Dongeng yg sangat menghibur..
Jumlah penduduk 400 (ntah KK ntah orang nih)
Tiap orang katanya, belanja Di kopdes 1jt/ bln (daerah NTT)
Total pendapatan kopdes 400jt/bln.
Masuk akal?
Anggap aja masuk...
Harus masuk pokoknya ๐ฅฑ
Hari ini ada kabar duka lagi dari dunia kesehatan ๐๐ฅ
Satu lagi dokter yang bertugas sekaligus sedang menjalani pendidikan di daerah yang dikabarkan meninggal dunia. Namanya dr. Adrian Rantung, peserta PPDS Anestesi Universitas Sam Ratulangi, Manado.
Seharusnya almarhum bertugas pada Minggu pagi. Tapi karena tak kunjung datang ke rumah sakit, rekan-rekan sejawatnya memutuskan untuk mencari ke tempat kos. Di sanalah dr. Adrian ditemukan sudah meninggal dunia.
Yang bikin hati makin sesak, sebelum ditemukan meninggal, ternyata dr. Adrian sempat menulis status WhatsApp terakhirnya.
"Tidak ada lagi semangat untuk berjuang dalam diriku. Bukan karena aku lemah, tapi karena tidak ada lagi yang terasa layak untuk diperjuangkan. Aku bukan menyerah, aku hanya perlahan hanyut menjauh."
Belum juga hilang dari ingatan kasus dr. Icha, sekarang kabar duka datang lagi. Mungkin apa yang terjadi pada keduanya berbeda, tapi ada satu hal yang rasanya makin jelas, kesehatan mental tenaga kesehatan sudah tidak bisa lagi dipandang sebelah mata.
Dokter juga manusia. Mereka bisa lelah, bisa tertekan, bisa merasa sendirian. Terlebih bagi mereka yang bertugas dan menjalani pendidikan di daerah, tekanan yang dihadapi sudah pasti tidak ringan.
Sudah saatnya negara benar-benar hadir. Bukan cuma ketika ada kabar duka, tapi memastikan para tenaga kesehatan punya lingkungan kerja yang aman, manusiawi, mendapat perlindungan, dan punya akses terhadap dukungan kesehatan mental yang memadai.
Turut berduka cita atas wafatnya dr. Adrian Rantung. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya, diampuni segala khilafnya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan.
๐จBayangkan perasaan seorang ibu ketika dokter melihat anaknya, dan berkata, "Anakmu mungkin tidak akan pernah bisa berjalan normal seumur hidupnya."
Itulah hantaman badai yang menimpa ibunda Ismael Saibari. Kaki kecil Ismael melengkung ke dalam akibat kelainan bawaan. Saat anak-anak lain mulai berlari mengejar balon, Ismael harus merasakan dinginnya gips, dan sakitnya terapi ortopedi. Namun, ceritanya tak berhenti di sini...
Ketika vonis medis manusia terasa begitu merenggut harapan, takdir dan doa ibunya justru bergerak melampaui batas logika.
Bagi beliau, selalu ada harapan bagi mereka yang terus berdoa dan berusaha, karena ada Tuhan yang mengatur segalanya.
Dan kini dunia pun melihat, anak yang dulu divonis akan kesulitan berjalan di sepanjang hidupnya, justru mampu berlari kencang menuju tribun dan memeluk sang ibu, setelah berhasil membawa Timnas Maroko lolos ke babak 16 besar untuk pertama kalinya dalam sejarah.๐ฅ
๐Saat Ismael Saibari mencetak sejarah di panggung dunia, hal pertama yang ia cari bukanlah ketenaran, melainkan pelukan ibunya.๐๐ป
Kisah ini mengingatkan kita semua bahwa sejauh apa pun kita melangkah dan setinggi apa pun kesuksesan yang kita raih, kita tidak boleh lupa pada sosok yang menemani kita saat kita masih terjatuh.
Puncak dari sebuah pencapaian hidup adalah ketika kita mampu mengembalikan air mata kesedihan orang tua menjadi air mata kebahagiaan dan kebanggaan.๐๐ป
#saibari #pialadunia #maroko
A Heart-Touching Reminder ๐ค
SubhanAllahโฆ
Look closely at this scene.
A young child stands before his own parents, leading them in prayer. The father, who fed him, clothed him, carried him, & raised him, now stands behind him in humility before Allah.
What a powerful lesson Islam teaches us.
In the sight of Allah, age does not make you superior. Wealth does not make you superior. Status does not make you superior. Color, tribe, nationality, and titles do not make you superior.
When the call to worship comes, the one who is most deserving to lead is the one who is most qualified according to the guidance of Islam. This is a religion that honors knowledge, righteousness, and humility above everything else.
Imagine the humility of those parents, setting aside pride & standing behind their own child, not bcus he is older or more important, but bcus thy submit to Allah before they submit to their own egos.
This is the beauty of Islam: it teaches us to humble ourselves for the sake of Allah.
May Allah bless our children with the love of the Qurโan, make them leaders in righteousness, and grant us the humility to accept the truth no matter who brings it. ฤmฤซn.
โIndeed, the most honorable of you in the sight of Allah is the most righteous of you.โ (Qurโan 49:13)
@txtdrimedia SETUJU !!!!! Tapi pemerintah - pejabat HABIS , hampir semua mati. Selanjutnya: siapa yang mau dan mampu jadi pemerintah . Mudah2an bukan LULUSAN SD ATAU SMA , dan TANPA PENGALAMAN
Un perro fue encontrado con vida entre las ruinas del Hotel Eduard's, en Macuto. Cuando parecรญa que ya no quedaban milagros, apareciรณ uno con cuatro patas.
Pejabat tak ber akhlak.
Kalau bukan karena MBG orang-orang didesa jarang makan telor dan daging ayam.
Inilah bentuk penghinaan yg nyata.
Sudah 81 thn negeri ini merdeka,seharusnya anda selaku pejabat,yg digaji oleh rakyat yg jarang makan telor,merasa malu mengucapkan kalimat seperti itu.
@kemendespdt
American preacher Khaled Yassin says:
I called my mother to Islam 35 years ago, but she did not respond, but she converted to Islam at the hands of my wife because she was kind to her to the extent that she would wash her feet and even take care of her nails.
Sheikh Khaled Yassin:
He grew up as a Christian in the United States before converting to Islam and and setting up an institution for advocacy that contributed to the conversion of more than six thousand people around the world, especially in Britain, America and Australia, where he gives lectures to invite non-Muslims to Islam. He is now 77 years old.
Allahu Akbar โฅ๏ธ๐ฅฐ๐
Today, I took my children, Imad and Adam, along with my sisterโs childrenโElaine, Maher, and Ahmedโto the sea in Gaza. ๐โค๏ธ
For a few hours, we forgot the heat inside the tent. We forgot the sounds of war and let the children laugh the way every child deserves to laugh.
I swam with them, looked at their smiling faces, and prayed that one day they would have a normal childhoodโwithout fear, displacement, or war.
We may not be able to change our reality today, but we are trying to create beautiful memories for our children in the midst of all this pain.
These small moments are what give us the strength to keep going. ๐๐
Remember our heroes!
During the Ottoman genocide of Armenians and Assyrians, brave Yezidi leader Hemoye Shero saved over 20,000 Christians by hiding them in the Sinjar Mountains. Many Yezidi families also took in Christian children and reminded them of their roots.
Innalilahi wa innailaihi raji'un ๐ฅ
Turut berduka cita atas meninggalnya kiper Palestina, Saleem Al-Ashqar, yang berusia 32 tahun.
Ia meninggal setelah ditembak oleh pasukan Israel pada 30 Juni kemarin di jalur Gaza.
Saleem dilaporkan baru menikah 5 bulan, istrinya hamil anak pertama, dan ia sedang mencoba mendapatkan air saat kejadian tersebut terjadi.
Miris sama mental rangorang ini
Padahal sopir dan kenek masih terjebak didalam mobil..
Tapi emang sih, jangan kata nasib naas orang laen.
Nasib negara aja mreka bodo amat asal dapet seplastik sembako
Smoga kgak jadi penyakit ktika dimakan ya buk yaaa...(berdoa dalam hati)