Dagunya bertopang pada meja, menunggu bubur yang sedang disiapkan dengan ponsel yang ditaruh tepat di sebelahnya.
“Selfie aku yang tadi harganya mahal, lho. I'm not giving it to you for free.” masih saja dibahas, ia menatap @astabrasta dengan bibirnya yang mengerucut.
@astabrasta Keluar dari kamarnya dengan dalaman snoopy kebanggaannya, Kimi berjalan sedikit tertatih dan tangan yang mengusap tepat pada pinggang. “Kenapa chat aku gak Papa balas?” tanyanya yang melipat kedua tangan pada dada sebelum duduk di depan meja, menatap kantung penuh rasa lapar.
“Ahh—Papa! Mmh! Fuck!” tidak tahan, Kimi kembali semburkan cairannya dengan sekujur tubuh yang bergetar dan ia yang mendongak penuh rasa puas. Begitu lemas sampai ingin langsung jatuh saja jika pinggulnya tidak ditahan oleh @astabrasta yang masih bergerak di dalam sana.
@astabrasta Membawa pakaiannya pun tidak, kenaan yang menempel pada kulit adalah satu-satunya yang ia bawa. Pertengkaran hebat dengan sang Ayah buatnya dipaksa pergi tanpa persiapan. Tanpa uang, selain yang berada di saku dan sisa-sisa di dompet digitalnya.
Liburannya berantakan.
sudah tidak peduli dengan tubuhnya yang penuh akan jejak merah sebab tertutup oleh kabut nafsu yang memburu.
Miliknya yang kembali dijamah buat ia lebarkan kakinya meski terasa lemas, pinggul turut bergerak memompa dari segala sisi tanpa peduli jika gemetaran dan pegal rasanya.
@astabrasta ISH BENERAN CROP TOP TAUUU!!! Papa jangan jadul gitu, nanti kalau crop topnya udah ada terus pegang-pegang pinggang aku terus awas aja ya. 🤨
@astabrasta Message | Papa ⭐💖
⠀✓ Ish. :(
✓ Too late, aku udah pakai boxer snoopy aku. 🐕
✓ Siapa suruh bikin aku kecapekan semalam?! Jadi lama tidurnya. 😴
Baru saja ingin meletakkan ponsel, namun balasan yang diterima selanjutnya buat keningnya mengerut namun tersenyum juga.
Kimi turut gerakkan pinggul dari lawan arah untuk mencari puasnya sendiri. Menoleh kepalanya, melirik @astabrasta tanpa daya selain rengekan sebab hampir tiba pada puncaknya.
“Ohh—shit! Papa, ngh—I wanna come!” Kimi tenggelamkan wajahnya pada bantal sebelum diangkat dengan mulut yang terbuka, netranya meremang menikmati titik nikmatnya yang terus ditumbuk tanpa ampun.
Otot perutnya kembali mengencang dengan dinding yang berkedut dan menyempit,