Setup production gue sekarang cuma satu VPS Contabo. 4 vCPU, 8GB RAM.
Stacknya Next.js 16, Tailwind v4, Zustand. Payment pake Paystack inline popup, gak redirect ke halaman lain.
Semua di Docker Compose dengan service boundaries yang bersih. CI/CD jalan di GitHub Actions โ build image, Trivy scan, Gitleaks, push ke GHCR, terus SSH deploy tiap ada push ke main.
Buat observability gue pake Prometheus, Grafana, Loki, Promtail, cAdvisor. Dashboard mantengin RPS, error rate, P95 latency, CPU, memori, disk, koneksi Postgres, log tiap container. Logs disimpen 30 hari biar gak ilang pas debugging.
Sisi keamanan. Cloudflare Full Strict SSL, UFW cuma buka 22 80 443, Fail2ban jagain brute force, Tailscale buat akses internal.
Buat resilience. Daily pg_dump ke S3, retention 7 hari. Kalo server kenapa-napa, Terraform sama Ansible bisa bangun VPS baru dan restore dalam hitungan menit.
Tiga hal yang paling nolong:
- Pertama, monitoring gue pisah di Compose file sendiri. Jadi pas app deploy, Grafana tetep hidup. Gue bisa nonton rollout live tanpa blind spot.
- Kedua, pipeline gue strict. Trivy dan Gitleaks harus pass sebelum image dikirim ke registry. Gak ada skip, gak ada "nanti aja."
- Ketiga, Paystack pake webhook confirm path. Jadi payment tetep terverifikasi walau user nutup browser pas transaksi.
Sekarang lagi pelan-pelan migrasi ke K3s single node pake Helm dan ArgoCD buat GitOps. Staging namespace udah jalan bareng production.
Semua tools open-source dan free-tier. Biaya bulanan cuma VPS plus payment processing fee.
Satu server. Satu domain.
Hari hari liat berita / linimasa terkait pemerintaha isinya masalah semua. sempet coba mikir apakah ini polarisasi, mungkin untuk yang pro isinya hal hal baik. tapi sepertinya in reality memang benar banyak masalah, dibuktikan dengan melemahnya rupiah terhadap dollar. next...
karena manfaatnya akan jauh lebih besar untuk internal bangsa kita. ya semoga ada gebrakan baru menuju kebaikan, jika dibiarkan begini i think 1$ = 20k pasti terjadi tinggal tunggu saatnya aja.