Kalian harus tahu:
1 hari MBG = 1 triliun (dibulatkan biar gampang ngitungnya).
Jika libur 7 hari gara-gara Lebaran, maka 7 triliun nggak jadi dibagi-bagikan dong.
7 triliun ini, hitung-hitunganannya: 70% buat biaya beli bahan makanan, 20% buat operasional, 10% buat bayar-bayar insentif. Alias 30% bisa masuk kantong dapur.
Dus, 30% x 7 triliun, sama dengan 2,1 triliun.
Itu kalau bahan makanannya memang 70%. Kalau cuma ciki, dkk sih tambah asyik deh.
Itulah kenapa libur lebaran pun maksa harus dibagikan. Cuan 2,1 triliun gitu loh.
Kalian bagian dari 1 juta pekerja dapur? Kalian cuma dapat ingusnya saja.
Kalian orang tua yang anaknya dapat MBG? Duuh, kalian cuma dapat upilnya doang.
Yg punya dapur, mereka pesta pora. Argo terus jalan, cuy.
Apakah anak-anak kita betulan akan nambah pintar, nambah bergizi?
Duh Rabbi, kamu tuh cuma ngasih makan 1x sehari, lantas berharap semua masalah selesai?
Orang tuanya tetap susah nyari pekerjaan, biaya sekolah kuliah mahal, pun anak tsb, 2x makan lainnya di hari tsb bagaimana?
(Tere Liye, penulis novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar)
🔴Ketua Kopdes Merah Putih di Sleman speak up, ungkap resiko mengerikan, nih yang ngomong pelaku sendiri...
Analisa Risiko Nyata: Satu Koperasi di Satu Desa
Oleh: Bambang Sutrisno
Ketua KDMP Sidokarto, Sleman, DI Yogyakarta
Mari kita hitung sederhana. Dengan kepala dingin, tidak emosi, ini juga saya berpotensi dituding mengeluh atau sambat. Karena biasanya di grup kalau ada yg speak up langsung dituding cengeng, lemah, kakean sambat, keluh kesah bahkan ada yg usul ngeledek : "group diganti jadi group ketua koperasi sambat."
😊🤣
Saya adalah pengusaha UMKM (Usaha Mikir Keluarga Megap Megap). Kalau tulisan salah, saya mohon maaf, wong namanya rakyat ngeluarin uneg uneg, mungkin karena kurang literasi jadinya malah dipandang bodoh. Tapi gak papa, daripada dipendam ..🤭
Ini itung itungan saya wong cilik yg ditunjuk jadi ketua koperasi desa Sidokarto.
Pinjaman: Rp3 miliar.
2.5M untuk bangunan, alat prasarana dan kendaraan.
500 juta modal muter usaha.
Ini utang bosskuh bukan hibah, bunga 4% per tahun.
Jadi begitu kita ready duit modal diterima dan bangunan sudah dibikin, maka bulan depan kita sudah harus bayar angsuran 50 juta / bulan.
Atau
Cicilan: Rp600 juta per tahun
👉Untuk menghasilkan Rp50 juta laba bersih per bulan:
Jika margin bersih koperasi 5%,
maka harus menghasilkan:
Rp50 juta ÷ 5% =
Rp1 miliar omzet per bulan.
Artinya koperasi harus memutar omzet:
± Rp33 juta per hari, stabil.
Kalau margin hanya 3% (lebih realistis untuk retail sembako), maka:
Rp50 juta ÷ 3% =
Rp1,67 miliar omzet per bulan.
Apakah semua desa punya daya beli sebesar itu?
Belum tentu.!!!
Apakah pengurus koperasi punya pengalaman ngelola duit sebesar itu stabil beberapa tahun?
Coba cek, ketua koperasi yg berlatar belakang pengusaha dengan omzet di atas 1 M sebulan, ada gak?
KDMP bukan bisnis warung kelontong di desa yg omzetnya cuma beberapa desa.
Tapi harus 33 juta perhari. Biar bisa bayar angsuran 50 juta perbulan. Itu belum buat bayar pegawai, SHU dll.
Pegawai digaji, para patriot pengurus koperasi dapat SHU, yg dibayar dengan Yen, yen Ono sisa keuntungan setelah bayar angsuran dan biaya operasional.😊🤭
Skenario Gagal Bayar
1️⃣ Macet Ringan
Koperasi hanya mampu menghasilkan laba Rp35 juta per bulan.
Defisit Rp15 juta per bulan.
Setahun defisit Rp180 juta.
Kemungkinan akan terjadi restrukturisasi.
2️⃣ Macet Sedang
Koperasi hanya mampu bayar Rp25 juta per bulan.
Defisit Rp25 juta per bulan.
Setahun defisit Rp300 juta.
✓Cashflow tertekan.
✓Pengurus mulai disalahkan.
✓Kepercayaan mulai retak.
3️⃣ Gagal Total (Zonk)
Koperasi tidak menghasilkan laba sama sekali.
Lubang Rp600 juta per tahun.
Bunga tetap berjalan.
Status kredit bermasalah.
Sekarang hubungkan dengan kondisi desa yang ruang fiskalnya sudah sempit.
Jika desa harus ikut menopang atau terdampak skema pembiayaan, alias yang bayar utang dibebankan dana desa maka:
✓Pembangunan jalan bisa berhenti.
✓Saluran air tertunda.
✓Program pemberdayaan terpangkas.
✓Infrastruktur kecil desa terancam macet.
Dalam ekonomi publik, ini disebut crowding out:
anggaran pembangunan tersedot untuk menambal risiko usaha.
[SIARAN PERS]
Pemerintah Ancam Kebebasan Pers dalam Liputan Bencana
Pada bencana banjir di tiga provinsi, Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak mengeluarkan pernyataan agar media tidak memberitakan kekurangan pemerintah.
-utas-
Sbnrnya, RI sdh punya investment company, sblm adanya Danantara. Namanya INA. Berdiri 2021. So far kinerjanya sangat baik.
Rahasianya? CEO, CIO dan Chief Risk 100% swasta murni, jebolan global investment company dan lulusan top univ di amrik. Sama sekali gak ada bau politisnya.
Kalau lihat track record pengelola inti INA, tampaknya mrka lbh hebat dibanding trio pengelola danantara.
Pemilihan Roslan dan Pandu jelas sangat politis. Bukan dari seleksi profesional.
Beda dg pemilihan direksi INA. 100% gak ada unsur politik. Dulu seleksinya dilakukan lembaga rekrutmen profesional.
Pemilihan Rosan dan Pandu yg sarat politis ini agak jadi ganjalan danantara.
Harapannya mrka segera hire para profesional dg kaliber top spt para pengurus INA.
Kalau perlu Danantara segera kolab dg INA.
Meski jauh kbh kecil, team manajemen INA terlihat dikelola dg sangat profesional. Maklum semua pengelolanya mantan top executive di berbagai multi national companies. Dan again, dulu rekrutmennya benar2 bersih dari nuansa politis.
Apalah duet Rosan x Pandu akan sukses kelola Danantara? Ini amat bergantung pd rekrutmen team kunci yg akan bantu mrka.
Saran saya mrka sewa jasa headhunter untuk rekrut top financial guys RI yg selama ini kerja di global companies yg punya tata kelola kelas dunia.
Sedang terjadi krisis kesehatan dgn merebaknya wabah virus “flu” yg parah di China. RS kerepotan merawat pasien2, dilaporkan termasuk kategori Influenza A dan HMPV, mengingatkan wabah Covid tahun 2020 yg lalu 🦠💉Mohon @KemenkesRI agar waspada❗️
⚠️ BREAKING:
Hospitals in China 🇨🇳 Overwhelmed as Severe "Flu" Outbreak, Including Influenza A and HMPV, Resembling 2020 COVID Surge.
Hospitals in China are overwhelmed as outbreaks of "influenza A" and "human metapneumovirus" resemble the COVID-19 surge from three years ago.
Di dunia ini, tidak ada sistem yang sempurna karena semuanya mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Bahkan setahu Saya, tidak ada ideologi yang benar-benar jahat.
Komunisme dan Sosialisme menjadi momok menakutkan bagi mereka yang otaknya tumpul, namun bisa jadi berbahaya bagi mereka yang nafsunya besar. Sedangkan, kesalahan berpikir masyarakat Indonesia tentang Kom-Sos yaitu, pengikutnya dianggap tidak percaya dengan Tuhan. Padahal, Tan Malak dan Haji Samoen merupakan dua tokoh Komunis di Indonesia yang beragama Islam.
Orang Indonesia gampang marah ketika melihat hal-hal yang berbau kiri. Gepalan tangan, palu dan arit, serta hal-hal yang berbau perlawanan dianggap sebagai "antek PKI" dan "Anarkisme". But well, doktrin Orde Baru memang menimbulkan efek jangka panjang, contoh seperti sekarang ini.
Bung Karno itu Sosialis, nafsunya yang besar membuat ia lupa diri dan berubah wujud menjadi Diktator Proletariat, contohnya dengan jabatan "Presiden Seumur Hidup" yang ia inginkan. Sedangkan tokoh Komunis seperti Stalin dan Karl Marx, mereka dianggap tidak percaya dengan Tuhan, sehingga idelogi yang mereka bawa diidentikkan dengan Ateisme. Parahnya, masyarakat Indonesia belum bisa membedakan mana atheisme, dan mana agnostik.
Ah, Saya sampai bingung mau menulis apa lagi tentang Komunisme dan Sosialisme, saking carut-marutnya pemahaman mayoritas masyarakat Indonesia tentang paham ini.
Tapi, hal lain yang masih saja terjadi yaitu, mereka menganggap Komunisme dan Sosialime itu sama. Padahal, Komunisme merupakan ideologi politik, sedangkan Sosialisme merupakan sistem ekonomi.
Dah ah sampe sini saja, jika ingin ada pembahasan lebih lanjut, silahkan beri komentar dan utarakan saja hal-hal yang ingin dibahas lebih lanjut dari dua momok yang dianggap menakutkan ini.
Kenapa Prabowo Memilih Pejabat-Pejabat yang Tolol?
Sebenarnya Saya tydack penasaran ataupun heran, kenapa banyak pejabat di Indonesia saat ini banyak yang tolol. Namun, Saya juga gregetan. Kenapa bisa orang-orang tolol itu diberikan jabatan oleh Prabowo? Padahal, ketika masa kampanye Pilpres kemarin, Prabowo sangat menggebu-gebu, bahwa dirinya akan membuat Indonesia menjadi “Macan Asia” lagi.
Nah sedangkan, ketika ia berhasil terpilih menjadi Presiden Indonesia, babu-babunya banyak diisi oleh orang-orang tolol yang tidak selaras dengan kompetensi jabatannya. Nah yang jadi pertanyaan, bagaimana bisa?
Oh jelas bisa! Apa sih yang tydack bisya di Indonesia? Bahkan koruptor yang merugikan negara ratusan triliun pun, hanya dihukum penjara selama 6,5 tahun belum termasuk remisi. Alasanya? Karena terdakwa dianggap berkelakuan “sopan” selama proses peradilan berlangsung. Hehe, tai, kan?
-Sebuah Esai-
Dari kasus Rempang di barat Indonesia hingga PSN di Merauke, Timur Indonesia, kebijakan pemerintahan Joko Widodo dan Prabowo selalu meninggalkan pelanggaran atas penegakan hukum dan HAM
Berakhirnya kepemimpinan Joko Widodo meninggalkan warisan buruk bagi hak asasi manusia di Indonesia, bahkan Rezim Jokowi dinyatakan terbukti bersalah melanggar hak konstitusi rakyat melalui Mahkamah Rakyat Luar Biasa yang digelar oleh masyarakat sipil.
What are you afraid of?
Sharks🦈, lions🦁,bears🐻? Terrifying.
Car traffic kills way more people than animals ever could. Even when excluding indirect harm. Watch out for the real predators🚗!
Salah satu lukisan Yos Suprapto diduga mirip @jokowi yg bikin pameran dia dibredel.
Disitu ada rakyat kritis (baju merah) ga bisa menyentuh sang raja yg sdng berpesta, krn terhalang pengemis bantuan & jabatan, ceboker tukang jilat (biru), elite koruptor (tikus).
Kalian yg mana?