Orang yang membaca 50 buku dalam sehari, tapi kenapa pidatonya ngenyek-ngenyek dan mirip seperti ini?
Benar kata Feri Amsari: mustahil Prabowo baca buku sebanyak itu.
Orang yang gemar baca buku gak akan ngoceh semirip ini di forum berbeda.
seriously… how did we end up with a president like this?
gaada empati sama sekali, every speech somehow sounds empty and full of nonsense, anti kritik, gila hormat, and acts like rakyat questioning policies is some kind of personal attack. this is NOT what leadership should look like
presiden terburuk dalam sejarah
presiden paling gak punya adab.
presiden paling maniac pakai buzzer
presiden paling kotor cara berpolitiknya.
hidup serba kalahan.
dari angkatan bersenjata dipecat.
rumah tangga berantakan.
pilpres 4x kalah terus.
jadi presiden dibenci rakyat karena ulah sendiri.
sekarang main presiden presidenan biar bisa pidato padahal isinya gak mutu.
hidup dikelilingi penjilat. figuratively & literally.
dasar tua bangka sakit jiwa.
kapan ya semua sadar kalau subsidi dari pemerintah itu maksudnya subsidi dari pajak yang kita bayar, ganti atuh namanya bukan subsidi pemerintah, lebih cocok pengembalian dana publik.
"subsidi" adalah hak kita, bukan hadiah.
PRESIDEN TUKANG BOHONG?
Untuk programnya dia, bilang duit kita banyak, minta 5T dikasih 10T
Tapi untuk gaji guru, dia bilang gak ada duit karena dikorupsi
Duit banyak Gak ada duit
Dari sekian banyak pidato, pidato kali ini bener bener nyesek
Rakyat yang bayar gaji kalian, dikritik malah dibales:
“EMANG GUE PIKIRIN” dan disambut tepuk tangan yang meriah
Dear @UNICEF,
Indonesian children should never be used to advance any political agenda or government campaign. Indonesia's Child Protection Law emphasizes that every child has the right to be protected from exploitation, violence, discrimination, and any activity that may jeopardize their best interests. Involving elementary school children in public rallies, asking them to carry campaign-style signs or chant political slogans raises serious concerns about whether their rights are being respected.
Children can’t meaningfully consent to political participation. Schools should remain safe spaces for learning—not places where students are mobilized to endorse government policies.
We urge independent monitoring to ensure that children's rights are fully protected and that no child is used as a tool for political messaging.
"pejabat minta dana anggaran 5T?"
prabowo: "saya kasih 10T!"
"rakyat mengeluh soal deforestasi"
prabowo: "sawit juga pohon!"
"rakyat risau nilai rupiah anjlok?"
prabowo: 'rakyat desa gak pakai dolar!"
"rakyat sedih soal kemiskinan merajalela"
prabowo: "rakyat kita ga bermimpi kaya!"
"rakyat was-was Indonesia gelap"
prabowo: "sorry ye, Indonesia cerah!"
"rakyat protes soal kebijakan negara?"
prabowo: 'mereka antek-antek asing!"
"rakyat jadi korban pembullyan"
prabowo: 'bagus, saya juga dibully!"
rakyat tidak selalu butuh pidato yang membuat mereka kuat. kadang rakyat hanya butuh pemimpin yang membuat mereka merasa dipahami.
masalah hidup sudah cukup berat. jangan sampai kata-kata yang seharusnya menenangkan justru menambah beban.
Bagus banget ya cara ngomong Mbak Fathimah Azzahra ini. Berisi dan tenang. A breath of fresh air.
Another reminder to give more seat to women. Look what we can bring to the table.