Seseorang bertanya kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a : " Ya Ali, kulihat sahabat-sahabatmu begitu setia sehingga mereka banyak sekali. Berapakah sahabatmu itu? ". . Sayyidina Ali menjawab : " Nanti akan aku hitung setelah aku tertimpa musibah "
Seseorang bertanya kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a : " Ya Ali, kulihat sahabat-sahabatmu begitu setia sehingga mereka banyak sekali. Berapakah sahabatmu itu? ". . Sayyidina Ali menjawab : " Nanti akan aku hitung setelah aku tertimpa musibah "
Khotbah Sholat Jumat tadi,
"Hadirin sidang Jum'at yg pura2 bahagia, hendaklah kita menjadi manusia yg ikhlas, ikhlas saat menjalani cobaan, ikhlas saat diuji mslh rezeki, ikhlas saat dia belum bisa melupakan masa lalunya, dan ikhlas saat melihat dia jalan bersama pilihannya.." 🙄
Dari kemenangan Spanyol kita belajar bahwasanya Kemenangan ada bagi mereka yang bersungguh-sungguh. Termasuk dalam hal jodoh, sayange aku kalah terus ra tau menang-menang.
Khotbah Sholat Jumat tadi,
"Hadirin sidang Jum'at yg pura2 bahagia, hendaklah kita menjadi manusia yg ikhlas, ikhlas saat menjalani cobaan, ikhlas saat diuji mslh rezeki, ikhlas saat dia belum bisa melupakan masa lalunya, dan ikhlas saat melihat dia jalan bersama pilihannya.." 🙄
Repost utk anak2 muda yg tanya apa maksud saya dgn "wisdom without fear". Intinya: menyuarakan kebenaran lebih nikmat dari mengejar kekuasaan. You should try it too. Boleh disebar.
Jangan terkecoh framing, bahkan dari majelis hakim, seolah mereka amatiran dan ceroboh, hanya untuk memutus rantai komando dan melindungi para pengecut yang pangkatnya lebih tinggi.
Ini sih biadab & tdk bermoral. Bukannya mengutuk penyiraman air keras ke warga sipil, tapi justru menyayangkan cara menyiramnya yg tdk profesional. Kalian semua benar2 biadab! Dan kita mesti sadar bahwa kita sdg tinggal di negara sakit.
Apakah ini fakta tindakan hakim di persidangan? Ataukah hanya rekayasa AI? Saya tak sempat nonton sidangnya. Kalau benar ini atraksi hakim di persidangan: Duh Gusti, mengapa dunia peradilan kita begini?
Innalillahi wa Inna ilaihi rojiuun.
Saya baru dapat postingan Fufufafa yang ini.
Sejahat dan sebrutal ini penghinaan Fufufafa kepada Presiden @prabowo dan putranya mas Didiet.
Kita sudah tahu siapa pemilik akun Fufufafa ini, tidak usah tedeng aling-aling.
Kenapa dibiarkan oleh negara?
Beras bantuan dengan foto Presiden Prabowo di karung itu menunjukkan bagaimana negara masih memperlakukan warga korban bencana ekologis seolah sebagai "objek propaganda", bukan sebagai pemegang hak.
Bantuan yang bersumber dari APBN ditempeli wajah satu orang, seolah datang dari kemurahan hati pribadi, bukan dari uang rakyat dan kewajiban konstitusional negara. 🤬
https://t.co/WoBzUKXe7X