Mengubur dendam dan kebencian. Di bawah kibaran cinta dan kasih sayang. Salam Satu Bangsa.
Hati dan jiwa, lagu kita masih sama, Indonesia Raya.
Pahlawan perdamaian 135+, mosok sik mbahas rivalitas ae ?
#kabardamai#sepakatdamai#indonesiaraya
@yusufgunawan Disisi lain, Sampe dino iki, suhat kenek udan deres titik genangan e yo pancet bertahun tahun ndik Poltek iku. Konyol nemen aparat sipil negoro Pemda iki suwe2 kerjone
@Cimmengmeng Justru berBAHAYA, kalo tragedi ini pada suatu saat dianggap SELESAI. Publik dan negara bisa cepat lupa ingatan, dan terperosok pada euforia membabi buta, fanatisme lagi, mafia industri lagi, tragedi bisa terulang kembali.
@Cimmengmeng Internal:
1. Simpul2 penyintas & arek2 relawan semakin paham orientasi tujuan dan target tuntutannya masing2, terlembagakan, dan terorganisir. Sehingga mudah dlm pendampingan advokasi.
2. Pemenuhan hak2 sbg penyintas oleh Negara & pihak swasta yg terlibat.
3. Berkelanjutan terus
Kemanusiaan yg adil dan beradab, adil sejak dlm fikiran, ga perlu jadi SI PALING. Lalu beradab sbg simpul2 kelompok utk mengorganisir gerakan, rasional, strategis, orientasi pada tujuan.
Dimulainya dari, cukuplah "jadi manusia" utk di urusan ini. Ga perlu jadi embel2 apapun, apalagi masih melekat ttg rivalitas. Baik di internal sesama Arek2 atau dgn yg lain. Harusnya fokus: bahwa ini tragedi kemanusiaan di lingkungan sepakbola. Maka, kemanusiaan diatas segalanya
Manjing dewasa mundur dari hiruk pikuk dunia ksatria yg penuh intrik & drama persembahan kuda. Hanoman memilih untuk naik Gunung Kendalisodo menepi di gua Putih.
πΈ
Hanoman bersua dengan Jaya Baya. Ngopi bersama mengurai persoalan perang saudara anak turun pandawa.
Ono arek keweden karep e dewe, eh koar2 e dibungkam. Haha, lucu ancen Pansos sing playing victim.
Pancen enak nunggangi isu. Tapi mesra disana sini ambik sing ditarget jadi lawan e.