GUYS PLEASE JANGAN PERCAYA!!!! RUMAH EKO, UYA, DAN SRI MULYANI INI BUKAN DIJARAH DEMONSTRAN!!! JARAK NGEJARAH RUMAH EKO KE UYA AJA MEPET BANGET, DITAMBAH NGEJARAH RUMAH MULYANI DINI HARI? THAT'S NOT MAKE SENSE. KETIGA RUMAH ITU GAADA VIDEO LUCU KAYA SAHRONI TADI, PLEASE BE AWARE!
Yoyon Surono, ayahanda almarhum Rheza Sendy Pratama, sempat memeriksa keadaan jenazah putranya saat sedang dimandikan. Ia menyebut ada banyak indikasi luka-luka berat di tubuh anaknya tersebut.
“Aku tadi ikut mandiin, sini (menujuk leher kiri) itu kayak patah apa gimana, terus ini (menunjuk perut bagian kanan) itu bekas pijakan kaki-kaki bekas sepatu PDL,” kata Yoyon usai pemakaman sore tadi, 31 Agustus 2025, di Dusun Jaten, Desa Sendangadi, Mlati, Sleman.
“Terus di sini (menunjuk perut) ada sayatan-sayataan, terus sama kepala sini agak bocor, terus di sini tuh putih-putih kayak kena gas air mata. Sama kaki, tangan dan punggung lecet semua,” lanjutnya.
Rheza, mahasiswa semester lima program studi Ilmu Komunikasi Universitas Amikom Yogyakarta, mengikuti aksi unjuk rasa di sekitar Mapolda DIY, Minggu (31/8) pagi. Ini dibenarkan pihak Amikom melalui Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Ahmad Fauzi.
“Betul, dia (Rheza) salah satu mahasiswa kami. Yang bersangkutan ikut dalam aksi (unjuk rasa) di Mapolda DIY,” ujarnya, dilansir Tribun Jogja.
Ketua BEM Amikom, Alfito Afriansyah, menjelaskan Rheza sempat terekam menaiki motor bersama seorang kawan saat aparat menembakkan gas air mata. “Dia posisi di depan. Untuk yang membonceng belum tahu siapa. Tapi bukan mahasiswa Amikom,” kata Alfito.
Menurut Alfito, jenazah Rheza ditemukan dengan kondisi mengenaskan. “Untuk video yang beredar itu benar Rheza. Terkonfirmasi dari teman sekelas dan motornya,” ujarnya, dikutip dari Radar Jogja.
| Narasi Daily
BRIMOB kembali tertangkap CCTV melakukan tindakan kekerasan terhadap warga yang sedang duduk merokok usai makan di warung tegal (WARTEG) di Jalan Kwini 1, Senen, Jakarta Pusat.
#polisipembunuh#PolisiPembunuhRakyat#PolisiMakinBengis
INDONESIA NEEDS HELP
An Indonesian journalist was arrested by police while livestreaming the protests. The feed cut tens of thousands of people off mid-report. They want to hide what’s happening so they’re attacking press freedom.
🚨 ALERTA 🚨
Kami baru saja mendapat info, bahwa ada salah satu massa aksi yang ditembak secara brutal oleh polisi biadab, di wilayah Jatinegara, Jakarta Timur. Setelah jatuh pun, korban masih dipukuli.
Polisi emang gak pernah bosan untuk mencoba membunuh warga sipil!