Bahkan Jutaan Orang Tidak Menyadarinya.
°
Di pelataran depan Ayasofia, ga jauh dari Blue Mosque, gue potret sekawanan burung yang sedang berbahagia. Lebih dari 33x kepalanya mencatuk satu persatu butir makanan yang mereka gatau asalnya dari mana..
MY RANT
Sebenarnya minim informasi itu penyebabnya karena informasi boikot yang SALAH kelewat banyak.
Kenapa salah? Karena boikot yang benar seharusnya memenangkan kepentingan Palestina, bukan kepentingan KITA sebagai pembela Palestina.
Mungkin kita yang bela Palestina lebih suka boikot bejibun, karena di situ kita ikut merasakan sulit dan beratnya perjuangan layaknya orang Palestina, pikir kita.
Tapi maaf, orang Palestina ga butuh kita ikutan susah. Mereka justru butuh kita memberdayakan kemudahan yang kita punya (dan yang ga mereka punya) untuk bantu advokasi keadilan untuk mereka. Karena ga mungkin dong mereka udah nanggung represi Israel masih sekaligus nanggung advokasi hak mereka sendirian.
Nah kita yang mau bantu harusnya mikirin gimana biar advokasinya sukses, bukan mikir gimana nyusahin diri sendiri biar sama-sama susah kaya orang Palestina ckckckck
Jadi list boikot bejibun itu manfaatnya lebih banyak buat kita, ketimbang buat Palestina. Alhamdulillah ada Gerakan BDS yang ikhtiarnya lebih serius buat advokasi yang sukses dan efektif melalui metode boikot, divestasi, dan sanksi.
Memang ga seheroik dan segagah boikot ratusan produk, tapi biarlah yang heroik dan gagah adalah mereka yang di Palestina, para pejuang dan pahlawan yang sebenarnya.
Ada fenomena menarik yang mungkin kelewat buat diamati & disadari:
Kenapa orang problematik/ga berprestasi/beban seperti lebih sering dapat bantuan/prioritas/keistimewaan? Sedangkan yang berkarakter baik/berhasil/berprestasi justru mendapatkan, ga hanya beban/tanggung jawab lebih besar, tapi bahkan perlakuan buruk? Bahkan mereka sering diabaikan kebutuhannya atau tidak mendapatkan pertolongan ketika kesulitan atau dibiarkan berjuang sendiri.
Pada akhirnya, ga satu pun dari mereka yang akhirnya sukses/berhasil/selamat dari petaka ekonomi/kehidupan. 🤔
Aku menemukan banyak kasus serupa. Belajar dari situ, sekarang aku udah bikin mindset buat akan selalu berinvestasi ke bibit unggul dan memprioritaskan keselamatan dan perkembangannya aja. Pengalaman pribadi, bantu orang-orang problematik malah cuma bikin penyakit dalam hidup aja.
1. Forefront AI / @ForefrontAI
Forefront was among the first chatbots to offer free access to GPT-4.
Key features:
- Free access to GPT-4 and GPT-3.5
- Image generation
- Custom personas
- Shareable chats
The exhibition "Meet Raphael: Masterpieces from Renaissance to Neoclassicism" kicked off on June 10 at the Guardian Art Center in Beijing, capital of China https://t.co/0BLj3sOeSm
You’ll kill your happiness if you constantly compare your life to those who have been given more than you.
Be content with what Allah has given you and never measure success by the acquisition of material things.
Aksi Bang Do yang menggeser Coca Cola saat konferensi pers kemarin berimbas cukup besar, saham Coca Cola langsung anjlok dan mereka ditaksir kehilangan valuasi senilai $4 miliar (Rp 57 triliun). 📉