Knetz ini cerita kalau dulu di tempat kerjanya ada karyawan wanita yang pakaiannya sering berbau gak enak. Awalnya banyak yang mengeluh, tapi setelah diajak ngobrol ternyata karyawan itu korban KDRT yang kabur dan sedang berjuang hidup sendiri.
Karena cuma punya sedikit pakaian, dia sering memakai baju yang sama. Seringkali belum kering sempurna udah dipakai, jadi bau apek. Untuk menyamarkan bau apek itu, dia menyemprotkan banyak parfum yang justru bikin baunya makin parah.
Setelah tahu faktanya, rekan-rekan kerjanya memberi dia pakaian bekas yang masih layak. Akhirnya, keluhan bau gak enak itu perlahan berkurang.
OP dan wanita itu kerja bareng selama beberapa tahun. Hingga akhirnya masalah gugatan dengan ayahnya selesai, wanita itu memutuskan resign untuk belajar sesuatu yang baru.
Setelah resign, OP dan wanita itu sesekali masih ketemuan dan makan bareng. Tapi seiring berjalannya waktu, komunikasi mereka perlahan putus karena pertemanan memang ada masanya.
Setelah lama gak ada kabar, nomornya tiba-tiba menghubungi OP. Tapi yang datang justru kabar duka.
Setelah kenal wanita itu, setiap menemui wanita yang pakaiannya bau apek, OP selalu teringat padanya.
OP memilih untuk tidak menghakimi, tapi bertanya dengan lembut karena mungkin ada cerita yang tidak terlihat di baliknya. Menurut OP, kadang seseorang bukan gak peduli kebersihan, mereka hanya sedang menghadapi kesulitan yang tidak kita tahu. 🥹
lagi burnout, tapi nemu kalimat ini :
pertolongan Allah sering kali datang dipersimpangan terakhir, dititik yang paling kritis, jadi bertahanlah (Qs. At-Talaq : 3)
i hate when parents talk about financial problems in front of their child.
trust me, hal itu bisa menghantui anak sampai besar.
apapun yang mereka lakukan, ujung-ujungnya selalu kepikiran soal uang. how to make money, how to spend less, atau gimana caranya supaya gak jadi beban banget.
padahal mereka seharusnya fokus belajar, tumbuh, berkembang, dan mendapatkan pengalaman sebanyak-banyaknya.
and i know, parents are also figuring life out for the first time. i know they have their own struggles too.
but sometimes i wish they had a little more financial security, so their child wouldn’t have to carry worries that were never meant to be theirs in the first place.
"Jangan menginginkan apa yang Allah tidak berikan, yaitu kepastian masa depan."
Ust. Muhammad Nuzul Dzikri
Mungkin ini salah satu alasan kenapa kita sering overthinking. Kita terlalu memaksa diri untuk mengetahui sesuatu yang memang bukan ranah kita.
idc i love this reveluv life i love being with red velvet i love their music i love all of their concepts i love how committed they are i love knowing they love being in the group i love that it’s a forever thing with us
"Kingdom Come by Red Velvet is a 10/10 track"
"Noooo, it isn't even their top 20 B-sides. Have you listened to any track in their unreleased 2019 Japanese EP? That's the real gem right there."
"Kingdom Come by Red Velvet is a 10/10 track"
Tidak habis2nya kuceritakan tentang temanku yg diminta 30jt buat lamaran, 100jt buat nikahan oleh seorang perempuan lulusan s1, guru SD non pns.
Dan waktu itu jawabanku sama; “lah ngapain?? Standar hidup dia aja ga bgtu. Aji mumpung ini mah”.
Emang bener kok ini. Contohnya manager aku dulu, dia memulai kerja diumur 29 tahun, karena apa? Karena dia ngerawat oraang tuanya sakit di papua.
Dan setelah itu, setelah urusannya dia selesai. Dia keterima kerja dan merantau di surabaya. Gak langsung manager kok tapi dia jadi sales. Jadi sales apa langsung capai target? Gak guyss. Dia belajar dari awal dan setelah 2 tahun menjadi sales, dia akhirnya naik jadi manager sales dan abis itu naik lagi jadi manager operasional.
Mungkin sebagian kalian mikir, kenapa ya blm kepanggil kerja. Percaya deh, allah ngasih sesuatu indah disana 😍
Setuju. Menurutku orang yg komunikasinya enak, emosinya stabil, dan hidup teratur tuh ga serta merta langsung dapetin itu dari lahir
Buatku itu adalah kombinasi dari curiosity dan kerendahan hati untuk belajar menjadi pribadi yang lebih baik selama bertahun-tahun
And once mereka udah sampe di titik itu, mereka akan sadar bahwa punya hidup yang tenang itu jauh lebih mewah dibandingkan berada di hubungan yg "timpang"
Belum lagi rasanya makin susah buat menemukan yang setara karena udah berasa kayak outlier di kurva normal alias makin banyak juga orang-orang yg tersaring dengan sendirinya karena yg dicari ga cuma partner hidup tapi juga partner tumbuh bareng. And not everyone is willing to grow
setelah konseling, aku baru sadar kalo kemungkinan besar aku punya duka anak anak yang dimaksud.
di awal konseling, aku bilang ke psikolog kalo aku gak tau masalahku ini sebenernya perlu aku bawa kesini atau enggak. aku ceritakan kalo aku mulai lelah kerja, mulai capek menghadapi rekan kerja yang banyak maunya. jadi aku mulai overwhelmed dan burnout karena itu.
Engga ada yg mau tumbuh dewasa jadi petugas kebersihan, pelayan, kasir, satpam, supir angkot, atau cleaning service.
Mereka juga punya mimpi besar, tapi hidup berjalan kadang engga pernah terduga ada aja gebrakannya.
Jadi jangan pernah meremehkan seseorang karena pekerjaannya, mereka tetap pemenang di hadapan keluarganya.
Engga ada yg tau nasib seseorang seperti apa kedepannya, pesannya jangan pernah meremehkan orang lain.
aku lah salah satunya. gak pernah neko-neko, pergaulan bebas? no, 100% anak rumahan. dari kecil sampe kuliah selalu straight As belajar juga sebagai tanggung jawab atas diri sendiri. but i always suffer in silence, karena orang tua ngga ngasih emotional safe space.
disaat aku udah dewasa baru protes kenapa ngga terbuka sama mereka, kenapa suka mengambil keputusan sendiri? well... i've been surviving alone all this time (mentally). dulu bahkan aku pernah mikir, "aku yang paling gak neko-neko gini kok malah jadi yg paling unlovable ya dibanding my siblings?" but it's okay aku udah berdamai dengan hal itu. peluk diri sendiri 🫂
Kabarnya Burhanuddin Abdullah yg akan jadi gub baru BI. Alamakkk.
Usia 79 thn. Pernah masuk penjara. Dan pasti akan comply dg permintaan RI1, meski risiko moneter mengintai.
Harusnya Chatib Basri atau Mari Pangestu yg jadi Gub BI. Tapi RI1 butuhnya yes man, bukan teknokrat.
Pihak desa juga pusing sama program ini sebenarnya. 😩🙏
Sempat ngobrol sama seorang perangkat desa di wilayah Puskesmasku.
Intinya adalah pusat memberi instruksi harus menyiapkan tanah desa dengan ukuran minimal tertentu untuk dibangun KDMP.
KALAU KDMP TIDAK DIBANGUN, MAKA DANA DESA TIDAK CAIR. ✋😩
Akhirnya yaudah yang penting ada tanahnya, dibangun kopdesnya, dana desa cair. Masalah lokasinya strategis atau nggak, barangnya laku apa nggak, bukan urusan mereka.
Betul, program ini jadinya asal-asalan banget karena pihak desa juga "yang penting bangunannya berdiri".
Btw di desa tsb, bangunan KDMP dibangun jauh banget dari pemukiman warga. Mungkin target pasarnya memedi 👻
Udah tau belum?
Mamdani Walikota New York bikin Municipal Groceries Store yang tujuannya sama kaya Koperasi Desa Merah Putih yang jual harga barang subsidi.
Tapi gak gedebak-gedebuk sembarangan, ini bikinnya pake konsep, dimulai dari 5 unit dulu, dengan harga bahan pangan pokok 30% lebih murah dari harga pasar.
Kenapa bisa lebih murah?
Karena biaya overhead dan pajaknya ditanggung oleh anggaran kota bukan karena beli lebih murah dari supplier.
Canggihnya setiap produk bisa di cek bar code nya yang berisi transparansi harga dan edukasi program.
Ini praktik sosialisme yang bener.