Kalau saya jadi Presiden, seorang Salsa ini akan saya angkat sebagai Penasihat Kepresidenan. Dan tidak perlu dijelaskan alasannya. Karena kita semua sudah tahu dari konsep konsep dan cara berpikirnya yang sangat cerdas dan baik untuk bangsa ini.
Teman2, kalau gak perlu gak usah keluar terutama malam ini
Besok kalau masih beraktifitas, cek rute di gmap, pastikan tidak ada yg aneh atau jalan ditutup, cek info twitter
Hindari kontak dgnnorg tak dikenal
Awasi lingkungan dan sesama warga
Jangan termakan ajakan demo
STOP IKUTAN DEMO
biarkan provokator merusak sendiri, jangan mau jadi kambing hitam
@ListyoSigitP silahkan babat anggotamu yg main kotor, RAKYAT tiarap!!!
๐๐ข๐ฅ๐๐๐ฆ๐ ๐ง๐ข๐ง๐๐ ๐ ๐๐๐ก๐ ๐๐๐๐จ๐๐ฆ๐๐๐กโฆ
Korban telah jatuh (lagi).
Pengemudi ojol, pembayar pajak, tewas dilindas oleh kendaraan rantis satuan Brimob Polri. Di batin rakyat masih tersimpan Tragedi Kanjuruhan yang memilukan.
Kendaraannya, gaji personilnya, tanda pangkatnya, kantornya, senjatanya dan pelurunya, gas air mata; seluruhnya dibeli dengan uang pajak.
Polisi, sebagaimana politisi, bukankah seharusnya menjadi pelayan (dan pelindung) rakyat yang membiayai mereka?
Statement petinggi polisi dan petinggi negara, sejauh ini masih seputar penanganan perkara sebagai pelanggaran protap.
BUKAN!! Ini bukan semata pelanggaran protap. Ini adalah buah dari cara pandang kekuasaan yang telah jauh menyimpang. Tak hanya di kepolisian, tetapi di banyak lini bernegara.
Yang diperlukan adalah koreksi total, untuk meluruskan makna kekuasaan.
Kekuasaan itu titipan rakyat untuk melayani dan melindungi pemiliknya. Bukan kesempatan untuk bagi-bagi, melayani diri sendiri, apalagi mencuri!!
Kekuasaan bukan untuk diagungkan, dibanggakan, dipegang kuat-kuat, seraya berjoged-joged mengabaikan suasana batin rakyat.
Bukan pula untuk dijaga sampai harus menindas dan membunuh rakyat, pembayar semua ongkos bernegara.
Saatnya KOREKSI TOTAL atas cara pandang dan cara mengurus kekuasaan. Sekarang!!!
JANGAN BAKAR FASUM !!!
JAGA FASUM JANGAN SAMPAI DIRUSAK !!!
JANGAN MENJARAH !!!
Kalau kalian bakar fasum, ikut menjarah, maka kalian adalah MUSUH RAKYAT!!!
Tidak ada bedanya dengan #PolisiPembunuhRakyat
PAHAM???!!!!
Momen warga dengan Penghasilan tidak tentu , tidak punya tunjangan , tidak punya pensiunan ( Supir ) berbagi rezeki dengan oknum yang sudah digaji oleh Negara.
Dukung Pak Said Didu, gaes ..
Ramaikan Tagar:
#SaveSaidDidu#SaveSaidDidu#SaveSaidDidu
Semoga Allah SWT selalu melindungi beliau .. Aamiin ya Rabbalโalamin ..
Mohon Doa & Dukungan nya๐๐ป
https://t.co/bLHerpIPhc
Said @msaid_didu menyuarakan "rasa" ketidakadilan dlm pembebasan tanah PIK 2 di Banten. Karena PIK 2 dijadikan Proyek Strategis Nasional (PSN) harga/pengganti tanah hanya sekitar Rp 50.000/M2. Sementara petugas yg membebaskan/meratakan tanah bisa minum es yg sekali beli seharga 100.000,-
Said Didu dilaporkan Polisi dan tgl 19/11/24 ini dia dipanggil ke Polisi utk diperiksa. Menindaklanjuti laporan adalah tugas polisi agar semua clear. Tetapi keadilan dan kebebasan beraspirasi dan mengritik spt yg dilakukan Didu adalah hak konstitusional.
Jadi Polisi hrs profesional menangani pengaduan ini. Tidak semua laporan hrs dijadikan kasus pidana.
Salah satu isi pidato Presiden Prabowo, "Jgn halangi aspirasi masyarakat, intelijen tak boleh menginteli rakyatnya krn tugas intel adl mengintelu musuh negara.
Untuk mengetahui kasus Tom Lembong politisasi atau pesanan Raja Jamet maka jika kasus dibawah ini tidak diusut
~ Impor Gula Zulhas
~ Impor Minyak Goreng Airlangga
~ BTS Dito Ariotedjo
~ Kuota Haji Yaqut
~ Kardus Durian Imin
~ Izin tambang Bahlil
Maka benar Kejagung tidak murni menegakkan hukum, jangan tebang pilih