Baru aja liat BTS nya score The Odyssey, proses bikinny udah kaya level sonic archaeology
Nolan ngasih satu instruksi ke Ludwig Göransson, tanpa orchestra, karena dunia Bronze Age belum mengenal suara nya
Ludwig pun nge buang konsep synth dan gitar, lalu mulai bikin ulang pakai 35 gong perunggu, besi rongsok, pagar, sampai unit AC buat nyari tekstur suara yang terasa asing
Dia juga merekonstruksi aulos, memakai lyre untuk meniru bunyi busur panah Odysseus saat ditarik, lalu masukin vokal James Blake biar dunia kunonya tetap punya sisi manusia
Hasil akhirnya menurutku segila prosesnya, score ini jadi salah satu pengalaman sinematik paling immersive tahun ini
Gedeg banget absensi harus online. Tapi websitenya sampah abis gangguan terus. Giliran ga bisa akses website, terus ga absen, gaji kena potong. Kan bangsat ya.
Ada yg mau receh 5K ga? Aku kirim via dana/spay/gopay. Aku cuma butuh kalian save nomor pelakor yg udah acak-acak rumah tangga kakakku dengan panggilan jahat. Biar kalo ada yg search nama dia di get contact orang-orang pada tau dia pelakor #zonauang#zonajajan
Jujur, saya paham banget kenapa Daemon Targaryen banyak banget fansnya, terutama di kalangan cewek.
Di luar segala kontroversinya, kalau kita bedah cara dia memperlakukan pasangannya, Daemon ini sebenernya nge-checklist hampir semua kualitas cowok idaman.
Coba kita bedah ya:
1. Karakter yang Tegas dan "Sat Set"
Daemon bukan tipe cowok menye-menye yang kalau ada masalah malah plin-plan atau kebanyakan mikir. Daemon itu tipe eksekutor. Sekalinya situasi genting, dia langsung ambil keputusan tanpa ragu.
2. "The Ultimate Protector" yang Gak Banyak Omong
Adegan pas dia bilang, "She has me," itu IMO adalah salah satu scene paling romantis sekaligus kuat di series ini. Gak perlu dialog panjang lebar atau janji manis yang muluk-muluk. Cuma tiga kata, tapi maknanya sedalam itu.
3. Percaya Penuh sama Pasangan dan Gak Egois
Pas dia bilang, "This is the moment you become queen." itu bukti kalau dia sangat menghormati kapasitas istrinya. Dia gak cuma cinta, tapi dia mengakui kalau Rhaenyra memang layak memimpin.
Dan ini poin yang paling mahal: Daemon itu pria yang gak insecure.
Coba pikir, dengan segala kekuatan, kharisma, dan pasukan yang dia punya, dia bisa banget kalau mau kudeta atau minimal ngambil alih kekuasaan setelah mereka nikah. Dia punya seribu satu alasan buat mengerdilkan peran Rhaenyra dan tampil sebagai penguasa utama.
Tapi Daemon milih buat menekan egonya dan berdiri kokoh di belakang istrinya sebagai support system nomor satu demi Iron Throne.
Kualitas kayak gini kan yang lumayan langka sekarang.
Gak usah muluk-muluk ngebahas perebutan tahta kerajaan, di dunia nyata sekarang aja, banyak kan kita lihat realitanya kalau si istri punya karier lebih melejit atau sukses secara finansial, si suami malah insecure, ngerasa tersaingi, atau egonya terluka?
Nah, Daemon membuktikan kalau cowok yang beneran high-value gak akan pernah merasa terancam sama kesuksesan pasangannya.
Tapi, perlu diingat ya, opini ini murni berbasis series dan hanya valid sampai Season 3 Episode 2.
Saya gak baca bukunya, jadi kalau ke depannya karakter dia mendadak berubah atau ada plot twist yang bikin geleng-geleng kepala, ya mohon maaf, mari kita anggap ulasan ini tidak pernah terjadi, haha.
Dan buat yang mau protes, "Tapi kan dia psikopat, pernah bunuh anak kecil, bla bla bla..."
Ya elah, kita lagi bahas fiksi dengan latar medieval fantasy. Di dunianya aja naga terbang ke sana kemari, jadi tolong standar moralnya jangan disamain dengan hukum pidana dunia nyata ya.