Ketika jd santri di ponpes Almardhiyyah dulu (1969) sy sering diajak makan ke ndhalem Kyai. "Ayo makan, tambah, tambah lg", kata Kyai Mardhiyyan sampai sy menyerah. "Nah, sebanyak apa pun harta yg kamu miliki, hny sedikit yg bs kamu nikmati" kt-nya. Utk apa tamak sampai korupsi?