This is Damascus, the capital of my country.
Israel bombed it less than a year ago, despite the fact that not a single shot had been fired at Israel from Syria for over 60 years.
This had nothing to do with Iran, Hezbollah, or Hamas. It was part of Israel’s efforts to interfere in the country’s internal affairs and keep it divided and weak.
So when Israelis claim that Israel does not attack those who do not attack it, Damascus proves otherwise.
Harusnya kabinet itu diisi orang2 cerdas spt ini..
Orang2 yg berpikir berdasarkan data, penelitian & pemikiran yg tajam...
Enak dengerinnya, setiap kata, kalimat, penjelasan itu jelas & rinci.
Ga percuma negara memberikan beasiswa LPDP pd blio.
Yg percuma adl, udh bayar LPDP tp penelitian, telaah, & kecerdasan orang ini tidak dimanfaatkan dg baik.
Justu lebih berpihak pd rente.
Skrg smua yg sdh dipaparkan dlm penelitian sudh terbukti.
Tapi tetap, pemerintah tidak ingin melakukan evaluasi.
Betul yg dikatakan, they don't listen
Kt orang Jawa: mbudegi! Dengar tp pura2 ga dengar. 😤
Beginilah salah satu cara BGN merampok Negara lewat program MBG :
1) desain awal : MBG diperuntukkan utk yang membutuhkan, yaitu orang miskin dan Ibu hamil, menyusui, dan balita, terutama di daerah 3 T (terpencil, tertinggal, dan termiskin). DIUBAH oleh BGN menjadi semua anak-anak dan Ibu2 agar penerima manfaat (PM) naik menjadi lebih 2 kali lipat (82 juta).
2) Dapur : awalnya satu dapur dirancang melayani 3.000 porsi (PM) per hari dg standar dapur yg ketat DIUBAH oleh BGN menjadi tdk ada batasan bawah dan tdk ada standar dapur. Ini karena BGN jualan dapur. Jumlah dapur (SPPG) membengkak dari kebutuhan ril sktr 15.000 dapur melonjak mendekati 30.000. Saat ini dapur yg sudah dibagi-bagi (diperjual-belikan oleh BGN) mendekati 27.000 dapur. Info yang ada bahwa dari jumlah dapur yang sudah “dibangun” sudah kelebihan mendekati 7.000 dapur. Artinya sdh terjadi pemborosan atau perampokan uang rakyat dari kelebihan dapur saja sktr Rp 300 milyar per hari !!!
Bahkan selain itu juga ditemukan adanya ratusan dapur fiktif. Uang yang dirampok dari SATU dapur fiktif sktr Rp 45 juta per hari !!!
3) pelaksana : awalnya dirancang dapur dimiliki oleh yayasan pendidikan, kesehatan, dan agama DIUBAH menjadi bebas. Maka pemilik dapur adalah yayasan yg dibentuk oleh mereka yg dekat dg pejabat BGN.
4) anggaran : awalnya dirancang dg pola Rp 15.000 per porsi dg rincian Rp 10.000 utk makanan, Rp 2.000 utk sewa sarana prasarana, Rp 3.000 utk overhead dan keuntungan DIUBAH menjadi insentif Rp 6.000.000 perhari per dapur ditambah dg biaya makan dan overhead Rp 13.000 per porsi. Kalau dapur hanya melayani 300 porsi, artinya dapur menerima Rp. 23.000 per porsi sementara utk makanan hanya Rp 10.000.
5) pembayaran. Kontrak antara pemilik dapur dengan BGN dilakukan untuk 2 tahun, artinya tiap dapur langsung menerima jaminan penerimaan sktr Rp 4,4 milyar (insentif Rp 6.000.000 per hari (diluar keuntungan dan overhead Rp 3.000 per porsi). Sementara dg standar dapur yg awalnya ketat menjadi “bebas” maka investasi hanya sktr Rp 750 juta - artinya balik modal tdk sampai setahun (hanya dari insentif sdh menerima skt Rp. 2,2 milyar per tahun)
Dengan gambaran tersebut maka disimpulkan :
1) segera moratorium progam MBG dan tata ulang seluruh pelaksanaannya serta prioritasnya.
2) tangkap semua perampok uang negara lewat MBG - termasuk pemilik dapur yg lewat kongkalikong.
3) abaikan protes pemilik dapur yg jelas sudah merugikan negara lewat program MBG.
Jika ini dilakukan, perkiraan saya APBN bisa dihemat sktr Rp 150 trilyun atau bahkan lebih !!!!
Makin keliatan borosnya,
Ibarat mesin muahal tapi produksi minim.
Jika setiap masalah adalah kursi kosong untuk dibagi, ada lembaga dan pengawas yg mesti dibiayai. Inilah mesin yg saya maksud.
Bikin program penuh masalah aja terus?!
Wait, kalau penghentian MBG selama libur sekolah bisa menghemat Rp3,45 triliun, artinya penghematannya hanya Rp215 miliar per hari sekolah.
Padahal, kalau anggaran MBG biaya normalnya sekitar Rp1,2 triliun per hari sekolah, kenapa yang “hemat” cuma Rp215 miliar per hari?
Selisih hampir Rp1 triliun per hari itu ke mana?
Jangan-jangan selama ini sekitar 1 triliun per hari dana MBG habis terserap untuk operasional SPPG 🙄
@liputan6dotcom Si Bahlul kecanduan judol, dia bangga menang 300 rebu. Koar koar ke semua orang. Padahal tempo hari abis gade motor 10jt belum ketebus buat depo.
@tyaaassh Cadangan BB mungkin byk, tapi patokan harga terlalu rendah utk keb domestik, sementara harga global tinggi karena sebelumnya sempat ditahan dibuatkan kebijakan ekspor 1 pintu. Rupiah melemah - Simeleketek
@penduduk_lokal_ 😎 bro tempatku mati lampu
😁 udah brp lama?
😎 udah 2 jam
😁 ya udah tar 3 jam lagi gw ke rumah u
😎 ngapain?
😁 ya jaga² klo dapet giliran
😎 ....
Permasalahan saat ini juga tdk lepas dr ambisi elektrifikasi. Demi genjot pertumbuhan target 35kMW PLN mesti kontrak ToP ke IPP, yg nyaris bikin bangkrut PLN.
Ketika tak sesuai proyeksi dinego ulang, tentu bkn brarti tanpa konsekuensi.
Apalagi ketika rupiah melemah, BB melambung
Baca di sini: https://t.co/nIY4PyJMK1
Ambisi pemerintah untuk menggeber era elektrifikasi di sektor otomotif nasional tampaknya masih membentur tembok besar yang bernama ketahanan energi.
~DA #Indonesia#EraElektrifikasi
@txtdrimedia Lebih membagongkan lagi berita2 seperti ini sudah cukup lama.
Bang @f_fathur mungkin lebih paham PLTU mana saja yg sudah memakai BB kalori rendah.
https://t.co/W5BupRsFWh
Suka duka @_pln_id & saya 3 hari ini :
- Lusa kemarin, di jogja, lampu mati, okedeh besok aja kerjanya di jateng sekalian balek
- Kemarin, di jateng, mati okedeh besok aja kerjanya adem2 di tawangmangu
- Hari ini, di tawangmangu, baru 30 menit kerja, MATI LAGI COK
BANGSAAAATTTT MBOK KON PIE IKI BJIRRR???
Benjamin Netanyahu is now holding the world hostage and openly admits he will not comply with any peace deal, instead moving forward with his Greater Israel agenda.
Netanyahu says he wants to control all of Gaza and will continue the war in Lebanon.
"We do not leave as long as Israel’s security arrangements are not in place."
It's time for Benjamin Netanyahu to be arrested.
Mengapa penahanan Roy Suryo dan Tifa itu adalah kesalahan penerapan hukum? Ini sudah saya bahas tuntas dengan Refly Harun. Dan preseden ini kalau dibiarkan akan membuat Indonesia bukan lagi negara hukum, tapi jadi negara kekuasaan. Hukum mengikuti kehendak Penguasa. Hukum hanya jadi alat pesanan yang punya kuasa atau kekayaan. Sekarang Indonesia sedang diuji. https://t.co/UvPHNVtc7F