POLICE TIDAK BISA DI PERCAYA
Ternyata selama ini kita dikibuli dengan kata-kata PTDH Seorang perwira menengah di Polda Jambi yang pernah menjalani hukuman pidana dalam kasus pemerkosaan kembali aktif berdinas sebagai anggota Polri.
Berdasarkan salinan putusan Mahkamah Agung (MA), perwira tersebut berinisial RC. Saat ini, RC berpangkat Komisaris Polisi (Kompol) dan menjabat sebagai Pamen Rorena Polda Jambi.
Dalam Putusan MA Nomor 93 PK/Pid/2010, RC dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap seorang perempuan yang berada dalam kondisi tidak berdaya.
Atas perbuatannya, RC divonis empat tahun penjara pada 14 April 2008. Namun, putusan tersebut baru dieksekusi pada Januari 2022 oleh Kejaksaan Negeri Banjarmasin.Eksekusi dilakukan oleh tim jaksa eksekutor Kejari Banjarmasin bersama Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan yang dipimpin Asisten Intelijen Kejati Kalsel Abdul Rahman. RC dijemput dari Polda Jambi untuk menjalani hukuman.
Kembali Aktif dan Dimutasi Jabatan Setelah menjalani masa pidana, RC kembali aktif sebagai anggota Polri. Hal itu tercantum dalam Surat Telegram Kapolda Jambi Nomor KEP/78/III/2026 tertanggal 13 Maret 2026 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polda Jambi Dalam surat telegram tersebut, RC dimutasi dari Pamen Yanma Polda Jambi menjadi Pamen Rorena Polda Jambi.
Menanggapi hal itu, Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munaji, mengaku masih melakukan konfirmasi kepada Bidang Propam terkait riwayat kasus yang menjerat RC. "Yang bersangkutan ya, dia di Pamen Rorena Polda Jambi.
Tetapi untuk kasusnya, saya tidak tahu, saya cari tahu ke Propam dulu ya," kata Erlan saat dikonfirmasi, Kamis (4/6/2026). Kasus Terjadi pada 2005 Berdasarkan putusan MA, perkara yang menjerat RC bermula dari peristiwa yang terjadi pada November 2005 di Jakarta Selatan.
Korban diketahui merupakan istri rekan kerja RC saat yang bersangkutan masih berdinas di Polda Kalimantan Selatan. Sumber artikel: https://t.co/85pBnnI4Zf.
Kesaksian Istri Dari Pelaku Yang Menjadi Dpo Kasus Curanmor, Ketika Di Bawa Polisi Dengan Keadaan Sehat Begitu Pulang Sudah Tak Bernyawa. Keluarga Menyesalkan Kejadian Tersebut..
Tangis seorang istri yang baru nikah suaminya meninggal di ambil nyawanya oleh polisi,
Seorang bocah laki-laki berusia 7 tahun di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, menjadi korban penculikan yang berujung maut. Pelaku sempat meminta uang tebusan sebesar Rp 200 juta kepada keluarga korban, namun korban ditemukan meninggal dunia sebelum tuntutan tersebut dipenuhi.
Korban dilaporkan hilang pada Senin (1/6) saat bermain di depan rumah. Menurut keluarga, pelaku diduga telah berada di sekitar lokasi sejak siang hari dengan mengenakan atribut ojek online sehingga tidak menimbulkan kecurigaan. Korban yang gemar memancing diduga mengikuti ajakan pelaku untuk pergi memancing.
Malam harinya, keluarga menemukan pesan berisi permintaan tebusan Rp 200 juta yang ditulis di selembar kardus. Keluarga diminta menyerahkan uang sebelum pukul 22.00 WITA, namun tuntutan itu belum sempat dipenuhi.
Pada Selasa (2/6), Polda Kalimantan Timur dan Polres Kutai Timur berhasil menangkap pelaku di Balikpapan Barat. Polisi menduga motif penculikan berkaitan dengan ekonomi karena pelaku mengetahui orang tua korban memiliki sejumlah uang dan berniat menjadikan korban sebagai alat untuk meminta tebusan.
Berdasarkan keterangan pelaku, polisi kemudian melakukan pencarian dan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia di sebuah parit berair di kawasan Bukit Pelangi, Sangatta. Hasil autopsi menunjukkan korban meninggal akibat mati lemas karena air masuk ke saluran pernapasan. Penyidik juga menemukan indikasi adanya kekerasan sebelum korban dibuang.
📸: Dok. kumparan, Istimewa.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: newsupdate | update | news | videonews | R176 | E164 | V200
#bicarafaktalewatberita #kumparan
Stop wak....✋️✋️✋️
Kalian harus lihat ini 😭
Kemarin, 02 Juni 2026. Warga sipil di intan jaya menemukan salah satu BOM di depan gereja sion. Menurut warga, BOM ini dipasang oleh Militer indonesia di depan salah satu gereja. Sampai saat ini warga sipil belum tahu alasan pemasangan BOM ranjau di depan Gereja.
Source: degeipouga18
Mantan IRT dianiaya di depan ibu kandungnya oleh majikan.
Dimana hati nurani mu Bu,
Jangan mentang-mentang loe kaya,seenak tangan mu memukul orang yang tak berdaya
😡😡😡
Mengamuk Bawa Celurit, Pria di Gumukmas Lukai Karyawan Penyedia Internet
Seorang pria berinisial MA (41) diamankan petugas gabungan dari Polsek Gumukmas dan Polsek Kencong setelah diduga melakukan pembacokan terhadap seorang karyawan penyedia layanan internet (wifi) di Jalan Raya Desa Gumukmas, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, Kamis (4/6/2026) sore.
Akibat kejadian tersebut, korban bernama Joni (41), warga Kecamatan Kencong, mengalami luka pada bagian punggung dan siku akibat sabetan senjata tajam jenis celurit yang diduga digunakan pelaku.
Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV) yang beredar, pelaku terlihat bertelanjang dada dan hanya mengenakan celana pendek. la tampak berteriak-teriak sambil mengayunkan celurit secara berulang kali ke arah sejumlah karyawan yang berada di lokasi.
Tidak hanya menyerang korban, pelaku juga diduga sempat mengejar beberapa karyawan lainnya. Sekitar enam orang karyawan terlihat berlarian keluar dari kantor untuk menyelamatkan diri dari amukan pelaku.
Kapolsek Gumukmas, Iptu Edi Santoso, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, petugas telah mengamankan pelaku beserta barang bukti berupa sebilah celurit.
2 Preman Lontong Pelaku Penganiayaan Pasutri Ditangkap 🇮🇩
Dalam waktu singkat, dua pria yang diduga melakukan penganiayaan terhadap pasangan suami istri (pasutri) berhasil diamankan oleh Tim JCS dan Resmob Polrestabes Medan yang berkolaborasi dengan TRC.
Proses penangkapan berlangsung cukup dramatis karena kedua pelaku disebut sempat melakukan perlawanan saat hendak diamankan petugas.
Selain mengamankan kedua pelaku, petugas juga menyita barang bukti berupa benda yang menyerupai pistol untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.
Suami Istri Dianiaya Para Preman di Terowongan Tembung, Saat Ada Tawuran. Kondisi Si Istri Lagi Hamil Muda dan ada senjata rakitan diakhir video.
Lokasi kejadian diterowongan tembung
Israel is doing to Lebanon what they did to Gaza…
A FATHER AND SON KILLED FOR WALKING HOME.
They didn't carry weapons; they carried memories and a simple dream of going home.
Inilah lima prajurit TNI AL yang menganiaya seorang GURU di Melonguane, Talaud.
Padahal tanpa GURU kalian berlima gak mungkin akan menjadi seorang prajurit TNI !
Baru Cincha Laura Kiehl artis yg brani nyenggol kebijakan pemerintah yg morat-marit ky ranjang Teddy.
Dia tegas menyuarakan kesejahteraan & keadilan rakyat yg TIDAK merata sejak kepemimpinan badut gemoy
Artis lainnya masih aman dan tenang berlindung dibalik lagu ok gas.. ok gas...
Seorang anak perempuan Iran berusia tiga tahun mengadu kepada mendiang ayahnya yang gugur akibat pemboman Amerika Serikat, bahwa dia tidak bisa lagi bermain bersamanya:
'Ayah! Aku tidak minta banyak. Aku hanya ingin bermain denganmu. Ya Tuhan, bantulah aku!'
Hanya Karena Cemburu & Salah Sasaran, Oknum TNI AL Tega Hajar Remaja 19 Tahun Menggunakan Selang ditendang dan dipukul berulangkali!
Oknum TNI AL Hajar Anak 19 Tahun Hingga Babak Belur. Warga Kelurahan Dawuhan, Kecamatan/Kabupaten Situbondo Sabtu lalu (30/5) sekitar pukul 13.00.
Dua mantan Menteri Pertahanan China, Wei Fenghe dan Li Shangfu, dijatuhi hukuman mati, pada Kamis (7/5/2026).
Wei terbukti menerima suap, sementara Li terbukti menerima sekaligus memberi suap terkait pengadaan militer dan persenjataan.
Pemerintah China menyatakan keduanya tidak akan mendapat pengurangan hukuman maupun pembebasan bersyarat, dan seluruh harta pribadi mereka disita negara.
Dalam sistem hukum China yang berlaku sejak 2016, tindak korupsi di atas 3 juta yuan (sekitar Rp7,8 miliar) adalah kejahatan luar biasa yang dapat dijatuhi hukuman mati.
Vonis ini merupakan bagian dari kampanye pemberantasan korupsi yang diperintahkan Presiden Xi Jinping sejak 2012.
Presiden Xi menyerukan agar seluruh pejabat dan perwira militer menjadikan kasus ini sebagai pelajaran dan peringatan keras bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum di China, setinggi apa pun jabatan mereka.