Waktu ane S2, temen sekelas ane ada yang pangeran Arab tulen (nama belakangnya beneran Al-Saud, ada halaman Wikipedianya). Tiap weekend pasti flight entah ke mana. Tiap tugas kelompok bilangnya, “Bagi aja, ntar gue kerjain”… dan dikerjain. 😂
Repost utk anak2 muda yg tanya apa maksud saya dgn "wisdom without fear". Intinya: menyuarakan kebenaran lebih nikmat dari mengejar kekuasaan. You should try it too. Boleh disebar.
Ada penggalan kalimat menarik di dua video ini.
Video 1: "Jadi menurutmu mas kalo wartawan gak kompeten?".
Video 2: "Maksudmu, ustad gak pintar?".
Nah, persamaannya kedua-duanya trmsuk straw man dlm kerangka cacat berpikir. Sdangkn perbedaannya, yg satu goblok natural, yg satu dibungkus dlm komedi.
بعد إقصاء فرنسا للأرجنتين في عام 2018 ، أعلنت بي بي سي سبورت:
"في كأس العالم القادمة، سيكون عمر ليونيل ميسي 35 عامًا. يبدو الأمر وكأنه بداية عصر كيليان مبابي ونهاية حقبة ميسي."
وبعد ذلك ، فاز ميسي بثلاث كرات ذهبية و كأس العالم وكان أفضل لاعب في كأس العالم ، متقدماً على الجيل الجديد.
استفزوا الشخص الخطأ
Harap diingat: Elkan Baggott duluan yang approach PSSI. Bukan sebaliknya. Bahkan e-mail itu sempat tidak diacuhkan federasi.
Elkan punya kans bela Thailand (tempat dia lahir) dan Inggris (dari garis ayahnya) juga. Tapi, dia secara sadar memilih Indonesia.
Karena hal satu itu, Elkan selamanya punya tempat spesial buat saya. Go on big Elks!
salahnya ET dia terlalu ambis sih, padahal kalau dia nahan egonya dikiiit aja, bisa jadi dia bakal lebih populer 😆
makin ke sini malah makin banyak yappingnya, sama seperti panutannya yakni el asbun 🤣
ET emang bajingan. Timnas kemarin sisa perlu ditajamkan shape-nya tapi malah dikacauin dengan nunjuk pelatih sembarangan.
Terbukti Herdman bisa nunjukin, Oman yang ranking 80 besar bisa dibantai di GBK dengan permainan meyakinkan. Ini pun masih dalam kondisi belum full skuad dan Herdman yang masih meraba-raba tim terbaiknya.
Timnas punya potensi sebesar ini, dihancurkan jalan dan mimpinya oleh ketua federasinya sendiri.
Guru dan Dosen menggugat ke MK, tentang tidak adanya standar upah minimum sehingga guru dan dosen bisa diupah semau-maunya.
Saat ini, jika kebijakan pendidikan dipoles seetalase mungkin, tetap akan mentah, jika pemerintah tidak segera memberikan jaminan kesejahteraan para pendidik. Pengandaian bahwa guru dan dosen mendapatkan tunjangan, sementara gaji pokok di bawah standar, hanya upaya delusi pemerintah untuk menyakini dirinya telah mensejahterakan kaum pendidik di negeri ini.
Semua fakta ini lebih terang dari cahaya.
Dengan demikian, maka pemerintah sulit mengklaim anggaran yang seharusnya bisa mensejahterakan pendidik, untuk digunakan "program prioritas" yang diambil dari 20% anggaran Pendidikan.
Ditambah saat ini ada 5 Gugatan terhadap MBG dalam UU APBN 2026. Jika Gugatan ini dikabulkan, MBG haram menggunakan 20% anggaran pendidikan.
Dengan demikian, MBG sulit dimasukan RUU Sisdiknas. Meski demikian, laporan tempo menyebut ada upaya memasukan MBG ke RUU Sisdiknas.
Pada sisi lain, pejabat BGN secara tiba-tiba berstatemen bahwa MBG itu harusnya untuk balita, ibu menyusui dll. Dan ditekankan bahwa siswa bukan sasaran utama MBG. Ini 90 derajat berbeda dari kampanye selama ini yang menyatakan siswa sangat butuh MBG.
Pada satu sisi, ini kemenangan, karena sepertinya pemerintah sedang menggeser MBG di "sekolah" ke sasaran yang notabennya "gizi masyarakat" yang selama ini diurus kemenkes.
Tapi ini juga tekanan pada front kesehatan, sebab pada tahun mendatang anggaran MBG yang akan diambil dari mandatoris kesehatan dari 37 Triliun (2026) akan mencapai diatas 200 Triliun pertahunnya (2027-2029).
Teman-teman nakes harus segera menyiapkan front untuk mempertahankan mandat kesehatan, sebab 37 Triliun anggaran kesehatan diambil MBG pada 2026 saja, BPJS sudah bergoyang.
Yang jadi soal, jika pemerintah menganggap front dari pendidik dan nakes adalah musuh negara, pemerintah sejatinya sedang menciptakan musuh yang tidak ada. Sebab pendidikan dan kesehatan adalah peran minimal negara.
Sejak MBG sudah diperkarakan di MK, pemerintah seharusnya membuka dialog bermakna--bukan atraksi istanasentris--dengan kalangan pendidik dan nakes. Mereka punya suara yang lebih jernih, kemana seharusnya MBG diberikan, dan bagaimana seharusnya.
Sebanyak apapun aparat yang dikerahkan untuk mengelilingi rantai pasok ompreng MBG, jika isinya racun akan tetap racun. Jika isinya keserakahan, joget tidak akan bisa ditahan.
Entah kenapa, sinyalemen ini tidak mampu dibaca oleh istana yang sibuk memetakan musuh, sehingga peringatan yang nyata hanya dianggap residu sentimen, yang sejatinya tidak mungkin dilakukan banyak pihak dalam waktu bersamaan.
Sikap kritis dan cinta tanah air bukan air dan minyak. Ini bukan negara teater yang plotnya bisa dibuat hitam putih.
Pemerintah perlu peka terhadap apa yang terbiasa terjadi di alam, ketika semut-semut keluar dari lubang, ubur-ubur kepermukaan laut, dan binatang buas yang biasanya bersembunyi terang-terangan mengacak-acak pemukiman warga.
Sepertinya, ini kenyataan yang terlalu berat diterima. Agaknya lebih mudah menganggap mereka yang bersikap kritis sebagai komitmen permusuhan. Ini lebih mudah dipetakan dalam laporan-laporan singkat yang tidak menguras otak.
Kita butuh "new deal" sebelum terlambat.
Klo ngikutin gaya pak habibie bisa bisa banyak yg tantrum gak dapat jatah kue.
kenapa? karena yg dilakukan pak habibie langsung cut semua parasit-parasit dan benalu-benalu gak berguna di pemerintahan, plus mengganti elemen elemen penting sesuai dengan kompetensinya.
sekelas pangkostrad aja langsung diganti ko, terus kepercayaan pasar tumbuh jadi investasi naik.
sayangnya MPR gak suka dan beliau jadi satu satunya presiden yg pidato PJ nya ditolak sama DPR/MPR. ngerti kan?
Drama pemecatan Arne Slot ini sekali lagi membuka mata kita semua (bagi yang sering ketipu rumor/berita wajib baca ini)
David Ornstein dan James Pearce, keduanya adalah jurnalis The Athletic, dua-duanya kemarin terus mengabarkan bahwa Arne Slot masih didukung oleh Liverpool, tapi hari ini Arne Slot dipecat
Jadi, apakah David Ornstein dan James Pearce ini berbohong dan disebut jurnalis katrok? Bukan begitu cara pikirnya
Kita semua jadi tau, merekalah penyambung lidah klub, mereka dapet sumber dari klub, jadi mereka tidak salah begitu saja. Jika klub berbicara sesungguhnya bahwa Arne Slot akan dievaluasi maka bisa menimbulkan ketidakstabilan, apalagi klub masih berjuang untuk dapatkan tiket UCL.
Bahkan jurnalis top tier Paul Joyce juga tidak koar-koar klub mendukung Slot secara membabi buta, dia lebih banyak diam soal ini, baru di akhir-akhir dia berani ungkapin semua kegelisahan tentang Slot itu.
Jadi intinya apa dari pembahasan ini?
Gw cuma pengen kalian sebagai Kamvangers bisa memilah dan membedakan setiap berita yang kalian lihat di media sosial, kasarnya begini:
- Jika lu liat berita, cari siapa sumbernya, kalau dia media besar maka cari penulisnya, lihat backgroundnya, apa kebiasaan dalam beritanya
David Ornstein, James Pearce, Paul Joyce itu kebanyakan dapet sources dari internal klub
Fabrizio Romano itu kebanyakan dapet sources dari agen/pemain/jurnalis lokal
Jika sudah mengerti di tahap itu, kalian nanti bisa membedakan sendiri alias gak kagetan (ini bener ga sih/yg bener mana sih)
Sebenarnya masih banyak tapi gw cuma mau ngomong ini sebagai penutup,
"Terkadang jurnalis lokal tempat objek yang bersangkutan itu lebih duluan tahu dan akurat, tapi tetap dilihat kredibilitasnya"
Akhir kata, gw cuma pgn kalian gak cuma ngerti Fabrizio Romano doang kalo bahas rumor2 sama temen tongkrongan hahaha
Never forget in only his third game in charge where Slot dissected Ten Hag’s tactics live on TV after destroying United at Old Trafford.
He had Roy Keane eating off every word. Last season was something special.
🚨 EXCL: Arne Slot says goodbye to Liverpool fans.
“It’s been an amazing ride together with Liverpool, I am so grateful that we were able to win the league last season”. ❤️
Kalian notice nggak sih? Atlet/pemain bola lebih sering pake headset kabel daripada AirPods.
Kenapa?
Karena mereka sangat aktif. AirPods berisiko lepas, jatuh, atau ilang ditengah lapangan.
Headset kabel lebih nempel, nggak takut putus koneksi pas warming up, sekali langsung nyala, nggak ada delay, dan tahan keringet.
Plus baterai nggak perlu dikhawatirin. Simple, reliable, dan nggak drama.
Makanya banyak yang masih setia sama kabel 😂
Kalau kalian pakai yang kabel atau airpods?