Kalau bukan Allah yang sayang kita, siapa lagi nak sayang kita? 🥺 Orang lain sayang kita pun sebab Allah yang benarkan. Sesungguhnya hati itu berbolak-balik di tangan Allah.
Ya Allah, sayangilah kita, rahmatilah kita, dan kurniakanlah kita kebaikan, kejayaan serta kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
The saddest thing from Surah Maryam is:
"Kadang-kadang kamu akan diuji dengan ujian yang begitu berat, hingga kamu berharap seandainya kamu tidak pernah dilahirkan."
Namun, di balik ayat itu ada pelajaran yang begitu menenangkan: bahkan orang-orang yang paling dicintai Allah pun pernah berada di titik paling rapuh. Merasa lelah, merasa sendiri, bahkan berharap semua ini tidak pernah terjadi.
Itu bukan akhir dari cerita. Setelah kesulitan, Allah selalu menyiapkan jalan keluar dengan cara yang tidak pernah kita duga. Maka, jika hari ini hidup terasa begitu berat, bertahanlah. Sebab pertolongan Allah sering kali datang tepat ketika kita merasa tidak lagi memiliki kekuatan.
sleep before 10pm counts double.
according to chinese medicine, your gallbladder detoxes at 10pm and nervous system starts to rebuild itself, hence you need to be asleep then.
also, going to bed before 10 makes you more likely to max deep sleep.
as i grew older, i learned that the key to surviving the day is not positivity. it's acceptance. accepting that not all days are good and happy. you will have bad days. you make mistakes. you fail. you mess up. everything’s not going to fall into place and that is completely okay
Hubungan paling bahagia bukan antara 2 orang yg serupa, tetapi antara pasangan yg saling melengkapi kekuatan masing-masing
Nilai hidup yg sama membentuk asas hubungan
Perbezaan yg saling melengkapi menjadikan hubungan itu berjaya & kekal
Baca di bawah ni oleh @arthurbrooks
get a haircut every 2 weeks to stay sharp, wait 5 secs before answering the phone to control the rhythm, always arrive 15 mins early, stay away from free lunches, never talk about people who aren't in the room and when anger rises, wait 10 mins before reacting. these habits may look rigid but they're the hidden discipline of the elite.
Pasangan hidup yang tepat dan baik akan selalu membuatkan jiwa dan fikiran kita tenang dan tenteram.
Seperti sebuah rumah sifatnya.
Melindungi dari gelap malam, hujan, panas, dan tempat untuk kita 'pulang' setiap hari.
Jangan tergesa-gesa pilih pasangan hidup. Nilai sebaiknya.
Aku perasan semakin lama, semakin ramai orang Islam sendiri terperangkap dalam perlumbaan dunia yang seolah-olah tiada penghujungnya.
Bila nampak orang berniaga kecil-kecilan, soalan yang keluar bukan lagi tentang keberkatan, ketenangan, atau kecukupan hidup.
Sebaliknya:
"Bila nak grow?"
"Bila nak scale up?"
"Bila nak leverage?"
Seolah-olah setiap perniagaan wajib berkembang tanpa henti, setiap keuntungan mesti dimaksimumkan, dan setiap individu perlu sentiasa mengejar tahap seterusnya.
Hakikatnya, cara berfikir seperti ini sangat mudah dipengaruhi oleh paradigma ekonomi yang dibina atas hutang, riba', dan obsesi terhadap pertumbuhan tanpa batas. Akhirnya, nilai seseorang mula diukur berdasarkan kadar pertumbuhan harta, bukan kadar pertumbuhan iman dan taqwa.
Tidak bolehkah kita menerima bahawa setiap manusia mempunyai rezeki yang telah ditentukan Allah, sama ada sedikit atau banyak?
Tidak bolehkah kita memupuk sifat qana'ah, merasa cukup dengan apa yang Allah kurniakan, tanpa terus melabel orang lain sebagai malas, tidak bercita-cita tinggi, atau kurang "growth mindset"?
Sedangkan Rasulullah SAW telah bersabda yang mafhumnya:
"Barangsiapa yang bangun pagi dalam keadaan aman pada dirinya, sihat tubuh badannya, dan mempunyai makanan untuk hari tersebut, maka seolah-olah telah dihimpunkan baginya dunia dan segala isinya."
(Hadis riwayat Ibn Majah)
Perhatikan bagaimana Rasulullah SAW mendefinisikan kekayaan. Bukan dengan syarikat bernilai jutaan. Bukan dengan aset yang sentiasa bertambah. Bukan dengan kadar pertumbuhan tahunan yang memukau.
Sebaliknya, aman, sihat, dan mempunyai makanan yang mencukupi untuk hari itu pun sudah dianggap seakan-akan memiliki dunia seluruhnya.
Namun hari ini, ramai yang memiliki jauh lebih banyak daripada itu tetapi tetap hidup dalam keresahan. Sentiasa merasa tidak cukup. Sentiasa mengejar angka seterusnya. Sentiasa melihat apa yang ada di tangan orang lain.
Ironinya, ramai yang begitu obses untuk berkembang dalam urusan dunia sehingga tidak pernah berasa cukup dengan apa yang dimiliki. Namun dalam urusan tauhid, ilmu agama, akhlak, ibadah, dan usaha untuk menghidupkan Islam dalam kehidupan seharian, semangat "growth" yang sama hampir tidak kelihatan.
Mungkin masalah sebenar bukanlah kurang harta.
Mungkin masalah sebenar ialah hati yang tidak pernah belajar untuk merasa cukup.
Kerana seorang yang menjadi hamba kepada nafsunya tidak akan pernah menemui titik kepuasan. Berapa pun yang dimiliki hari ini, pasti akan terasa kurang esok.
Sedangkan antara kekayaan terbesar yang diajar oleh Islam bukanlah memiliki lebih banyak, tetapi kemampuan untuk merasa cukup dengan apa yang Allah telah berikan.
Qana'ah bukan alasan untuk malas. Tetapi ia adalah penawar kepada ketamakan yang tidak berpenghujung.
“Segala sesuatu yang terasa berat bagi jiwa, adalah penghapus dosa.”
Dalam hal ini, Syekh Abdur Razzaq al-Badr pernah mengingatkan kita:
Setiap rasa sakit yang engkau alami adalah penggugur dosa, baik yang kecil maupun yang besar. Setiap luka yang tak terlihat, setiap sesak yang hanya engkau simpan sendiri, atau pikiran yang mengganggumu sampai engkau tak mampu lagi menceritakannya ke siapa pun.
Bahkan, sesederhana senyuman yang dibalas dingin, ketulusan yang tak dihargai, pandangan yang diabaikan, atau omongan di belakang yang menyakitimu.
Ketahuilah, sekecil apa pun itu, tidak ada yang sia-sia di mata Allah.
Maka bersabarlah. Sebab, bisa jadi luka yang kau simpan dalam diam itulah yang justru paling banyak menghapus dosamu.
—Ahadits al-Akhlak
Tabiat itu menular. Sebagaimana dikatakan:
"Bertemanlah dengan orang yang indah jiwanya, niscaya keindahan dirinya akan menular kepadamu."
Maka dekatilah orang yang murah senyum, lapang dada, mudah ridha, lembut, dan penuh kemudahan dalam bergaul.
Bersamanya, engkau akan merasakan nilai dari nikmat-nikmat sederhana dan detail-detail kecil di sekitarmu. Karena hidup bersama orang seperti itu adalah kenikmatan yang disegerakan, dan ketenangan jiwa yang sulit ditandingi oleh ketenangan apa pun.
Nasihat yang bagus
Jika tak tahu nak buat apa dalam hidup sekarang, insya-Allah nanti akan jumpa
Sementara itu bina diri supaya sentiasa sihat, gembira, ceria, berguna, beriman dan bertaqwa
Kenapa di dalam Alquran tidak ada satupun ayat yang menyuruh kita untuk membahagiakan orangtua?
Kenapa yang ada di Quran cuma perintah untuk berbuat baik?
Fakhruddin ar-Razi:
“Tujuan doa bukanlah untuk memberitahu Allah tentang kebutuhanmu. Sebab, Dia sudah mengetahui semuanya. Sebaliknya, tujuan doa adalah untuk mengungkapkan kerendahan hati dan kerapuhanmu, serta mengakui bahwa segala sesuatu itu berasal dari Allah.”
Banyakkan istighfar. Perbaiki hubungan dengan Allah. Perbaiki hubungan dengan ibu bapa. Bantu orang lain dalam bentuk yang kita boleh. Syukuri perkara2 kecil dalam hidup, even just bernafas
Amalkan 2 doa ni. Mohon bantuan hanya dariNya. Dan tawakkal lah dengan sebenar tawakkal.
Bila orang tengah happy-happy atau berjaya, kita susah nak tahu karakter dia
Nak tahu orang tu green flag ke tak, tengok sikap masa dia tengah susah atau down, atau ketika dia tak dapat apa yg dia nak
Semoga kita insan green flag yg dikelilingi insan green flag yg lain
Untuk setiap perempuan yang sedang memperjuangkan sesuatu yang terasa mustahil,
bacalah Surah Maryam.
Di dalamnya ada kisah tentang ketakutan, kesabaran, penantian, dan pertolongan Allah yang datang dengan cara yang tidak pernah disangka.
Jika Allah mampu menjadikan yang mustahil menjadi nyata bagi Maryam, maka jangan pernah meremehkan apa yang sedang kamu doakan hari ini.
Allah masih Maha Mampu.
Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa ketika Nabi Musa sedang bermunajat, beliau berkata:
“Wahai Tuhanku! Terkadang aku memiliki kebutuhan duniawi, namun aku merasa malu untuk meminta hal itu kepada-Mu.”
Maka, Allah pun berfirman:
“Mintalah kepada-Ku, bahkan sampai urusan garam masakanmu dan pakan untuk keledaimu.”
Perbincangan pasal rezeki memang takkan habis.
Jika fahaman tentang rezeki tidak didasari tauhid, nescaya kita hanya akan faham ia dari perspektif usaha manusia.
Yang miskin pasti pemalas tak cukup usaha.
Yang miskin tak layak berkahwin.
Seperti manusia hilang nilai dan harga diri bila dia miskin.
Sebab itu penting mencari pasangan yang sekufu cara fikir dan pandangan hidup. Agar bila Allah datangkan ujian dalam bentuk kesempitan kewangan, dia melihat ujian itu dari lensa iman. Bukan semata angka dan kebendaan.
Dia menjadi sumber ketenangan dan sentiasa mengingatkan kepada sabar dan tawakal. Bukan menjadi punca pertikaian dan keluh kesah.
Yang seharusya dimantapkan sebelum berkahwin itu adalah tauhid, bukan kewangan semata.
"Tak perlu khawatir soal rezeki, tugasmu hanya menjaga Shalat."
(QS. Thaha : 132).
— yakinlah ada Allah yang Maha Kaya.
Kadang kita terlalu sibuk mikirin apa yang belum datang, sampai lupa kalau yang bikin tenang itu bukan banyaknya punya, tapi dekatnya sama Allah.
Rezeki itu nggak pernah salah alamat, cuma kita aja yang sering nggak sabar nunggu giliran.
Jadi tetap jalan, tetap shalat, pelan-pelan aja… yang ditulis buat kamu nggak akan ketuker sama orang lain.
Muslim to muslim:
Jangan tertipu oleh sholat dan puasamu. Lihatlah bagaimana kamu memperlakukan orang lain, itulah cerminan sejati dari jiwamu.
- Imam Al- Ghazali