@drlrst Pertama, kisah ttg para malaikat (termasuk iblis) diperintahkan sujud ada di QS AlBaqoroh 31-34. Secara kronologis ayat, tersirat bahwa derajat Adam unggul karena diajari ilmu oleh Allah.
Kedua, ya karena memang Allah merintahin aja. Heuheu
Indonesia bergabung dg Board of Peace itu jelas tidak berpihak kpd Pelestina. Krn dalam penggagas Trump dan anggotaannya ada Netanyahu yg jelas menjajah dan tidak ada negara palestina. Anehnya lagi, Indonesia masih ditarik bayaran keanggotaan. Baiknya Pak Prabowo menarik diri aja
For thousands of years, babies slept with their mothers. When they cried, they were attended to. Then two men came along: Dr. Holt and John B. Watson. They said babies should be trained. That babies had to fit the assembly line schedules of their parents. "Newborns must cry to expand their lungs," they claimed. "Simply let them cry it out." And that's how the "cry it out" sleep training method was born. Watson treated babies like experiments. "Never hug or kiss your child," he wrote. "Shake hands with them in the morning." After all, mothers needed rest, to attend to their husbands and households. Watson had four children. Three attempted suicide. One succeeded. And we still follow it today. Because once you convince a mother to ignore her baby's cries, you've broken something primal.
Bayangkan pejabat punya Skema ini utk menghandle dan merespon kritik masy:
1. Distill
memisahkan mana emosi dan substansi kritiknya, dingin melihat masalah.
2. Acknowledge
Mengakui Masalah-nya tu ada beneran
3. Respond; dengan sat set, jujur, transparan
4. Commit
Punya komitmen agar usaha penyelesaiannya bisa dilihat bersama.
Selama ini pejabat hanya bilang ini itu tapi tidak punya skema jelas yg bisa dilihat progresnya oleh masy. Skema ini kewajiban siapa? Ya masa pejabat. Mereka lebih nyaman dg status quo. Dan resiko disikat atasannya akan besar kalau semua langkah nya bisa dlihat masy. Wong jane blas ora melangkah. Harus ada yang memulai ini, dengan nothing to loose demi memperbaiki carut marut jembut nya sistem.
Siapa yang mampu dan berani? Siapa yang akan ikut? Siapa yang akan menolak? Siapa yang di posisi iddle skeptis paitan sengit?
Konsorsium Pembaruan Agraria, sebuah aliansi dari ratusan organisasi petani, mengeluarkan "24 masalah agraria" di Indonesia. Ini hasil diskusi panjang dari para petani https://t.co/r0iskx2B0r
Apa yang mereka tahu tentang kesedihan, kekasihku
Bukan rasa sedih yang mereka rasai
Tapi sedihku yang tidak bisa mereka pahami
Apa yang mereka tahu tentang kesepian, sesayangku
Bukan rasa sepi yang mereka tuliskan
Tapi sepiku yang tak terprosakan
- Teguh Esha
#Haul3
@Puthutea Pak, bubarno ae DPR
Masalah keputusan, ben ditandangi arek2 dewe ae
Ben malem Jum'at klumpukke, jak rapat bariku makan2
Pokoke ojo malam minggu, arep nggo nongton MU kalah
Halo buuuk
Pripun kabare ten mriko?? Ngapunten ya nek kirimanku kadang telat
Sampun kepanggih sinten mawon ten mriko?? Mpun kepanggih mbah cali lan biyung-biyunge??
Eh, kulo sering titip salam kagem Kanjeng Nabi lho, mpun disampekke to??
Heuheu
Buk, kangen buk
Selengkapnya dalam kolom Orasi "Kesenangan dalam Kehancuran: Demonstrasi dalam Terang Bataille"
Klik link berikut untuk membaca
https://t.co/KP0ndzWKca
Baca. Sebar. Lawan
Bisa gak kita sepakat serentak kompak tdk bayar pajak kalau UU pemiskinan koruptor tdk di-sah kan?
Kita sadar pajak adl syarat utama satu negara bisa jalan. Tp 10th trakhir ini bajingan bgt lah.
Korupsi asu²nan, sdangkan si Wajib Pajak adl Kita.
Gak bayar pajak diancam hukuman. Yhamana ada org rela byr pajak kalau korupsi adl Keniscayaan. Lebih niscaya dr kemunculan dajjal. Nalarnya dari mana, sbuah perkumpulan mewajibkan iuran, yg setelah itu terlihat nyata duitnya tidak kembali kpd nasabah dlm bentuk kesejahteraan? Jangankan deviden. Ngimpi.
Koruptor jg msh sejahtera stlh keluar penjara. Masih dikasih jabatan. Tindakan² manipulatif utk membuka jalan korupsi yg nyata² dilakukan saja masih terlihat normatif.
Kita terpapar sikap² bajingan spt itu tiap hari. Shg tanpa sadar ikut serta gotong-royong menggeser norma² Korupsi adl Amoral, menjadi Normal.
Kita bukan tidak mau, tapi Kita hanya mau/rela bayar pajak kalau ada jaminan pengelolaan sejalan dg keadilan sosial bagi rakyat.
Bisa gak? Gimana? Iso ora caahhss??