Bagian terpenting pesan ini adalah informasi tanggap bencana dan langkah2 praktis-taktisnya.
Lalu pengarahan ke saluran informasi resmi. Mengingatkan kpd warga agar hanya merujuk pada kanal resmi BMKG, Badan Geologi KESDM, BPBD, Pemprov, dan nggak menyebarkan berita yg belum terverifikasi.
Tp bagian terbaiknya adl penyampaian Pramono yg tenang-terstruktur dgn setting ruangan bersih, serta memakai soft lighting.
Gestur dan nada bicara Pramono runtut dan tidak menimbulkan kepanikan. Calm leadership spt ini cocok utk pesan2 darurat publik.
Ini cara khas politisi Jawa menampar orang lain.
Pram melawan Purbaya dan Status Quo tanpa bikin tersinggung yang lain dengan obligasi daerah.
Kenapa? Karena obligasi Jakarta pasti jauh lebih laris daripada obligasi negara yang duitnya dipake MBG dan KDMP.
Obligasi DKI proyeknya lebih jelas. Lebih dilirik investor.
Purbaya ketar-ketir kalau surat hutang negara ga laku. Manusia ABS ini akan kebingungan bagaimana bisa nyebokin kebutuhan proyek bosnya.
Saya dukung obligasi Jakarta 🤣
Waktu di awal mereka diingatkan berkali-kali dengan data dan kajian soal MBG dengan diskusi yang santun, apakah didengar? Nggak. MBG tetap dijalankan secara ugal-ugalan. Lalu saat kerusakan udah terjadi, ujug2 ngajak “diskusi” gitu? Ya pantes aja lu diusir dari kampus, karena mahasiswa sama dengan kita, sudah muak dan ingin melawan.
Selamat Senin Pagii jangan lupa Sarapan
Demo tanpa BEM UI sepi berita bertajuk GATAL "GAGAL TOTAL" Apel Pagi :
Universitas Bung Karno
Universitas Indonesia
Universitas Trisakti
Universitas Kristen Indonesia
Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
Universitas Negeri Jakarta
ada yg kenal dengan wajah ini?
kenalin, bu hendri saparini.
ekonom ugm yang melanjutkan ke tsukuba.
jika ditanya soal MBG, bu hendri sudah merumuskan hal ini sejak 2007-2008 bersama prabowo.
pak sumitro orang banyumas. demikian juga bu hendri. ada garis kedaerahan yg sama.
namun konsep MBG bu hendri beda dengan Prabowo. Bu Hendri menyalin tempel konsep makan siang bagi siswa jepang, tempat dia sekolah dulu.
konsep otonom sekolah dan komite sekolah
menghindari adanya food waste berlebihan dan keracunan makanan. proses hidangan yang juga dibersihkan secara mandiri oleh siswa untuk membentuk karakter siswa. "dimulai dengan pilot project dulu ya mas", ujarnya
implementasi mbg prabowo berbeda dengan yang ia diskusikan bersama bu hendri saat baru saja mendirikan @Gerindra
bu hendri saat ini masih aktif di Core, tebet. lembaga thinktank yang mumpuni.
bu kenapa jarang nulis lagi?
"serba salah mas, kalau tulisan opini saya di media ada yang dipuji dengan policy, nanti dikira saya sedang nitip CV. kalau saya terlalu keras, nanti utusan Dasco datang lagi".
saya dan beliau akhirnya menikmati sushi, di sebuah kedai jepang yang berada tepat di atas kantornya.
nyam nyam nyam
Hidup mahasiswa. Dukung penuh aksi teman-teman BEM UI dkk hari ini. Di tengah melonjaknya harga BBM dan kebutuhan pokok, suara mahasiswa adalah suara rakyat yang sedang kesulitan. Saatnya pemerintah stop mengelak dan fokus selamatkan ekonomi rakyat.
Saat masih kuliah di UGM, saya mendengar kabar seorang diplomat muda Indonesia di London berani tampil di BBC World Debate, berhadapan dgn diplomat senior Ramos Horta, di saat atmosfer internasional sedang menyudutkan Indonesia. Diplomat muda Indonesia itu tampil gemilang menjaga nama Indonesia tegak berwibawa. Di situlah pertama kali saya mendengar namanya: @dinopattidjalal.
Beberapa tahun kemudian, saat sedang menempuh progam PhD di Illinois, kami berjumpa langsung. Dino datang ke Chicago menjelaskan keadaan mahasiswa dan diaspora Indonesia pasca-9/11. Yg kami temui adalah diplomat muda yg cerdas, artikulatif, dan mampu menangani persoalan rumit dgn ketenangan diplomatik yg sulit ditiru.
Tahun 2012, sebagai Dubes di AS, Dino menggagas Kongres Diaspora Indonesia pertama di Los Angeles, mempertemukan diaspora dari seluruh dunia. Saya termasuk yg ia undang. Ia lalu mendirikan FPCI, komunitas kebijakan luar negeri terbesar dan berpengaruh, yg ikut melahirkan generasi diplomat baru, ujung tombak kita di panggung global.
Menguasai substansi, rekam jejaknya teruji, dan pengalaman memimpinnya luas. Itulah Dino. Karier diplomatiknya panjang dan ajeg, kecintaannya pada politik luar negeri Indonesia begitu dalam. Dino Patti Djalal, bukan karbitan jadi diplomat, bukan pula karbitan jadi pejabat.