Gua tetap menolak untuk bisa mengerti dan paham kenapa bisa ada kelompok masyarakat terdidik, punya akses informasi, yang milih doi. Kok bisa?
Kurang terang apa kegelapannya?
Tenang, walau 1 dollar skrng udah 18.000
Itu artinya rupiah lagi dilemahin, biar ekspor josss, toh beli tempe goreng masih pake rupiah. Ga pake dolar.
Amanlah.
Itu buktinya ibox, resto mewah, event2 fashion tetep rame.
Ini ulah mata2 asing yg buat gaduh.
Jaya jaya jaya
Salah satu alasan saya menyukai konsep ibadah Islam adalah siapa pun (laki-laki) boleh menjadi imam (asal bacaan dan hafalannya bagus) dan bisa berdiri di baris mana pun.
Tidak ada kasta hirarkis profesi. Pedagang cilok bisa sejajar dengan bupati sekalipun jika sudah shalat jamaah.
Bahkan pedagang tersebut bisa saja mengimami seorang presiden.
Tidak ada istilah “tempat ini khusus untuk bapak/ibu A, B, C (donatur utama, pejabat, orang penting) seperti di agama sebelah.
Seorang muslim ketika shalat juga melepaskan semua harta bendanya di lantai (hape, tas, dompet dll).
Tidak ada yang dibawa dan dipegang lagi kecuali iman dan takwa.
Pada 1983. Yoichi Takahashi menggambar seorang bocah yang bilang: bola adalah teman.
Sebagai konteks, bahwa saat itu, Jepang bukan lah siapa-siapa di sepakbola dunia.
Tapi bocah-bocah yang nonton Tsubasa mulai turun ke lapangan. Akademi tumbuh. J-League lahir. Dan perlahan, Jepang berubah.
Pada 2001, Captain Tsubasa “Road to 2002” tayang. Dirilis khusus menyambut Piala Dunia Korea-Jepang tahun 2002.
Plotnya sederhana tapi berani: Tsubasa bermain untuk Barcelona. Hyuga menembus Juventus di Serie A. Wakabayashi jaga gawang di Bundesliga.
Tiga pemain Jepang, di tiga liga top Eropa. Di tahun 2001, itu semua khayalan. Tapi 20 tahun kemudian, khayalan itu jadi daftar nama nyata: Nakata menembus Roma. Kagawa berkiprah di Dortmund dan Manchester United. Yuto Nagatomo di Inter Milan. Dan kini ada Mitoma, Endo, Kubo, Kamada, Doan, Ueda. Nama-nama Jepang ada di Brighton, Liverpool, Frankfurt, di hampir seluruh belahan bumi Eropa, memperkuat Timnas yang makin ditakuti dunia.
Semua berawal dari satu anime. Satu bocah. Satu mimpi. Tsubasa memang fiksi. Tapi warisannya? Sangat nyata. 🇯🇵⚽
#utdfocusid