jadi cerita abang ini iseng ngitung
pidato prabowo yang bilang udah bangun jalan 1.151 km dengan dana 5,4 triliun
jika di bagi maka per km nya 4,6 miliar
artinya tiap satu kilo butuh 4,6 miliar
itu jalan untuk spek lapangan bandara
lalu abangnya juga spill menurut PUPR
anggaran umum jaln hotmix
biayanya kisaran 900jt- 1 miliar/km
arttinya prabowo baru saja mengakui
ada mark up 3-4 lipat dalam pembangunan jalan desa tersebut
Peringatan darurat ๐จ๐จ๐จ๐จ
Jabat menteri dan staf khusus tapi masih aja jadi komisaris. SERAKAHH WOYY SERAKAH ANJJ!!!!
Double gaji, double tunjangan dan double fasilitas
Tapi pemerintah bilang nya = Efisiensi FAKKKK!!
raffi nagita nyadar ga si, LO ANCURIN SISTEM PEMERINTAHAN DIEM-DIEM DENGAN MASUKIN ORANG YANG GA KOMPETEN
AYOLAH MASSA BERGERAK, MASA IYA BUMN KOMISARIS DIISI MANTAN ASISTEN MEREKA????
Prabowo, di depan 2.600 rektor se-Indonesia:
"Jangankan usul dari profesor , usul dari anak di desa lewat TikTok langsung sampai ke saya, saya segera tindak lanjuti."
Menarik sekali, Pak.
Karena bulan ini juga, ribuan mahasiswa turun ke jalan , bukan lewat TikTok, tapi langsung ke Bundaran HI , menyampaikan tuntutan soal UU TNI, UU Polri, dan demokrasi yang tergerus.
Yang sampai ke Bapak:
a. Gas air mata
b. Ancaman pidana
c. Penelusuran identitas aktivis
Jadi ternyata bukan soal jaraknya, Pak.
Bukan soal TikTok atau turun ke jalan.Tapi soal isi pesannya.
Udah coba rekap semaleman. Dari 57 Wamen yang ada di Kabinet, 37 diantaranya merangkap jabatan sebagai Komisaris BUMN.
Persentase nya nyentuh angka 64.9%. Ini bukan lagi pencilan atau anomali, ini angka yang besar, bahkan bisa dikatakan MAYORITAS. Dan ini baru Wamen, belum petinggi dan pejabat lembaga atau badan setingkat menteri.
Awalnya mau bedah nama satu-satu, tapi dari angka itu seharusnya sudah menjelaskan, tidak perlu dibedah, kalian coba cari contoh 10 Wamen, seharusnya 6-7 diantaranya merangkap Komisaris BUMN.
Maaf ya teman-teman, jujur panik bahas hal ini, apalagi ada riwayat akun kena suspend, followers belum besar, tiba-tiba dapet impresi tinggi, jadi masih belum berani. Mungkin pertimbangannya bakal tulis artikel aja nanti untuk detail lengkapnya.
Btw ada nama "lucu" lagi di jajaran Komisaris BUMN, bukan akademisi, bahkan riwayat pendidikannya pun saya tidak nemu, mungkin bakal spill tipis kayak sebelumnya.
Setidaknya 4 kesalahan berpikir dalam postingan ini:
1. False equivalence.
Pendidikan formal disamakan begitu saja dengan omzet harian, padahal keduanya tidak berada dalam kategori pembanding yang sama.
2. Hasty generalization.
Dari satu pengalaman pribadi, langsung ditarik kesimpulan seolah itu berlaku untuk semua sarjana, S2, atau S3.
3. Survivorship bias.
Yang ditonjolkan hanya contoh orang yang โberhasilโ tanpa kuliah, sementara ribuan orang lain dengan kondisi serupa yang tidak punya omzet sama tidak ikut dihitung.
4. Anti-intellectualism (ini yang rezim suka).
Pendidikan diposisikan seolah tidak berguna hanya karena ada orang tanpa kuliah yang bisa menghasilkan uang.
Jualan sayur dengan omzet besar itu sesuatu yang bernilai, tapi tidak otomatis membatalkan nilai pendidikan.
Begitupun punya gelar tinggi, tidak otomatis membuat orang lebih bermartabat daripada pedagang.
Loh, masih kaget pejabat kalian responsnya kayak gini?
Ratusan warga tewas dibunuh polisi di Kanjuruhan, anak-anak keracunan MBG, buruh ojol tewas dilindas Brimob, rakyat Papua dibunuhin tentara
Ada pejabat kalian peduli? Kan nggak!
Buat mereka nyawa rakyat emang semurah itu
UI baru saja mengumukan acara konfrensi rebuplik di batalkan karna ada tekanan dari pihak tertentu :
- Izin dicabut mendadak pukul 11 malam hingga 1 dini hari
- padahal sudah dapat konfirmasi sejak 19 Juni
- Bukan keinginan internal kampus
- tidak narasumber dari pihak jubir prabowo
- panitia yakin ada tekanan eksternal yang memaksa UI batalkan izin
- UI dalam posisi sulit sebagai institusi negeri mereka tidak bisa menolak tekanan dari luar
- Pemerintah/pihak tertentu diduga takut pada gagasan yang terorganisir
- bukan takut kekerasan tapi takut kesadaran kolektif
- Ruang diskusi dan gagasan dianggap ancaman
- karena selama ini ruang publik diisi perdebatan ide bukan kepentingan tertentu
- Izin dicabut bukan karena salah prosedur
- tapi karena ada yang tidak mau gagasan-gagasan kritis berkumpul dan terorganisir
pengakuan sonny BGN soal korupsi MBG:
- 26 nama disebut Sony di pemeriksaan pertama minta jatah SPPG
- Di pemeriksaan kedua jaksa buka langsung HP Sony satu per satu
- ada orang minta ubah yayasan dapur SPPG sudah 3 kali diubah
- kalian tau lah ya siapa itu
- ada satu orang ajukan 290 titik SPPG sekaligus ternyata seorang Bupati
- Dari situ nama berkembang dari 26 menjadi 41 nama
- Mayoritas yang minta jatah: pejabat negara, anggota DPR, dan bupati
- Sony bantah terima uang mengaku hanya ingin percepat program
- Sony sebut 3 nama lagi yang banyak minta tapi belum diperiksa "enak-enakan santai padahal banyak minta"
- ada 3 orang yang punya 400 SPPG/orang
Saat ini ada 25 wakil menteri yang juga menjabat sebagai komisaris BUMN.
Padahal putusan Nomor 128/PUU-XXIII/2025 jelas menegaskan bahwa wakil menteri tidak boleh rangkap jabatan.
Ospek di kampus aja kalo ada 1 orang yg meninggal pasti diusut penegak hukum. Dikejar sampe ke pucuknya. Latsarmil Kopdes ini 5 orang meninggal, terus dibiarkan aja karena melibatkan struktur tentara, gitu?
Tajam ke sipil, tumpul ke tentara. Negara hukum macam apa kita ini?
RIP dr. Icha ๐ญ๐
Gantung diri karena depresi berat, diduga akibat intimidasi 2 anggota DPRD ๐คฌ
dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni (dr. Icha), lahir 27 Juli 1998, berusia 27 tahun.
Beliau adalah dokter jaga di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT.
Meninggal pada Jumat, 26 Juni 2026 petang, ditemukan gantung diri di lantai 2 rumah orang tuanya di Kabupaten Kupang, NTT.
Kejadian:
- Pada 13 Juni 2026, dr. Icha menangani pasien anak korban gigitan ular di IGD. Keluarga pasien tidak puas dengan penjelasan medis mengenai ketersediaan serum anti bisa ular.
- Diduga terjadi intimidasi berupa bentakan keras, tunjuk2 wajah, & tekanan psikologis dari oknum anggota DPRD TTU. Saksi menyebut pelaku dalam kondisi mabuk (bau alkohol).
- Terduga pelaku intimidasi: Therensius Lazakar (Golkar) & Norbertus Tubani/Robertus Tubani (PKB).
(1)