"Ketika kamu takut sama masa depan, coba ingat nasehat ini;
"الغد وما بعده أسراري. لا حاجة للتخمين ولا حاجة للقلق، عش أفضل ما في اليوم"
*(سورة لقمان 34)*
"*Besok dan seterusnya adalah rahasiaku. Tidak perlu ditebak dan tidak perlu gelisah, hiduplah sebaik-baiknya hari ini.*"
*(Qs. Al-Luqman 34)*
Guys please kontrol kemelekatan kalian terhadap apapun dan siapapun. It will destroy you as soon as possible.
Klo kamu mencintai uang maka bersedekah
Klo kamu mencintai makan maka berpuasa
Klo kamu mencintai tidur maka tahajjud
Itu contoh latihannya. Yuk jaga hati kita masing-masing.
kalau gajimu segitu-gitu aja, tapi setiap bulan masih bisa bayar ini dan itu, makan cukup, kebutuhan terpenuhi, dan bisa berbagi. bisa jadi yang sedang Allah tambah bukan nominalnya, tapi berkahnya
Jangan pernah take for granted orang yang hatinya baik, soft, dan ga banyak ngomong.
Karena ketika orang sebaik itu akhirnya memilih buat cut off, trust me, itu bukan keputusan yang muncul karena satu kejadian dalam semalam. Biasanya dia udah terlalu lama nahan, terlalu sering maklum, dan terlalu banyak kasih kesempatan sampai akhirnya capek sendiri.
Once dia udah sampai di titik “enough is enough,” dia ga akan banyak drama. Ga perlu announce ke semua orang, ga perlu balas perlakuan lo. Dia cuma quietly remove u from his life. Bisa jadi dia udah maafin, tapi bukan berarti semuanya kembali seperti dulu.
Bukan karena dia pendendam, tapi karena dia akhirnya sadar kalau memaafkan ga selalu berarti harus memberi akses yang sama untuk kedua kalinya.
Dan yang paling painful?
Setelah bertahun-tahun kenal, dia bisa aja memperlakukan lo seperti stranger lagi. Bukan karena semua kenangan ga berarti, tapi karena dia udah belajar bahwa peace of mind is more important than forcing a relationship that keeps hurting.
So yeah, forgive but never forget the lesson.
Kadang kehilangan akses ke orang yang tulus adalah konsekuensi dari terlalu sering menyia-nyiakan ketulusannya.
"one day, akan tiba waktunya kita dirayakan dan dicintai hebat oleh seseorang yang telah Tuhan takdirkan untuk kita."
izinkan diriku berjodoh dengan seseorang yang memilihku setiap hari. bukan karena rasa terpaksa atau keadaan yang memaksanya. melainkan karena hatinya benar-benar yakin bahwa aku layak dicintai. seseorang yang melihat kekuranganmu tanpa ragu, lalu tetap memilih untuk bertahan. seseorang yang tidak hanya datang saat senang, tapi juga tetap ada saat rapuh.
Dulu gw sering mikir, “What it feels like to lose someone I still wanted in every chapter of my life?”
Dulu juga pernah terbayang “I wanted growing old with the person I love, forever”
Sampai akhirnya, life slap me hard with the very fear I only imagined.
And I realized, losing someone doesn’t mean they’re entirely gone, they just stay differently.
Mungkin sakitnya pelan-pelan pudar, time softens everything.
But the mark they left?
It never really fades…