🚨EXCLUSIVA: STANFORD ACABA DE FILTRAR GRATIS LA CLASE QUE EXPLICA COMO FUNCIONAN CLAUDE Y CHATGPT POR DENTRO
la mayoria desperdicia el 90% de su potencial
stanford te lo enseña en 1h30 minutos
Guarda esto en favoritos para que no lo pierdas
@August_9@dimarsasongko98@pamatri23 Kan nilai keekonomian pertamax 20ribu dijual rugi jadi 16ribuan,sedangkan pertalite 18ribu disubsidi 8ribuan jadi harga 10ribu.
kenapa duit subsidi pertallite ga di ke pertamax in aja jadi kan harganya lebih murah dan lebih bagus juga RON nya!!!
Tolong bantu dijawab yah ka
@xdeyns@txtharihariWNI Deket expired gpp asal masih layak makan, lah itu sambel sampe kebuka sendiri sealnya sama bergelembung begitu njirr ngeri bgt 🤣
@Hnirankara Yg diperbaiki ekonomi keluarganya mas bukan makan 1x sehari untuk 1 orang aja, bagaimana caranya? Yah itu tugasnya pemerintah bagaimana mengatasi kemiskinan ekstrem di indonesia,klo mengandalkan MBG ini sama aja si miskin dapet paket 1 MBG sehari si owner MBG 6jt/hari+keuntungan.
@Hnirankara Yg diperbaiki ekonomi keluarganya mas bukan makan 1x sehari untuk 1 orang aja, bagaimana caranya? Yah itu tugasnya pemerintah bagaimana mengatasi kemiskinan ekstrem di indonesia,klo mengandalkan MBG ini sama aja si miskin dapet paket 1 MBG sehari si owner MBG 6jt/hari+keuntungan.
Bisa dibuat lebih tajam ke logika kebijakannya, bukan menyerang orang miskinnya:
Guys, gue kadang bingung sama logika sebagian pendukung program MBG.
Ketika ada anak yang bawa pulang makanan buat orang tuanya atau saudaranya di rumah, banyak yang bilang, “Lihat, berarti program ini berhasil.”
Loh, justru itu yang bikin pertanyaan muncul.
Kalau makanan jatah anak sampai harus dibawa pulang untuk dibagi ke keluarga, bukannya itu tanda ada masalah yang lebih besar?
Artinya bukan cuma anaknya yang butuh makan.
Tapi satu keluarga juga sedang kesulitan.
Kalau akar masalahnya ada di ekonomi keluarga, kenapa yang diperbaiki cuma piring makan anaknya?
Kenapa bukan orang tuanya yang dibantu mendapatkan pekerjaan yang layak?
Kenapa bukan pendapatan keluarganya yang diperkuat?
Karena kalau logikanya begini terus, setelah anak selesai makan hari ini, besok lapar lagi.
Setelah program selesai, keluarga itu tetap miskin.
Setelah anggaran habis, masalahnya tetap ada.
Solusi jangka panjangnya tetap pekerjaan, penghasilan yang layak, dan kesempatan ekonomi untuk orang tua.
Karena anak tidak seharusnya menjadi kurir makanan untuk menyelamatkan ekonomi keluarganya.
Yang seharusnya diselamatkan adalah kondisi ekonomi keluarganya itu sendiri.
Dan satu hal lagi.
Kalau memang peduli soal akhirat, rasa iba, dan kemanusiaan, jangan cuma berhenti pada memberi makan satu kali.
Pikirkan juga bagaimana caranya supaya orang tua mereka bisa bekerja, bisa mandiri, dan bisa memberi makan anaknya sendiri tanpa bergantung pada bantuan selamanya.
Karena sedekah terbaik bukan hanya memberi ikan.
Tapi membantu orang agar bisa mencari ikannya sendiri.
@bl1ndnss@azievys tapi yg sudah2 yg disampaikan dengan cara baik2 tidak didengar dan malah tampak acuh, sekedar menjawab mahasiswa yg di ajak ke papua gamau itu sudah pasti gue juga klo jadi dia gabakal mau,kaya gatau aja lu intervensi orang berkuasa bagaiamana 😄
“kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur sppg, kami mau melapor ke TNI, TNI punya dapur sppg, kami mau melapor ke DPR, DPR pun punya dapur sppg. jadi ini jalan terakhir kami untuk mengadu, kepada konstitusilah kami berharap”
—ucap seorang guru, pendidik anak bangsa. ironi.