Dlm unjuk rasa 'No Kings', Senator AS Bernie Sanders mengatakan Presiden AS Trump dan Perdana Menteri Israel Netanyahu telah menyeret Amerika Serikat ke dalam perang yg tidak konstitusional dengan Iran, dan menggambarkannya sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional.
Iya ya, dua bocah degil doyan flexing ini kemana ya kok ngilang?
Kalau KPK kesulitan menghandle urusan flexing mereka, bagaimana kalau bocah-bocah ini DINEPALKAN aja?
Pesan dari Panglima Brigade Izzuddin Al Qassam, As Syahid Mohammed Deif Abu Khaled ini disampaikan ulang bagi kita semua untuk tetap menjaga konsistensi dalam bersatu, bergerak dan berjuang bersama menuju Palestina merdeka dengan apa yg kita bisa, dengan apa yg kita punya.
Presiden Prabowo mengambil langkah strategis dlm penegakan keadilan dgn memberi amnesti kepada Hasto dan abolisi kpd Tom Lembong. Ke depan tak blh ads lg yg menggunakan politik utk merekayasa hukum melalui penyanderaan politik sebab kalau itu dilakukan bs dihadang oleh Presiden.
Orang yang pakai orang lain untuk meneror Penegak Kebenaran,
Artinya PENGECUT!
PENGECUT KAU!
ORANG TUA KAU TEROR!
BIADAB!
UGM BAGAIMANA INI KALIAN DIAM SAJA MALAH BERSEKONGKOL DENGAN PENGECUT!
MANTAN REKTOR DITEROR KALIAN DIAM SAJA!
Hari ini, Tom divonis 4,5 tahun penjara. Keputusan yang amat mengecewakan bagi siapa pun yang mengikuti jalannya persidangan dengan akal sehat, meski sayangnya tidak mengejutkan.
Selama proses berjalan, berbagai laporan jurnalistik independen dan analisis para ahli telah mengungkap kejanggalan demi kejanggalan dalam dakwaan. Fakta-fakta di ruang sidang justru memperkuat posisi Tom, tapi semua itu diabaikan. Seolah-olah 23 sidang yang telah digelar sebelumnya tak pernah ada. Seolah-olah bukti dan logika tak diberi ruang dalam proses peradilan.
Jika kasus sejelas ini saja bisa berujung pada hukuman penjara, jika seseorang seperti Tom yang dikenal dan terbukti integritasnya di pengadilan, terbuka dan disorot publik perkaranya, masih bisa dihukum semena-mena, maka bayangkan nasib berjuta lainnya yang tak punya akses, sorotan, atau kekuatan serupa.
Vonis hari ini adalah penanda bahwa keadilan di negeri ini masih jauh dari selesai. Demokrasi belum kokoh berdiri. Kita dihadapkan pada keraguan mendasar tentang kredibilitas sistem hukum, dan tentang keberanian negara menegakkan kebenaran. Ketika kepercayaan terhadap proses peradilan runtuh, maka fondasi negara ikut rapuh.
Senin lalu, Tom menyampaikan dalam dupliknya bahwa ia belajar tentang makna kata tawakkal, tentang berusaha sekuat tenaga lalu menyerahkan hasilnya pada Tuhan. Sayangnya hari ini, hasil itu belum berpihak padanya. Tapi ini bukan ujung. Ini satu babak dari perjuangan panjang untuk menghadirkan keadilan yang belum tuntas dan akan terus kita jalani bersama.
Tom dan tim pengacara masih mempertimbangkan respon terhadap putusan ini. Tapi satu hal yang jelas, kita akan terus mendukung penuh langkahnya untuk mencari keadilan sampai titik akhir. Apapun yang akan ia hadapi ke depan, kita terus pastikan bahwa Tom tidak akan pernah berjuang sendirian.
Baru saja saya dapat info dari Jogya bhw sedang terjadi upaya “pembungkaman” thdp Prof. Sofian Effendi krn buka kasus Ijazah Jokowi.
Mhn teman2 di Jogya menjaga beliau dan kita semua berikan dukungan kpd Prof. Sofian Effendi
Amerika dan sekutu2 Baratnya bisa saja dikencingi dan dibodoh2i babik @Israel
Tapi tidak netizen
Netizen adalah kekuatan baru yang belum ada dalam peta perang mereka sebelum2nya
https://t.co/rgkvBN2eoB
BERITA TERKINI: PROTES ANTI
PERANG MASSAL MENYAPU AS Ribuan orang turun ke jalan-jalan di kota-kota besar Amerika meneriakkan:
"TRUMP HARUS PERGI"
"TIDAK ADA PERANG DALAM NAΜΑ ΚΑΜΙ"
Protes semakin intensif di luar Gedung Putih dan di daerah pusat kota New York, Chicago,
🇺🇲 Rakyat Amerika turun ke jalan sebagai bentuk kemarahan setelah AS melancarkan serangan terhadap Iran.
Demonstran meneriakkan secara serempak: TRUMP HARUS PERGI - Tidak Ada Perang Atas Nama Kami .......!
Amerika Serikat menyerang Iran. Presiden AS Donald Trump memastikan adanya serangan udara tersebut.
Seperti dilansir dari CNN, Trump pada Sabtu (21/6/2025) mengumumkan serangan udara itu berlangsung dengan sukses.
Serangan ditargetkan terhadap tiga situs nuklir di Iran, termasuk Fordow, Natanz dan Isfahan.
Trump memastikan, semua pesawat AS kini telah berada di luar wilayah udara Iran.
"Kami telah menyelesaikan serangan kami yang sangat sukses terhadap tiga situs nuklir di Iran, termasuk Fordow, Natanz, dan Isfahan. Semua pesawat kini berada di luar wilayah udara Iran," tulis Trump
https://t.co/Hx7NdS0hxC
#iNews #AmerikaSerikat #DonaldTrump #Iran