@LarryChp@tsetiady Selama populasi kita lebih dominan kelas bawah, lupakan itu supremasi sipil.
Tinggal dikasih sembako/uang, apapun yg u lakuin bakal didukung mayoritas.
@MYasfika Selama mortage backed security di Indo belum rame, belum sampe sana sih..
Yang kemungkinan terjadi :
- NPL bank himbara makin gede
- Defisit anggaran makin gede buat kebijakan populis kaya gini
Siap2 aja pemerintah nambah jurus baru buat nagih pajak
@AkuntanMilenial Ngarepin apa.. Seskab ditanya sumber anggaran aja dijawab "Pokoknya ada".
Ga heran lah warga sekarang ngelakuin hal yang sama.
Trust itu susah dibangun, rusaknya gampang.
@iqbalnurkhusein@barang_antique Setau saya landbank DMAS makin mengecil, sementara gaada penambahan landbank yg signifikan, trus tiap tahun ngasih DPR gede mulu.
Saya sebagai calon investor mundur sih ngeliat kondisi kaya gini.. ga keliatan prospek masa depannya gmn, simply dijadiin cash cow doang.
@PaceCrypto Biasa, ganti kebijakannya suka mendadak.
Plus kemaren2 bilangnya stok bensin kita aman. Ya jadi shock sekarang responnya.
Kalau udh dikasih tau jauh2 hari mungkin responnya ga kaya gini.
@Strategi_Bisnis Kalau rupiah melemah 9%an dalam setahun.
Maka seharusnya yield bonds kita starts from 9-10% biar itungannya masuk akal utk investor asing.
Bayarnya gimana? ya suka ga suka, pertumbuhan ekonomi dikorbankan dulu, atleast bikin kondisi stagnan aja.
Kalo ga, ya asing cabut terus.
Dipikir2 ya, krisis hormuz ini blessing in disguise buat indo.
akhirnya spending fiskal ugal2an ini langsung backfired. dan mimpi 2029 itu bisa aja sirna hehe