@JooFleey@Juliantokhafid@AtletiNationID soft, sebelum badan salah masuk udh posisi jatuh itu paredes, kalau begini pelanggaran harusnya di kotak penalti juga dapet itu salah
@LfcIndependen@AtletiNationID ๐คฃ lu kali gblk, kalau semua keputusan bisa dianulir VAR, apa gunanya wasit onfield, make AI aja lebih akurat blog, VAR aja kadang gak konsisten di pertandingan ini pelanggaran di pertandingan lain play on. Stres
@LfcIndependen@AtletiNationID ๐คฃ๐คฃ yang harusnya lu katain wasit on fieldnya, kalau memang beliau yakin itu pelanggaran kenapa gak langsung tiup peluit, dia biarin karena dia juga kurang yakin itu fouls atau gak, masalahnya reviewnya udh kejauhan, gini aja coba waktu counter bolanya kerebut, apakah tetep foul
@JooFleey@AtletiNationID Mau diulang-ulang pun bagi gua itu, lebih keserimpet daripada injek, bener-bener tipis di ujung sepatu, legend kyk carragher, zlatan, rooney, evra udh pada bilang body contest kyk gini kalau di liga-liga eropa gk termasuk major fouls yg bisa ruled out gol
@ruangtaktik nah, yang jadi problem itu treshold sama Attacking Position Play, dimana waktu argen lawan austria golnya mirip-mirip gini, dalam beberapa protokol terutama di Premier League, APP mempertimbangkan kemampuan tim lawan untuk bertahan
@Sisi_Biru@olvrtate@itsme_dul@TianFengWuNeng@MuhadklyAcho Kejauhan ke AFCON beda federasi, coba review gol messi waktu lawan austria WC 2026, pemain austrianya aja kena body contest, gua juga setuju itu gol, masalahnya fifa ini gk konsisten terapin aturan
@gundamnyadia@olvrtate@itsme_dul@TianFengWuNeng@MuhadklyAcho Bukan masalah intervensi, tapi protokol bahwa APP atau Attacking Position Play dilihat juga ketika lawan sudah memiliki kemampuan untuk menata ulang pertahanan mereka, coba kalau si hossaim hassan kena tackle pemain argentina, otomatis gk akan kena review