Di tengah banyaknya akun yang sibuk menebak "nah akhirnya gempa terjadi sesuai prediksi" atau “gempa berikutnya akan terjadi di mana”, kita justru perlu waspada terhadap budaya menakut-nakuti berbasis prediksi yang belum terbukti.
Gempa memang bisa dipetakan risikonya, tetapi kapan dan di mana tepatnya gempa akan terjadi belum bisa diprediksi secara andal.
Daripada berburu ramalan, jauh lebih berguna bertanya: apakah rumah kita tahan gempa? Apakah sekolah dan rumah sakit aman? Apakah jalur evakuasi siap? Apakah sistem peringatan dini sudah siap? Apakah masyarakat tahu harus berbuat apa saat gempa, saat tsunami?
Kita tidak perlu tahu kapan gempa berikutnya untuk mulai mitigasi.
Karena gempa tak bisa kita cegah. Korban dan kerusakan bisa kita kurangi.
@aik_arif Makasih Pak @aik_arif atas informasi penting ini. Komunikasi dlm kondisi normal fokus pd edukasi, kesiapsiagaan, & berbagi pengetahuan. Saat krisis, komunikasi hrs cepat, jelas, informatif, mdh ditindaklanjuti, & empatik, dgn memperhatikan msyrkt terdampak (Bartel, dkk., 2019).
🌋 January Compilation of Bulletin of Volcanology! 🌋
1⃣ "The role of pre-eruptive bubble characteristics in modulating andesitic magma fragmentation" Weller et al.
https://t.co/wmsn3kCn7k
(2/9)
The discovery of ancient stone tools on Sulawesi suggests this Indonesian island was populated by hominins around the same time as the nearby island of Flores. The findings help shed light on the spread of ancient hominins beyond mainland Southeast Asia: https://t.co/1J7PYJhFja
Mount Lewotobi Laki-laki in Indonesia's East Nusa Tenggara province was spewing ash clouds 18 kilometres into the sky on Monday after an "explosive eruption", the country's volcanology agency said. https://t.co/lN1MGBcpRC https://t.co/lN1MGBcpRC
Para peneliti menemukan fosil Homo erectus dan puluhan spesies bertulang belakang lainnya di Selat Madura.
Ini diklaim sebagai "temuan pertama" di perairan sekitar Laut Jawa, yang mengindikasikan kehidupan di benua yang tenggelam bernama Sundaland.
akses dari ESDM, ada PDF judulnya "Atlas Sebaran Tanah Lunak 2019"
contoh ini peta indikasi umum sebaran tanah lunak yang bahaya untuk dirikan gedung tinggi dan masif di Jawa: Jakarta, Jabar, Jateng, dan Jatim:
Rates of relative sea-level rise during the final stage of the last deglaciation, the early Holocene, are key to understanding future ice melt and sea-level change under a warming climate. Data about these rates are scarce, and this limits insight into the relative contributions of the North American and Antarctic ice sheets to global sea-level rise during the early Holocene.
A team of researchers recently constructed an early Holocene sea-level curve based on 88 sea-level data points (13.7–6.2 thousand years ago (ka)) from the North Sea (Doggerland). After removing the pattern of regional glacial isostatic adjustment caused by the melting of the Eurasian Ice Sheet, the residual sea-level signal highlights two phases of accelerated sea-level rise. Learn more here: https://t.co/mbzDlZslXm
#ClimateScience #Paleoclimate #Geoscience #EarthScience
Sepemahaman saya, umumnya pelajaran yg disampaikan di tingkat sekolah menengah itu adl geografi. Di tingkat SMA, geografi masuk rumpun Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Sedangkan di perguruan tinggi, geografi-geologi itu masuk ilmu alam. Mungkin ini yg bikin ilmu ini kurang populer.
@prastow Dalam konteks penyiapan skema dll nya tampaknya program ini sudah dilakukan prosesnya setidaknya sejak Mei 2023 sesuai press release yang ada di link berikut.
https://t.co/q9XS04Zxya
We've compiled our annual list of VMSG-related PhD & MSc by Research projects, viewable below & on our website. We continue to keep this list updated, so please get in touch if you have any new UK-base or international opportunities you would like adding: https://t.co/vkxy238oIv
This is surprising! It was possibly linked to a phreatic eruption, given the presence of an active crater lake. We await updates from @PVMBG_. Hoping everyone there stays safe.
Apakah minyak dan gas bumi berasal dari fosil dinosaurus? Sejauh ini jawabannya adalah tidak. Sumber organik yang menjadikan hidrokarbon migas dikenal sebagai kerogen. Umumnya berasal dari alga, plankton, dan tumbuhan dalam batuan sedimen.
Pernyataan kegeologian yg disampaikan pd video pendek ini tidaklah tepat. Hal ini mungkin disebabkan krn minimnya ajaran ilmu kebumian pd pendidikan jenjang menengah-atas. Di Indonesia, umumnya ilmu ini beririsan dgn geografi, yg di SMA malah masuk rumpun IPS bukan di rumpun IPA.
Mungkin tes CPNS ini adl salah satu tes pekerjaan yg “paling” transparan & akuntabel di Indonesia saat ini. Semua ada standar dan prosedurnya. Salah satu upaya mengubah paradigma tes CPNS yg dahulu sering dikaitkan dgn nepotisme.
“Niku bayar pinten? Titipan e sinten mlebet e?”
@ichanbakar Iyo ya. Mungkin krn faktor kultur sosial Jogja pada masa kolonial lebih dominan disuruh tanam teh, gula, beras, daripada kopi. Teh mudah didapatkan ketimbang kopi pada masa itu, lalu menjadi budaya. Perpaduan teh dan gula, cocoklogi yang pas utk teh nasgitel cespleng. 😄
Sudah lama saya membaca seluk beluk, Bung Hatta. Namun, belum jg tertarik menelisiknya. Pd suatu waktu, saya selami beberapa tulisannya. Menarik sekali memang. Saya beli seri buku otobiografinya. Selang beberapa bulan, saya mulai membacanya dan menyesal, kenapa baru sekarang.