Rakyat:
Ikut Milih ❌ Ikut Nonton ✅
ini beberapa alasan kenapa Pilkada dipilihin DPR itu janggal.
1. Emang masih percaya sama DPR?
2. Milih sendiri aja ga banyak pilihan, apalagi dipilihin
3. Milih sendiri aja susah buat nurunin, apalagi dipilihin
4. Milih sendiri aja pilihannya kebanyakan ngga menarik, apalagi dipilihin
5. Yang kita pilih sendiri aja masih berani menjarain warganya pas dikritik
6. Dan Maaf nih ya, yang sipil-sipil independent jadi ga bisa nyalonin diri, kasian
7. Kalau dibilang biaya pilkada mahal, yaelah.. lebih mahal MBG kali, yang di kelola abang-abang angkatan
silakan kalau mau diterusin
Dulu jaman Gojek baru2 mulai dan banyak promo free ongkir, adik saya pesen 1 porsi roti kukus dari Tubagus dikirim ke Setiabudi Regensi. Ibu saya ngamuk menyerapah, mengajarkan bahwa ini gak etis, dan gak menghargai orang lain.
Hanya karena kita bisa, gak berarti itu etis.
Saya heran membaca pernyataan @Kemlu_RI re Venezuela yg sangat standar dan sama sekali tidak menyebut Amerika Serikat. Sejak kapan kita sungkan/takut mengkritik kawan yg lakukan pelanggaran hukum internasional ? Kenapa Menlu @Menlu_RI Sugiono sampai sekarang tidak bersuara, padahal dunia menunggu pandangan 🇮🇩 sbg pemain Global South yg penting. Ini momen 🇮🇩 perlu percaya diri menunjukkan sikap, sama ketika kita dulu menentang invasi AS thdp Iraq. Bebas aktif itu artinya BERANI berpendirian. Bermitra dgn AS, dan dgn negara manapun, tidak boleh menjadikan 🇮🇩 negara penurut yg mengorbankan hal2 yg prinsipil.
Kalau bukan anggota, ya diusut. Karena meneror rakyat itu jelas perbuatan kriminal.
Lha, Laras dihukum 1 tahun karena dianggap memposting "teror", tapi kalau rakyat yang diteror kok dibiarkan?
*Media Release*
Kepada kawan-kawan jurnalis media cetak, online dan televisi,
Di penghujung tahun 2025 sebelum menyambut tahun baru, sebanyak 91 lembaga dan kolektif serta 51 individu menyuarakan keprihatinan dan juga menyerukan solidaritas kepada sejumlah orang yang mendapatkan teror dan intimidasi.
Duka dan lara menambah deretan panjang kaleidoskop buruk dan inkompetensi dari pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Serangan berupa teror dan intimidasi terhadap warga negara yang kritis menjadi penanda yang sah untuk menyebut bahwa wajah anti demokrasi dan otoritarian benar-benar terjadi dan dipraktikkan dalam bentuk yang paling menjijikkan. Serangan teror dan intimidasi terhadap banyak warga yang kritis dan pemengaruh di media sosial, antara lain Iqbal Damanik (Aktivis Greenpeace), Ramond Dony Adam (DJ Donny), Sherly Annavita, Virdian Aurellio, dan @pitengz_oposipit adalah sebuah serangan terhadap nilai demokrasi dan kemerdekaan menyampaikan pikiran dan pendapat yang dijamin oleh konstitusi dan regulasi.
Disebut susu, tapi susunya cuma 1%. Sisanya air, gula, dan aditif pangan.
Inilah contoh klasik kebijakan yang mengejar distribusi cepat, tapi mengorbankan substansi. Anak-anak dipaksa mengonsumsi minuman manis rendah nilai gizi, dan negara mendapat laporan “program gizi berjalan”
Kasus Laras Faizati ini test case kekuasaan, kalau dia berhasil di jebloskan ke penjara maka siap2 musim 'perburuan' akun kritis di sosmed akn lebih gila lagi, akn banyak yg kena & bernasib seperti Laras
Itulah mengapa jgn berhenti bersuara utk bebaskan Laras
#JusticeForLaras
It's not only about the profit.
It's also about food safety reasons, we never know what customers carry inside their tumbler.
Udh banyak contoh lahh restoran kena rujak krn customer nya bawa makanan dr luar dan ruining their halal certification.
Mengembalikan nama baik brand itu sulit & costly, better safe than sorry. Respect sama peraturan yg diterapkan restoran, kalo gamau ikuti aturannya ya cari opsi lain.
🚨 A German journalist detained aboard the Freedom Flotilla ship Conscience has accused Israeli prison authorities of raping her during custody.
Speaking publicly about it for the first time, Anna Liedtke said the assault took place during a strip search while being transferred between Israeli prisons after Israeli forces intercepted the Gaza-bound humanitarian vessel in fall 2025.
“We were transferred from one prison to another, and during the strip searches I was raped,” she said.
She was held for five days following the interception of Conscience, which aimed to challenge Israel’s naval blockade of Gaza. Prisoner advocacy groups say her testimony adds to mounting evidence of systematic sexual abuse in Israeli detention.
She was probably so afraid. Thousands of miles away from home. I wonder what happened to her. And still, the atrocities of the US haven't ended. What a barbaric culture.
Setelah anak tunggalnya meninggal dunia tujuh tahun lalu, Abdul Ghani hanya memiliki Marsoni, istrinya.
Sekarang, satu2nya kekasihnya itu hilang. Abdul Ghani telah berjalan berhari2 berbekal selembar foto, sambil berharap keajaiban: istrinya kembali..