Iran (Parsia) ini sejak 2300 thn lalu memang dikenal punya peradaban sains yg ngeri.
Istilah algoritma yg sekarang mendunia diambil dari nama penemunya : Al-Khwarizmi dari Iran pd thn 800.
Ibnu Sina bapak kedokkteran yg lejen itu juga orang Iran.
Al Biruni yg menemukan ilmu astronomi pd thn 900 dari Iran juga.
Saat Islam raih golden age pada era Abbasiyah di thn 750, semua teknokrat dan Menkeu diambil dari orang2 Iran.
Teknokrat Iran itu dianggap sbg biang keladi kenapa Abbasiyah jadi superpower dunia di thn 800an.
Yang unik, di era abbasiyah, para peneliti utama Baitul Hikmah (harvard di era abbasiyah) adalah orang Yahudi.
Raja Abbasiyah yg muslim suka sekali dg kinerja para ilmuwan Yahudi tsb, dan dijadikan pegawai andalan kerajaan. Gajinya tinggi. Makanya ilmuwan Yahudi di era 800an sangat happy kerja di negara abbasiyah islam.
Jadi Abbasiyah maju sekali krn kolaborasi teknokrat Iran x ilmuwan Yahudi.
Orang2 Iran dan Yahudi di jaman abbasiyah sangat akrab. Dekat sekali relasinya. Masjid dan sinagog Yahudi berdampingan di kota Bahgdad (episentrum dunia yg amat indah di tahun 800an).
Asli. Kalau baca buku2 sejarah era 800an, saat Golden Era Abbasiyah, kita terpana dg kolaborasi indah Iran Persia x Arab dan Yahudi. Mrka amat kompak majukan peradaban dunia.
Kenapa kolab indah di tahun 800an itu gak bisa diulang?
Orang Yahudi, Arab dan Iran jaman now gak pada mau baca sejarah lama mereka.
Jejak sejarah lama era abbasiyah itu jarang dibaca saat ini sama warga yahudi, arab dan iran. Atau mrka sengaja melupakannya.
Jakarta macet = rugi Rp100 triliun/tahun!
Kemacetan bikin waktu habis, bahan bakar boros, polusi meningkat, dan kesehatan terganggu. Solusi? Naik transportasi umum ๐, kurangi kendaraan pribadi, dan dorong kota lebih ramah pejalan kaki & pesepeda.