I am looping PT-YT $USD3 to farm yield and $JANE emissions.
YT currently has UY + boosted APY of up to 9.6%:
7.9% UY + 1.8% YT boost APY.
Meanwhile, the borrow rate is around ~3.8%, though it may increase after I share this.
The strategy is simple:
1. Deposit USDC into USD3
No deposit/withdrawal/exit fees or slippage.
Link: https://t.co/Q9EAwefzJH
2. Mint PT & YT USD3
Link: https://t.co/a5uNwtlhvW
3. Keep the YT in your wallet.
4. Collateralize PT and borrow USDC on Morpho
Link: https://t.co/K2shVv7FBt
5. Repeat from step 1.
Loop until you reach a leverage level you are comfortable with.
My estimated net APY should be around ~28% with max PT/YT looping, excluding the $JANE APY.
The boosted rewards will be distributed weekly during the campaign, and they are running 6-week campaign with $5K incentives for YTs per week, adding extra upside for YT holders.
They also mentioned that $JANE is expected to become transferable/listed in 2026.
Airdrop Registration Update 🔥
The airdrop registration update for Xeffy Miniapp has been completed.
https://t.co/hmAJIkcSfD
Please complete your registration by following the registration tasks inside the Xeffy Mini app.
BREAKING NEWS : KANTOR BGN DISEGEL
Guys ini aksi nya beneran dilakukan hari ini..
Dan BGN berhasil disegel
Dukung yukk dengan serukan stop MBG !!!
Kita sudah cukup muak ...
Dari postingan akun resmi BEM UI:
AYO TURUN! JUMAT, 12 JUNI 2026!
Halo, UI dan Indonesia.
Sudah hampir 2 tahun memporak-porandakan negara.
Rupiah naik diremehkan, HAM tidak dihiraukan, program tidak jelas dilanjutkan.
MARI, KITA TURUN DAN GUNAKAN HAK KITA SEBAGAI RAKYAT!
Narahubung: Albani (081519149370)
Banyak jawaban drtadi di tiktok ama beberapa twit:
“Kan yg naik pertamax, bukan pertalite”
Justru itu problemnya.
Akhirnya yg konsumsi pertamax bakal beralih ke pertalite. Karena slisihnya terlalu jauh.
Lanjut ke pertanyaan kedua
“Itu event dan cafe kenapa rame?”
Hello, after reading through the comments and community discussions, I’m also well aware of the concerns surrounding projects that utilize TG products.
I’ve personally seen many TG App-based projects lose credibility over time.That said, even with full awareness of these negative perceptions, we still chose to launch the initial Xeffy app on Telegram.
The reason is simple: RWA is quite a heavy and complex topic, and for mass adoption, we needed a platform where users could connect lightly and without any entry barriers.
Telegram was the optimal choice for that.
Let me be clear once again
"we have no intention of wasting your time."
The Xeffy app is not a hype-driven project. Moving forward, it will become a product with clear PMF that genuinely connects real RWA assets with everyday retail users.
We will prove this through our actions within June
Thanks Xeffy Community
gaji gw 148jt/bulan sbg content creat & affiliator, ada pun bbrp bisnis properti. bulanan uang cuma kepake 10-30jt.
1 bulan sekali staycation di luar kota, kadang keluar negeri krn bingung uang mau diapain.
tabungan pensiun udah ke kumpul almost 20M. rumah ada (cash tanpa riba). mobil punya 2. di umur segini hidup di Jkt dengan apa yg ada rasanya nyaman banget jujurr. the real 'slow living'.
dan ini semua baru doa gw sihh, lagi coba manifest siapa tau beneran kejadian nanti. Amiiin
Guys, Mahfud MD baru keluarkan kritik yang menurut gue salah satu yang paling tajam dan paling berbobot sejak pemerintahan Prabowo berjalan.
Bukan karena Mahfud asal ngomong.
Tapi karena dia menggunakan buku Prabowo sendiri sebagai standar penilaiannya.
Senjata yang dipakai Mahfud: buku Paradoks Indonesia:
Sebelum menjabat Prabowo menulis buku Paradoks Indonesia yang bahkan dibagikan ke setiap anggota kabinet.
Di dalamnya Prabowo menekankan tiga hal: strategi yang benar, manajemen pemerintahan yang baik, dan pemerintahan yang bersih.
Mahfud menggunakan standar yang Prabowo buat sendiri itu untuk menilai implementasinya sekarang.
"Itu standar yang beliau buat sendiri. Namun sekarang, demokrasi kita melemah. DPR hampir tidak pernah lagi mempersoalkan kebijakan Presiden secara kritis."
Tiga poin kritik utama Mahfud:
Satu melemahnya checks and balances.
DPR yang seharusnya jadi penyeimbang kekuasaan hampir tidak pernah mengkritisi kebijakan presiden secara substantif. Koalisi yang terlalu besar membuat fungsi pengawasan parlemen praktis tidak berjalan.
Dua autocratic legalism.
Mahfud menyoroti fenomena di mana hukum dibentuk hanya untuk melegitimasi kehendak penguasa tanpa partisipasi publik yang bermakna. Hukum dipakai sebagai alat bukan sebagai pagar.
Tiga penegakan hukum yang tebang pilih.
Ini bukan tuduhan baru tapi Mahfud menegaskannya dengan konteks yang lebih besar soal arah demokrasi Indonesia.
Soal desakan mundur yang mulai bermunculan:
Mahfud juga merespons soal sejumlah tokoh yang menyuarakan desakan agar Prabowo mundur.
Posisinya jelas: itu bukan makar. Itu bagian dari mekanisme demokrasi yang sehat.
"Kritik yang muncul bukanlah upaya menggulingkan pemerintah. Ini adalah bagian dari demokrasi."
Dan ini penting karena ada kecenderungan untuk melabeli kritik keras sebagai destabilisasi atau makar. Mahfud secara eksplisit membantah framing itu.
Yang membuat kritik Mahfud berbeda:
Mahfud bukan oposisi ideologis yang dari awal menentang Prabowo. Dia mantan Menko Polhukam yang punya akses langsung ke dalam sistem.
Dan dia tidak menyerang dari luar dia menggunakan dokumen yang Prabowo buat sendiri, yang bahkan disebarkan ke seluruh kabinet, sebagai tolok ukurnya.
Ini bukan serangan personal. Ini audit berbasis janji tertulis.
"Objektivitas seorang pemimpin bisa dinilai dengan membandingkan janji tulis dan implementasi di lapangan."
BREAKING: Seorang siswa SMK di Kudus bernama Muhammad Rafif Arsya Maulidi menulis surat terbuka kepada Presiden Prabowo, menolak jatah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk dirinya dan meminta anggaran tersebut (sekitar Rp6,75 juta untuk 1,5 tahun) dialihkan sebagai tambahan tunjangan bagi guru-guru yang kesejahteraannya masih memprihatinkan.
Ia berargumen bahwa guru jauh lebih berperan membentuk generasi muda daripada program makan gratis, dan suratnya yang diunggah di Instagram menjadi viral.