Serangan Israel dan Amerika kepada Iran yang terjadi pada Sabtu (28/2/2026), ternyata pernah diramalkan seorang budayawan Muhammad Ainun Nadjib atau Cak Nun pada 2012 atau 14 tahun silam. Kala itu, Cak Nun menjadi pembicara di di Masjid Agung "Masjid Raya" Klaten pada tabligh nusantara Islam menolak segala bentuk kekerasan pada 22 Februari 2012.
Cak Nun memprediksi bahwa negara Arab Saudi akan membela Israel dan Amerika pada perang tersebut. Ia berharap agar Indonesia bisa mengantisipasi adanya provokasi dari luar maupun dari kebodohan yang berasal dari dalam negeri.
Simak berita selengkapnya di https://t.co/12KzHzegth, BeritaSatu TV, YouTube BeritaSatu dan unduh aplikasi BeritaSatu di iOS dan Apps Store!โฃ
#BeritaSatu #SaatnyaMajuBersama #CakNun #PrediksiCakNun #Maiyah
Ketika Allah yang Mencari
โAkulah para pencari-Mu, ya Allahโ โ lirik lagu Ungu itu menggema di hati banyak orang. Betapa indah membayangkan diri sebagai musafir yang berjalan di padang luas kehidupan, menelusuri jejak menuju Sang Kekasih. Kita memohon, kita mengetuk, kita berlari, berharap menemukan Dia di balik kabut takdir.
Namun, pernahkah kita merenung bahwa ada kisah yang lebih dahsyat dari sekadar manusia mencari Tuhan? Bahwa ada hamba-hamba tertentu yang justru Allah-lah yang mencari mereka. Para pecinta biasanya mencari yang dicinta, tapi dalam cinta Ilahi, terkadang Sang Kekasih yang lebih dahulu mendekat, mengetuk hati, dan menyingkap tabir rahasia.
Ibn โAแนญฤโillฤh as-Sakandarฤซ mengajarkan,
ุฅูุฐูุง ููุชูุญู ูููู ููุฌูููุฉู ู ููู ุงูุชููุนูุฑูููู ููููุง ุชูุจูุงูู ู ูุนูููุง ุฃููู ููููู ุนูู ูููููุ ููุฅูููููู ู ูุง ููุชูุญูููุง ูููู ุฅููููุง ูููููู ููุฑููุฏู ุฃููู ููุชูุนูุฑูููู ุฅููููููู
Jika Allah membukakan bagimu satu
jalan untuk mengenal-Nya, maka janganlah resah jika amalmu terasa sedikit. Sebab, Dia tidak membukanya kecuali karena Dia ingin memperkenalkan diri-Nya kepadamu
Kalimat ini mengguncang kesadaran. Betapa sering kita mengukur hubungan dengan Allah lewat hitungan amal, jumlah rakaat, panjang wirid, atau banyaknya sedekah. Padahal, di balik segala hitungan itu, ada satu rahmat agung yang tidak pernah bisa kita pesan atau rencanakan: dibukanya pintu maโrifat.
Itu adalah undangan langsung dari-Nya. Bukan hasil tawar-menawar, bukan sekadar upah dari jerih payah. Ada hamba yang tak menonjol di mata manusia, amalnya sederhana, doanya lirih, tapi hatinya tiba-tiba tercerahkan โ karena Allah ingin dikenal olehnya.
Maka, jika suatu hari dada terasa lapang saat mengingat-Nya, air mata menetes tanpa sebab ketika nama-Nya disebut, atau hati tenang meski dunia berguncang, ketahuilah: itu bukan kebetulan. Itu tanda Dia sedang mendekat. Itu pesan cinta yang dibisikkan ke relung jiwa: Aku mencarimu
Dan di titik itu, kita belajar bahwa perjalanan menuju Allah bukan hanya soal kaki yang melangkah, tapi hati yang dijemput. Bukan hanya soal kita mencari, tapi soal merasakan ketika Dia sendiri yang mendatangi
Allah Karim ๐๐ป
Tabik,
Nadirsyah Hosen