Setibanya di hunian Kimi, Abinawa bergegas masuk menyimpan sarapan mereka di meja.
“Kimi,” panggilnya pada @mentarinara seraya menyiapkan mangkuk untuk mereka berdua, “sini, keburu dingin.”
@mentarinara Lucu sekali. Abinawa tidak peduli dianggap gila karena tersenyum seorang diri di tepi jalan. Tanpa membalas pesan yang masuk, dia memilih untuk terus berjalan pulang. Terburu ingin mengecupi seluruh wajah yang tadi mengirim gambar!
Terengah dirinya berujar merasakan kejantanannya yang semakin membesar di dalam sana. Tangannya dibawa meraih milik @mentarinara yang bebas, memompanya berlawanan arah. Memberi stimulasi lain untuk yang lebih muda mendapat kepuasan.
“Ahh—fuck!” Dinding rektum yang mengetat membuat Abinawa merinding sekujur badan. Lagi, lagi dia remat bongkahan sintal tersebut dan memberinya tamparan geram dengan pinggul yang menghentak semakin liar.
“Come, baby. Together.”
@mentarinara Sesi pesannya tertunda sejenak untuk membayar pesanannya yang selesai. Abinawa terkekeh pelan memotret sesuatu sebelum berjalan pulang.
Message | Baby K.
⠀▸ 📷. Picture (2)
⠀▸ Mirip kamu banget.
@mentarinara Sudah gilirannya memesan. Abinawa memesan bubur ayam tidak lupa dengan sate telur dan sate usus sesuai pinta dari seberang sana.
Message | Baby K.
⠀▸ Heh. Ngomongnya.
⠀▸ Yaudah jangan pakai celana sampai aku pulang.
⠀▸ Kamu pules banget tidurnya, gak tega banguninnya.
Tubuhnya merapat, menempelkan dadanya pada punggung Kimi yang membuat dirinya semakin masuk lebih dalam dengan tangan yang mencengkram, mengunci pergerakan tangan @mentarinara di atas kepala.
Membuka belahannya, menampilkan cincin kemerahan yang sudah membengkak akibat ulahnya sendiri sebelum kembali melesakkan miliknya dalam satu kali hentak.
“Is this what you want, baby?” tanyanya seraya kembali menghujam dalam-dalam tanpa memberi waktu. “Like this?”