JUST IN: KITA BELUM MENANG‼️
1. Militer masih berada diruang sipil
2. Harga BBM dan bahan pokok masih mahal
3. MBG dan KDMP masih terus berjalan,
Serta banyak kebobrokan lainya.
Sudahkah kita puas dengan aksi kemarin?
“politik ga ngaruh ke hidup gue”
tapi kopi lu naik 2.000
tapi bensin lu naik jadi 16.250
tapi rumah lu kebagian pemadaman bergilir
heran, padahal itu nyata bgt depan mata mereka
Kan, kami bilang juga apa. Upaya-upaya adu domba begini bikin mahasiswa atau rakyat yang baru mulai memberanikan diri untuk kritis jadi diam sesaat di persimpangan; mau turun ke jalan dibentrokin sama aksi bayaran. Enggak turun ke jalan dikira apatis.
Ancenane negoro bajingan.
Kami mohon bantuan kepada Nawak-Nawak Malang untuk memantau dan memvalidasi agenda pada poster jelek di bawah ini. Kami akan merasa sangat berterima kasih atas laporan dalam bentuk apapun. 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
MATI LISTRIK BERGILIR ITU BISA MERUSAK ALAT ELEKTRONIK, LOH!!!
Sumpah, hidup jadi WNI rasanya dihajar dari segala arah. 😩
Yang bikin kesel, kalau kita telat bayar listrik bisa kena denda. Tapi kalau mereka mati listrik berkali-kali, tanpa pemberitahuan, tanpa permintaan maaf, bahkan sampai berpotensi merusak barang elektronik warga, nggak ada konsekuensi apa-apa.
Kewajiban rakyat ditegakkan mati-matian, tapi pelayanan ke rakyat sering kali seenaknya. Nggak adil banget.
Cuma jakarta dan bali yg tidak kena blekot bergilir, krn citra pemrentah ada di situ. Nah kalian, modar saja. Biar pemrentah asu yg atur² gimana baiknya.
Kalau nanti tarif listrik sampai naik, jangan cuma marah ke PLN. Salah satu yang harus ikut disalahkan adalah MBG.
Kok bisa?
Mari saya jelaskan.
Masalah listrik hari ini salah satunya berawal dari pasokan batu bara ke PLN yang tidak lancar. Padahal batu bara itu bahan bakar utama banyak pembangkit listrik kita.
Kenapa bisa terjadi?
Karena ada yang namanya DMO (Domestic Market Obligation)
Sederhananya, perusahaan batu bara diwajibkan menjual sebagian produksinya untuk kebutuhan dalam negeri, termasuk ke PLN.
Masalahnya, harga batu bara untuk PLN dipatok lebih rendah dibanding harga pasar ekspor.
Jadi secara bisnis, pengusaha batu bara lebih "tergoda" menjual ke luar negeri karena marginnya lebih besar.
Kalau pemerintah mau bikin pasokan PLN aman, harga batu bara DMO harus dibuat lebih kompetitif.
Tapi konsekuensinya biaya produksi listrik PLN naik.
Nah, dari sini pilihannya cuma dua:
tarif listrik dinaikkan, atau subsidi/kompensasi listrik ditambah.
Saat ini, subsidi listrik sekitar Rp90–100 triliun per tahun.
Jika ditambah kompensasi untuk menahan tarif, beban listrik di APBN bisa tembus Rp245,58 triliun.
Masalahnya, ruang fiskal negara sudah keburu disedot program jumbo seperti MBG.
Jadi ketika subsidi listrik butuh tambahan, pemerintah akan bilang APBN terbatas.
Ujung-ujungnya?
rakyat lagi yang diminta untuk mengerti:
bayar listrik lebih mahal,
atau terima pemadaman bergilir.
Dan semua ini tidak akan terjadi kalau ratusan triliun APBN tidak dikunci untuk MBG.
Waktu di awal mereka diingatkan berkali-kali dengan data dan kajian soal MBG dengan diskusi yang santun, apakah didengar? Nggak. MBG tetap dijalankan secara ugal-ugalan. Lalu saat kerusakan udah terjadi, ujug2 ngajak “diskusi” gitu? Ya pantes aja lu diusir dari kampus, karena mahasiswa sama dengan kita, sudah muak dan ingin melawan.
Udah berapa kali akun ini bilang, skema BGN pake yayasan itu sengaja agar tidak bayar pajak penghasilan badan.
Insentif harian tidak dicatat sbg penghasilan. Tp dianggap sbg hibah
Mostly SPPG juga bukan PKP jadi ga mungut PPN
Jadi 335 Triliun uang muter tanpa generate pajak
Do you remember 'All Eyes on Rafah'?
This is what Rafah looks like now, 2 years later. The IDF invaded Rafah in June 2024 and systematically destroyed everything that sustained life.
"Israel" is incompatible with humanity.