meski gue hopeless romantic level akut, gue nggak akan nganggep seorang cowo baper sama gue kecuali dia bilang sendiri scr langsung bahwa, "CHELL, LU PEKA DIKIT NAPA SIH. GUE SUKA SAMA LU ANJER." gitu
suka sama seseorang dan siap menjalani relationship itu dua hal yang berbeda. you can genuinely love someone, but still not have the emotional capacity to build something healthy
anyway soal bicara di depan cermin...
flashback tahun 2023 ketika Najwa Shihab buat acara dialog publik dgn 3 bacapres waktu itu di UGM
ada sesi bacapres refleksi & bicara depan cermin
dari 3 bacapres, cuman Prabs yg menolak ngomong di depan cermin
Setuju, bawa tumbler bisa refill air. Tapi marketing tumbler mahal bisa awet panas dingin seharian ga akan ngefek di gue karena gue kayaknya ga akan di skenario diemin minuman sampe seharian. Ga sampe sejam jg udah kosong.
pernah denger "in your 30s, midnight phone calls are almost never a good sign." your friends are busy no matter what they do in life, telfon kangen2an udh unlikely. jadi kalo ada telfon dadakan malem2 "takutnya" someone got really sick, got into an accident, or worse....just died
For some reason, this made me think of the quote “In Islam, it’s actually hard to go to Hell. So if you end up there, it’s literally a skill issue.” 🥹
Beneran Allah tuh baaiiikkkk bangeeettt :’)
JIKA TERJADI DI 2029 MAKA SKEMANYA:
Si Adek (Kaesang) main di LEGISLATIF,
Si Kakak (Gibran) di EKSEKUTIF,
Sisa nunggu aktor yang kontrol di YUDIKATIF 😹😹
Maka 'Trias Politica' hanyalah tinggal nama 😹😹🫵🫵
utk semua perempuan, please don't underestimate urself yaa🙁 jangan takut utk bermimpi setinggi-tinggi nya, u r really deserve to have a big dreams than u think. krn kiblat perempuan ada pada agama, mimpi, dan pendidikan nya💗
Sis, i learned the hard way klo ga ada satu pun; gue ulangi: ga ada satu pun—baik itu janji, komitmen, karir, kecantikan, kekayaan, agama, yg mencegah laki jd brengsek. They will, if they want. It’s more important to have mitigation SOP when it happens to the best of us :((