@Sacroseanct "Untung malam ini langitnya cantik." Sebab itulah tujuan kegiatan sederhana mereka saat ini, menikmati malam dengan segala taburan indah di langit yang belum tentu bisa dilakukan setiap hari. | @Sacroseanct
@Sacroseanct Griselda mengusak kedua hidung mereka dengan gemas sebelum mengalihkan pandang ke atas, menatap langit yang ditaburi begitu banyak bintang.
Merekahlah senyumnya, pada indahnya pemadangan di atas sana, dalam dekap hangat atas presensi kekasihnya.
@Sacroseanct Jawaban kekasihnya justru mengundang tawa Griselda, karena di matanya, setiap kali Hendrik merajuk justru terlihat menggemaskan. Ia sengaja mengusak gemas kedua pipi Hendrik dengan tangannya.
@Sacroseanct "Oh iya, yang udah kerja keras hari ini memang harus dapat rewards." Ibu jarinya digeser sedikit, lalu kecupan singkat mendarat di pipi @Sacroseanct.
"Cukup rewardsnya, sayang?"
@Sacroseanct Meski karpet coklat itu menunjukkan kekosongann yang cukup lebar, sudah jelas ia lebih memilih duduk pada pangkuan kekasihnya. Bukankah memang itu tempat duduk yang paling nyaman?
Ditangkup kedua pipi kekasihnya seraya menatapnya dengan senyum tipis.
@Sacroseanct Diletakkan nampan itu pada meja kecil di dekat kanopi sederhana yang sedang dirakit kekasihnya.
"Ada yang bisa aku bantu gak, sayang?" Ia mendekat pada @Sacroseanct.
@Sacroseanct "Okay, aku ke depan dulu." Presensinya menghilang sejenak dari sana selama beberapa menit, sebelum kembali lagi ke halaman belakang dengan nampan serta es kelapa yang mereka pesan sebelumnya.