Skripsi kan emang tahapan belajar meneliti, bukan proposal pemerintah wkwk. Makanya hasil yg gk sesuai hipotesis pun bisa valid, karena tujuan utamanya BELAJAR. Not contributing directly to society ≠ useless, future researchers might learn from it/build on it👍
kak? dulu pas SMP juga aku takut ga bisa kuliah karena keadaan ekonomi yang kurang baik. tapi alih alih iri dengki dan ngehina org yang kuliah, aku ngikutin nasihat bapak buat terus berusaha. kenapa sih kamu? apa salahnya kamu berusaha daripada jadi orang dengkian gini?
Yang satu kerja pakai data, yang satu kerja pakai rating. Bedanya jauh, Prof. Ferry ngomongin angka inflasi 4,5% biar rakyat nggak kejebak antre minyak goreng. Si Bonie ngomongin rating TV biar pemerintah nggak kejebak malu.
Dibilang “jangan bikin panik" 🙄, lah gimana nggak panik kalau 2% di atas target aja dibilang “belum parah”?
Roma udah kebakar, masak disuruh bilang “hangat-hangat aja”? 😪
Prof Ferry bener bahwa ekonom itu jaga numbers, bukan jaga perasaan penguasa. Kalau numbers bilang 3, terus disuruh bilang 5 biar “market tenang”, itu bukan ekonomi. Itu sulap.
Setahun udah ngingetin, dicuekin. Giliran market panik, ekonomnya yang disuruh “ngomong asyik”.
Maaf, Bon, tugas profesor itu ngajarin realita, bukan jadi MC kondangan APBN.😤
Asli, gue kalau diundang debat lawan si Alimuddin, gampang aja buat ngeskakmat si buzzer ini, pakai asas hukum. Banyak ngawur jawabanya, apalagi ttg pergub 232/2015.
Si Virdian Aurellio juga duhh kurang garang sbg lulusan hukum, legal reasoning-nya belum berjalan dgn baik.
Nih debat, banyak narasinya dibanding substansi pembahasannya. Kurang nendang.
Busyet.
Ada yang membela MBG sampai seperti ini? Justru pengakuan Bahtra Banong ini memvalidasi Fatimah bawah MBG bukan prioritas.
Jika kondisi di sana benar-benar seperti Bahtra sampaikan (anak berangkat sekolah pagi buta pakai perahu, berangkat tanpa sarapa, lalu tidak bisa konsentrasi sekolah karena lapat), maka MBG hanya menangani 'gejalanya' saja, bukan 'penyebab' kenapa itu terjadi.
Agak ironi jika bumiputera Sultra seperti Bahtra bisa mengatakan itu sambil mendukung MBG yang biayanya besar namun mubazir dan jadi ladang korupsi.
Kenapa?
Karena penyebab utama "perut kosong saat sampai sekolah" itu bukan sekadar "tidak sempat makan di rumah", melainkan kombinasi geografis dan kemiskinan yang memaksa anak menghabiskan energi dan waktu sepagi itu untuk sekadar sampai sekolah.
Anak yang sudah kelelahan dan lapar karena perjalanan naik kapal pagi-pagi itu bukannya lebih butuh makanan di sekolah, tapi SANGAT BUTUH agar perjalanan itu tidak lagi menjadi beban berat mereka setiap hari.
Harusnya uang MBG diprioritaskan untuk menjamin perjalanan mereka, akses yang layak bagi mereka, dan keselamatan mereka sampai sekolah.
Di samping itu, apa yang dialami anak-anak untuk sampai sekolah, tentu saja dialami pula oleh dapur-dapur MBG.
Kalau anak-anak saja harus berangkat pagi buta untuk sampai sekolah, bagaimana MBG yang harus dibuat setiap hari, berulang, harus sudah matang, dan harus dikirim ke sekolah-sekolah di daerah terpencil seperti itu?
Saya baru ingat bahwa Bahtra ini sempat dialog dengan Ferry Amsari soal kunjugan presiden yang cukup rutin dan kata Teddy memakai uang pribadi presiden.
Dia bilang, apa salahnya presiden memakai uang pribadi untuk kunjungannya ke luar negeri? Ini bukti bahwa presiden siap berkorban demi negara, kata Bahtra.
Kocak. Itu jelas melanggar aturan!
Masak orang kayak gini mau didukung? Dan ternyata yang dukung juga punya logika yang tingkat kemiringannya sama, euy~
Istigfar antum, @FDonghun!
Kenapa Dubes ditemui sama Seskab? 🤨
Menteri Luar Negeri gak ada?
Wakil Menteri Luar Negeri? Ada satu, dua, tiga loh wakilnya?
Itu empat orang gak bisa semua?
Stop gunakan stunting sbg alasan agar MBG tidak dihentikan.. 😓
Hanya di Indonesia, bantuan sosial dimakan setengahnya o/ penyelenggara, bahkan o/ entitas swasta pemilik dapur. Bahkan jika program dilanjutkan dgn sasaran wilayah 3T, keluarga miskin, balita, & ibu hamil, anggarannya hanya sekitar 67 triliun u/ 26 juta penerima. Bukan 268 triliun, seperti yang dianggarkan sekarang. Selisihnya 201 triliun. 201T ini untuk siapa klo bukan untuk kepentingan??
Bayangkan 201T itu banyak, bisa digunakan u/ anggaran pendidikan, kesehatan, infrastruktur.
Bukan jd pakan ternak saja 😔
Bocoran Bloomberg soal lingkaran Prabowo:
- Akar masalahnya bukan kebijakan tapi cara Prabowo dan orang-orang dekatnya ambil keputusan, asal-asalan
- Penasihatnya berebut pengaruh sendiri-sendiri, kasih saran yang malah saling bertentangan dan dangkal
- Prabowo digambarkan impulsif main tembak keputusan tanpa mau pusingin detail
- Kalau dikritik, jawabannya cuma: "Aku bukan begok" bahkan ke keluarganya sendiri
- Benci rapat panjang, benci debat kebijakan udah dia akuin sendiri di depan umum
- Hasilnya kebijakan jadi serampangan, komunikasi berantakan, pasar ikut goyang
- Selama gaya kerja di puncak ini enggak berubah, jangan harap ada perbaikan beneran mau reshuffle menteri berkali-kali pun sama aja
- Contoh nyata: aturan ekspor batu bara berubah-ubah kayak anak kecil ganti baju diumumkan, ditarik, diumumkan lagi, akhirnya enggak jalan juga karena emang enggak masuk akal secara bisnis
BEM UGM tegas 🤟🏻🔥
Keren!
Dalam konferensi pers hari ini, Rabu (17/6/2026), BEM UGM menyebut acara tsb bukan ruang diskusi, melainkan sekadar panggung pamer pencapaian pemerintah.
Klo kata mbak Inayah Wahid, itu marketing product.
Dan yg datang adl sales!!
Pembagian porsi bicara narasumber sangat tidak proporsional membuat forum gagal menyentuh akar masalah & sama sekali tidak menghasilkan solusi substantif.
"Kami berhak muak,"
Setuju!!
Ketidakpercayaan & kekecewaan makin menganga thd jalannya pemerintahan saat ini.
Jangan cuma teriakan & lemparan barang sj yg disorot
Sorot jg knp mereka melakukan itu.
Pemerintah lebih dulu melakukan kekerasan.. bener sekali 👍🏻
RAKYAT BERHAK MARAH!
Aksi Aliansi Perempuan Indonesia (API), Kamis (18/6/2026) hari ini sempat dihalangi oleh aparat saat melakukan aksi long march menuju titik akhir di Jakarta Pusat. Peserta aksi masih terus maju dan membuka blokade jalan ini.
Arah aksi sempat dibuat bingung karena arahan yang tak jelas. Di cuaca yang cukup panas, para perempuan bersatu menyuarakan berbagai keresahan mereka:
-Tolak MBG.
-Wujudkan janji penyediaan lapangan kerja untuk seluruh lapisan masyarakat.
-Turunkan harga, stabilkan ekonomi.
-Hapus perluasan militerisasi dan dominasi aparat.
-Hentikan represi oleh aparat.
Per pukul 11.18 WIB, peserta aksi masih melakukan aksi long march menuju sekitar Sarinah.
Protes adalah hak!🔥🔥
📸Tim https://t.co/7M6NyBtoFY
ketika harga minyak dunia naik
teddy: "harga pertamax naik mengikuti harga minyak dunia"
sekarang harga minyak dunia turun
pertamina: "berdasarkan kordinasi dgn pemerintah, harga pertamax tidak mengikuti harga minyak dunia"
P MAKSUDDD?