD, bahkan ketika DXY melemah.
Satu selat jaraknya.
Tapi jarak narrativenya makin lebar setiap bulan.
Sampai Indonesia deliver narrative reform yang comparable, atau lebih baik, divergence ini belum ada alasan struktural untuk berbalik.
Happy Sunday!
But seriously, Tim Cook will almost certainly rank as the best non-founder CEO of all time. I can’t think of another business leader who did it like him for such a long run.