Oh ternyata selain untuk nepatin janji kampanye Florentino Perez, ini juga buat ganggu Barcelona yang juga mau Julian Alvarez.
Perez ingin kirim pesan, bahwa jika mereka mau datengin Julian Alvarez juga, mereka harus siapin paling minimal β¬150 juta. Dengan Real Madrid bikin official statement publik di angka β¬150 juta, mereka essentially set the floor buat semua pesaing, termasuk Barca yang masih struggling dengan finansial dan aturan La Liga spending.
Selain itu, ini adalah langkah catur Florentino Perez untuk expose inkonsistensi Atletico di depan publik. Atletico dari awal bilang mereka butuh minimal β¬150 juta untuk mempertimbangkan lepas Alvarez. Madrid memyanggupi itu dan lepas official bid β¬150juta sesuai yang diinginkan Atletico, tapi ternyata tetap ditolak juga da gak tepatin janjinya, malah balik nyuruh untuk ikuti release clause-nya aja yang dimana adalah β¬500 juta.
So, Itβs a calculated move. Perez is playing war psychology terhadap para lawan-lawannya, dan banyak orang gak notice soal ini.
Orang sering lupa bahwa Florentino Perez adalah seorang politisi. Gue juga awalnya kaget dengan langkah ini, tapi setelah dicerna lebih tenang, polanya keliatan. Karena gue yakin orang kayak dia ini, gak mungkin bergerak tanpa kalkulasi. Pasti ada alasan di balik setiap langkah yang dia ambil.
Guys, kalian tau Aldi Taher kan.
Yang komen-komen random di mana-mana.
Yang tiba-tiba nongol di postingan orang dengan Aldis Burger Cempaka Putih, rotinya lembut, dagingnya juicy, bisa pesan online.
Yang diblok Deddy Corbuzier.
Yang bikin grup WhatsApp mantan istri tapi yang ngobrol dia sendiri.
Ya.
Orang itu.
Dan gue baru tau satu hal soal dia yang bikin gue diem sebentar.
Istrinya Salsa Billy cerita soal momen pertama dia sadar Aldi itu orang yang layak dijadiin suami.
Bukan waktu Aldi ngasih bunga.
Bukan waktu dia romantis-romantisan. Bukan waktu dia kaya atau terkenal.
Tapi waktu Salsa pertama kali datang ke rumah Aldi dan lihat satu hal
Aldi lagi mandiin ibunya.
Gantiin pampers.
Dan Salsa bilang
Waktu itu aku belum pernah lihat laki-laki kayak gitu. Yang beneran oh, kayaknya nggak salah nih.
Dan ini yang bikin gue mikir.
Di luar sana Aldi Taher dikenal sebagai orang yang absurd.
Yang random.
Yang bikin orang ketawa sekaligus geleng-geleng kepala.
Tapi di rumah dia yang nyuci,
yang urus anak
yang ingetin istri buat nggak marah ke anak dengan cara kasar,
yang bilang salah nggak salah, minta maaf aja,
kita dapat pahala juga.
Nggak ada kamera.
Nggak ada penonton.
Nggak ada yang tepuk tangan.
Dan mungkin itu yang paling langka dari seorang laki-laki
Baik bukan karena dilihat.
Tapi karena emang begitu orangnya.
Salsa juga cerita awal nikah lagi COVID.
Nggak ada syuting.
Uang tipis.
Mereka buka barbershop.
Buka mie ayam.
Aldi sendiri yang nyukur rambut temennya buat bertahan hidup.
Dan sekarang burger Cempaka Putihnya viral gara-gara dia komen random di mana-mana dengan cara yang orang bilang "nggak ada konsepnya."
Tapi Aldi sendiri bilang "Konsepnya Allah."
Gue nggak tahu apakah itu wisdom atau dia emang nggak bisa jelasin konsepnya.
Mungkin dua-duanya.
Tapi satu hal yang gue yakin orang yang di puncak kesibukan hidupnya masih mandiin ibunya sendiri, itu bukan orang yang perlu kita ragukan karakternya.
Sisanya biar Allah yang urus.
Ada fenomena yg namanya football tourist dan the echo chamber of travel. Orangnya memang jalan2 jauh ke berbagai stadion di Eropa.
Tapi itu nggak menjamin mereka punya kapasitas intelektual dan nyambung secara emosional dgn realitas sosial di balik pertandingan2 yg mereka tonton.
Cuma pindah raga doang sambil bergenit2 bikin konten dan pamer di medsos. Tapi tetap gagal melakukan perpindahan perspektif.
"Pemain nggak sempat nakal" ini skrng sudah jadi semacam inside joke bagi orang2 yg berada dalam atmosfer DBL.
Guyonan ini populer di kalangan pelatih, pemain, dan mantan pemain DBL. Sebab, pemain benar2 merasakan bahwa menjelang kompetisi DBL, energi pemain benar2 habis untuk berlatih, bertanding, dan menjunjung nama baik tim sekolah.
Salah satu keberhasilan terpenting DBL menurutku adalah ikut andil dlm menciptakan lingkungan yang terstruktur, berorientasi tujuan, dan menanamkan disiplin yang tinggi. Jadi, peluang remaja yg ikut dlm kompetisi DBL utk melakukan penyimpangan kepada kegiatan2 negatif menjadi sangat terdeduksi.
dari sudut pandangku sbg dosen FEB...
dan orang yang sering naik @asdp191 merak-bakauheni PP.
kemudian setelah melihat view dari sejawat lain,
saya merasa,
kasus ini mempertontonkan kepada kita,
tentang kekeliruan besar negara,
dalam memperlakukan risiko bisnis di BUMN,
setiap keputusan yang salah atau merugi langsung dicurigai sebagai korupsi.
padahal dalam dunia usaha,
rugi itu bagian dari risiko yang wajar selama tidak ada niat memperkaya diri...
(inilah celah hukum nya, niat itu didalam hati.. wujudnya adalah tindakan yang dilakukan...)
KPK tetap harus dihormati dan proses hukum wajib kita ikuti,
tapi penting diingat bahwa mempidanakan kesalahan manajerial justru membuat direksi BUMN takut mengambil keputusan strategis,
dan akhirnya direksi memilih aman,
jadi lamban,
dan birokratis.
mari kita samaΒ² berikan dukungan kepada Dr. Ira Puspadewi, alumnus Faperta UB & Filsafat UI.
beliau adalah manajer publik yang mengambil risiko tanpa menikmati keuntungan pribadi,
sudah seharusnya dinilai dengan ukuran kinerja dan tata kelola bisnis, bukan semata pendekatan pidana.