Malam itu, di Jakarta, selepas lembur saya memutuskan pulang kantor.
Teman saya sudah pada menikah. Saya juga tak terlalu punya teman akrab di kantor. Kalaupun ada, ya seperti kalimat pertama, dia sudah menikah.
Setelah kerja, mereka akan pulang ke keluarganya masing2. Sedangkan saya yang tidak punya siapa-siapa ini, sekarang masih duduk di parkiran mobil yang sudah lengang dengan sebotol bir dingin di tangan kanan saya.
Tidak ada yang menanti saya di rumah. Di kota yang penuh gegap gempita ini, entah kenapa, saya merasa sepi sekali.
Hari-hari monoton dan ditutup dengan kesendirian, tampaknya lambat laun mulai membuat hidup tak lagi menjadi sesuatu yang menyenangkan buat saya.
Bir saya sudah mulai tidak dingin.
Malam semakin malam. Dan tampaknya saya akan menghabiskan malam ini sendirian lagi.
Dulu, saya tidak pernah menyangka, kalau ternyata kesepian bisa semembunuh ini.
Kota ini sudah memperdaya saya.
mau cerita ke 1000 org pun dengan cerita yg sebenar2nya tanpa dikurangi dan dilebihin, ttp aja ga bisa dibenarkan. jd yuk belajar terima kenyataan hehe
Dapat kasus positif HIV istri ngedrop dirumah sakit. Tertular dari suaminya yg selingkuh sama rekan kerja.
Sedihnya orang kantor suami tahu perselingkuhan suaminya. Tapi nggak ada yg ngasih tahu karena katanya "urusan privat" nggak perlu diganggu selama nggak ganggu kerja :(