Jika kamu ingin kaya raya, maka tahajjudlah sampai kamu kaya raya. Jika kamu mati sebelum kaya raya, setidaknya kamu tahajjud hingga kamu mati.
#selfreminder
AMPB Pati sudah bubar tertib siang tadi setelah audiensi dgn DPR-RI. Mereka pnya korlap jelas (Botok), dua tuntutan spesifik, dan pamit pulang.
Tapi gerbang DPR tetap ramai. Massa baru datang: mahasiswa, AGRA, GERAM, dan kelompok sipil lain. Tidak ada satu korlap yg menonjol.
Agenda bercampur.
Itulah yg disebut PENUMPANG GELAP. Bukan karena mereka otomatis provokator, tapi karena koordinasi longgar setelah massa utama pulang. Situasi seperti ini paling rawan dimanfaatkan orang yg tidak pnya agenda jelas, hanya ingin memancing kekacauan.
Semoga bisa teratasi aparat TNI/Polri.
Ini yang bikin warga Jakarta respect. Demo yang punya tujuan jelas, dikawal rakyat biasa, dan tau kapan harus berhenti begitu tuntutan didengar.
Terima kasih ojol, terima kasih AMPB. π
Begitu DPR ngasih komitmen tertulis soal RUU Perampasan Aset, massa AMPB langsung bubar tertib sekitar tengah hari. Nggak molor, nggak ricuh β sesuai janji damai yang mereka pegang dari awal.
Ini bedanya. Tuntutan jelas, disampaikan langsung ke yang berwenang, direspons dengan komitmen tertulis. Bukan demo settingan β pergerakan yang beneran didengar.
Hasilnya konkret: DPR komitmen RUU Perampasan Aset disahkan paling lambat 15 Desember 2026. Botok bahkan minta pimpinan DPR mundur kalau target ini meleset β dan mereka setuju.