Bisa jadi omongan yang nyakitin itu kalau dipikirkan ulang, direnungkan dengan hati yang lapang, ternyata adalah hal baik. Atau, bisa jadi sesuatu yang terdengar manis sekali, ternyata enggak cocok untuk kita. Sesungguhnya hanyalah racun yang kemudian mendatangkan derita.
cita-citaku dari dulu sampai hari ini tidak pernah berubah,
ingin menjadi ibu yang berhati teduh untuk jadi tempat pulang ternyaman bagi anak-anaknya, sebagaimana bunda adalah rumah untukku.
Kalau kamu lagi pengin menangis, enggak usah maksain senyum. Kalau kamu lagi pengin mengeluh, itu bukan berarti enggak bersyukur. Kalau kamu muak sama keadaan, jangan dipendam sendirian. Seperti halnya bahagia, kamu juga berhak bersedih
“Bagaimana kalau anak sakit? Bagaimana obat? Bagaimana dokter? Bagaimana rumah sakit? Bagaimana uang? Bagaimana gaji? Bagaimana pabrik? Mogok? Pecat! Mesin tak boleh berhenti. Maka mengalirlah tenaga murah. Mbak Ayu Kakang dari desa. Disedot sampai pucat”
.
— Wiji Thukul
Teruntuk pencinta sepak bola, pencinta K-Pop, akun anon, mas-mas dan mbak-mbak cringe, akun open BO, pemburu giveaway, dsb, bersatulah. Kepentingan buruh adalah kepentingan kita juga. Malam ini adalah bukti bahwa rakyat tidak diwakili oleh dewan, melainkan oleh rakyat itu sendiri