INI UANG YA GESS?? 😭😭 BANYAK BANGET WOII, BISA BANGET NIH KITA NONTON KONSER BANGTAN DI NEGARA MANAPUN 😭😭😭 yaa Allah banyak bangettt 😭😭😭😭
pantesan nyari uang rasanya susah banget bangke, ternyata uangnya pada ngumpul di brangkas jaksaa 😭😭😭
Temenku interview user-direktur-hr-mcu semua tes dan interview udah dijalanin wirawiri keluar kota malem kerja PP kurleb 4 jam. Udah ditahap hr baru dikasih tau gajinya dibawah yg temenku minta bahkan dibawah umr. Sedih liatnya wasting time, money, energy
@safriearr@byreinz@dukeofsemarang Iya sumpah dah edc bri ada aja troublenya kadang jd was was kalo mau pake takut transaksi gantung kalo ga masuk transaksinya harus ganti, jd kayak belanjain customer😔
@byreinz@dukeofsemarang Setauku bisa ya karena pernah beberapa kali transaksi kartu bca pakai edc mandiri bisa. Yang gabisa itu cc bca putih sama amex harus edc bca.
tau gak kenapa banyak gen z yg terobsesi dg typing huruf kecil semua?
sEbAgAi gEn Z, saya mau jelaskan. ini ada alasannya.
fenomena ini terjadi bukan karena gen z gak tahu aturan, tapi karena mereka merasa penat dengan aturan. 😬
gen z tumbuh di dunia yg penuh dg tuntutan dan ekspektasi, maka mengetik dg lowercase dipilih sbg cara utk menyampaikan pesan: "gw gak tunduk sama aturan lama"
mereka ingin dunia tahu bahwa mereka bukan generasi yg kaku.
:: kenapa huruf kecil? ::
karena huruf kecil terdengar seperti bisikan, bukan teriakan.
karena huruf kecil menunjukkan sikap santai, tidak marah-marah.
karena huruf kecil memberi kesan jujur, intim, dan rendah hati.
karena huruf kecil itu estetik, sederhana, walaupun tidak sempurna.
itu semua adalah hal-hal yang ingin mereka tunjukkan, hal-hal yg merepresentasikan watak generasi mereka.
tapi sebetulnya, ini bukan hal baru.
tau bell hooks? dia penulis, dan memakai lowercase untuk menuliskan identitas di karyanya.
dia melakukan itu jauh sebelum fenomena typing huruf kecil ini marak oleh gen z, dan tujuannya hampir sama: sebagai bentuk penolakan terhadap ego & aturan lama.
sekarang pun, typing lowecase ini juga diadopsi banyak brand sebagai strategi branding agar terbaca lebih ramah dan inklusif, tidak kaku.
buatku pribadi, gaya ketik lowercase ini gak ada benar salahnya, sepanjang tidak dipakai di ranah formal yg mensyaratkan adanya standar penulisan.
ini hanyalah cara yg dipilih untuk berekspresi, khususnya di media sosial, dan lebih asik untuk dilihat sebagai cara berpikir sebuah generasi yang sedang bertumbuh di eranya —dengan segala masalah versi mereka.
Pelajaran kalo dari stasiun mau pake ojek mending pake ojol dah jelas harga sama tujuannya kena getok ojek 40k di gojek pake gocar 25k ini motor 40k alasan ada parkir gila aja parkir biasa jg 6k tai dah moga berkah dah tu duit