Ada hot takes menarik dari pidato Pak Anies dan menjawab pertanyaan saya tentang “gimana cara survive di sistem yang jelek?”
PNS dan CPNS, apa kabar kalian? Masih kuat ga di rezim yg awikwok ini 👀
Jadi kata Pak Anies, bikin lah 3 jangkar supaya kita gak larut dalam sistem yg jelek
1. Jaga lingkar sahabat terdekat sebagai cermin. Kalo cermin ga ada kita kehilangan pengetauan tentang rupa kita sendiri.
2. Jaga waktu untuk membaca supaya tau dunia yg ada di luar kantor kita. Baca itu cara paling gampang dan murah buat “jalan-jalan”
3. Ingat alasan dulu masuk ke sistem itu karena apa. Tulis di kertas. Posisi bisa berubah tp prinsip hrs dipegang terus lintas waktu.
Semua solusinya emang personal. Tapi ya that’s the best we can do sambil berdoa semoga suatu saat semua sistem berjalan sesuai idealnya.
BUKAN, bukan Sheva atau Kaka, bukan juga paketan Ibra dan Thiago Silva, apalagi Donnarumma. buat aku pribadi kepergian paling menyakitkan adalah transfer Sandro Tonali. bukan diukur dari kehebatan dan jasa mereka bagi Milan melainkan konteks kondisi Milan saat Sandrino pergi yang membuat dampaknya lebih menghancurkan.
Shevchenko pergi karena permintaan istri dan undangan kawan dekatnya Abramovich. Kaka pindah ke klub idamannya Real Madrid setelah sebelumnya menolak Manchester City. keduanya pergi setelah berkontribusi besar ke Milan dan saat itu, melihat kondisi Milan, ada keyakinan bahwa setelah kepergian mereka Milan masih akan baik-baik saja. sementara itu Zlatan dan Thiago Silva terpaksa dijual karena Milan terlilit krisis keuangan. sehingga masih lebih mudah merelakan kepergian mereka.
Sandro Tonali berbeda. ia datang tepat setelah Milan mulai lepas dari kegelapan banter era dan perlahan bangkit kembali menuju kemapanan. seorang anak muda yang gak pernah segan menunjukkan kecintaannya pada Milan sejak ia kecil - ia adalah bagian dari kita fans fanatik Milan. kedatangannya ke Milan diberitakan bagai sebuah dongeng, mimpi masa kecil yang jadi kenyataan.
bukan cuma bermodal cinta, Tonali juga datang dengan potensi dan kemampuan bermain yang dapat diandalkan. dan jika bicara soal 'grinta', Sandrino dengan fasih meniru kegarangan sang idola Gennaro Gattuso. dan tak kalah pentingnya, ia datang dibawa oleh Paolo Maldini, simbol dan legenda terbesar Milan.
tahun pertama Sandrino gak berjalan mulus - inkonsistensi, kecerobohan, dan masih banyak pelajaran dan penyesuaian yang perlu ia jalani. tahun berikutnya, dongeng dan mimpi itu menjadi sempurna - Milan meraih Scudetto dan Tonali menjadi berperan besar di dalamnya, termasuk gol penting ke gawang Lazio. semua milanisti bersuka cita, ekspektasi masa depan membumbung tinggi dan harapan terbang ke awang-awang. hari itu, 22 Mei 2022, pikiran semua milanisti saling terkait dalam satu kalimat, lantang dan yakin "WE ARE FINALLY BACK!!"
hari-hari berikutnya kita telah membayangkan dengan hati gegap gempita: bersama beberapa pemain andalan lainnya, Tonali dan Paolo Maldini akan stay di Milan selama mungkin, Tonali akan menjadi kapten Milan, menjadi bandiera baru Milan, di bawah asuhan sang kapten abadi, dan mereka akan membawa Milan kembali ke puncak kejayaan. menegaskan kembali identitas Milan ke hadapan dunia - Milanismo.
namun kemudian, nasib buruk tak mampu dihalau, dengan tangan cepat Magic Mike sekalipun - Redbird dan Cardinale terjadi. belum genap setahun kehadirannya, orang USA ini, atas pengaruh Furlani, memecat Maldini dengan cara yang sangat kurang ajar. belum cukup, dua bulan kemudian mereka juga menjual Tonali ke Newcastle United. Tuhan, dongeng indah itu ternyata punya plot twist super mengejutkan. tak pernah sepahit ini aku menerima penjualan pemain Milan. patah hati itu nyata.
saat itu aku pribadi berusaha menanggapi langkah absurd itu dengan khusnuzon seperti layaknya fan yang baik dan setia. kalau sebelumnya aku bisa ber-positive thinking terhadap Yonghong Li, kenapa gak bisa bereaksi sama terhadap Cardinale pikirku. namun, tiga tahun berlalu semenjak musim panas 2023 yang gila itu petunjuk semakin terang bahwa mimpi dan harapan itu sepertinya benar-benar pudar, dongeng indah itu berubah menjadi cerita horror. sementara di sini, di sudut kamar, di depan laptop ini, aku dengan sisa-sisa cinta dan gairah ini masih menantikan mereka kembali - Sandrino dan Paolo kami.
Buon Compleanno, Sandro Tonali. 🖤❤️
💡 Tahukah Kamu?
🌿 Di bawah kepemimpinan Gerry Cardinale, Milan telah menggelontorkan dana sebesar €503 juta, menghasilkan pemasukan €315 juta, namun pada akhirnya hanya mampu membuahkan satu trofi. [CorSport]
🌿 Dana sebesar €503 juta atau sekitar Rp 10,17 triliun cukup untuk mendanai program Makan Bergizi Gratis selama sekitar 8 setengah hari.
Terima kasih Pak Gerry 🙏
#Calciopoli bukan sekadar skandal. Ini power shift terbesar di Serie A.
➡️ 4 pesaing utama dilemahkan sekaligus:
▪️ #Juventus → Serie B + 2 Scudetti dicabut (04/05, 05/06)
▪️ AC #Milan, #Fiorentina, #Lazio → pengurangan poin
Sementara:
▪️ #Inter Milan → tidak kena sanksi sporting
▪️ Scudetto 05/06 → diberikan ke Inter
Outcome:
▪️ Inter 2006–2010 → 5x Scudetto + Treble
▪️ Juventus → Serie B, kehilangan core & momentum
Tambahan yang sering “dilupakan”:
▪️ Rekaman komunikasi Inter (Facchetti) muncul belakangan
▪️ FIGC akui konteks lebih luas
▪️ Tapi: expired → no punishment
‼️ 4 klub dihukum. 1 klub selamat… dan langsung dominan. 😂 Power shift yang “rapi”? 👀
lu aje hutan di Bima ditebang tebangin gue mention mention ga direspon sama lu sama kementerian lu. Emang lu banyak omong doang. Tunggu ada korban baru turut berduka turut berduka.
Jalan putus, komunikasi putus, banyak warga yg meninggal, warga kehilangan harta benda, tapi ga jadi bencana nasional karena bukan di Jawa dan ga ngaruh ke kehidupan pemerintah. Sumatera dianggap bagian Indonesia buat dieksploitasi.
Prabowo pantek semoga cepet mati.
Netflix is deliberately choosing to pay people to create sexualized content for children.
Freedom of speech should be respected, but this is PAID speech. Netflix is going out of their way and reaching into their wallet to push this.