mulai menormalisasi everything happen for a reason, belajar untuk menerima semua hal yang sudah terjadi dan mengambil pelajaran dari hal itu, jangan berharap mengulang waktu dan kejadian untuk dapat suatu hasil yang berbeda. semakin dewasa kita akan dituntun untuk selalu mengerti dan menerima keadaan yang kita alami.
Aku ga pengen jadi pendendam ya Allah, tapi tolong semua rasa sakitnya diganti dengan kelancaran rezekiku, dimudahkan dan dilancarkannya segala urusanku, diikhlaskan hatiku dan dibahagiakan serta diberkahi kehidupanku ya Allah
Belajar kontrol emosi, belajar memaafkan, gak perlu membesar-besarkan masalah, belajar ikhlas dan mempermudah hidup orang lain. Nanti kamu bakal ngerasain sendiri urusan hidupmu jadi jauh lebih mudah dan lancar kayak jalan tol.
Hiduplah dengan baik, sebaik-baiknya.
Kalau belum bisa jadi alasan seseorang bahagia, setidaknya jangan jadi alasan seseorang kehilangan semangat hidupnya.
Jangan terlalu mudah menyakiti orang hanya karena kita merasa itu hal kecil.
Karena kita gak pernah benar-benar tahu seberapa berat hidup yang sedang dia jalani.
Bisa jadi orang yang kamu kecewakan itu lagi capek sama hidupnya.
Bisa jadi dia lagi berusaha kuat sendirian.
Dan bisa jadi, perkataan atau perlakuan kecil dari kita malah jadi hal yang paling melukai dia hari itu.
titik tertinggi menghargai diri sendiri adalah dengan tidak menempatkan diri kita sebagai pilihan dalam hidup siapapun. jika bukan tujuan, cukup berhenti. kita tidak perlu menang, kita hanya perlu selamat.
Tidak lagi bertanya karena memang sudah tidak lagi berharap. Seringkali kecewa yang tumbuh menjelma diam panjang. Rasanya lelah sekali, hingga tak ada daya untuk terus mengulang pertanyaan berkali-kali, seperti sebelumnya.
Banyak orang sebenarnya lagi silent struggle, kelihatannya aja baik-baik saja.
Masih main, masih ketawa, masih jalan ke sana sini, bahkan masih muncul di story orang lain. Tapi di dalamnya, bisa jadi mereka lagi capek banget, lagi nahan banyak hal sendirian.
Jadi, lebih baik kita jangan gampang menilai dari yang kelihatan aja. Kadang orang yang paling “ramai” justru yang paling lelah.
Coba lebih pengertian sama orang lain. Kita nggak pernah benar-benar tahu seberat apa hari yang mereka jalani hari ini.
akan ada fase dimana kamu lelah dengan semuanya, memilih untuk diam, mengalah dan tidak minta siapapun untuk memahami keadaanmu lagi. membiarkan keadaan berjalan dengan sendirinya, tanpa banyak bicara dan tanpa kata. hanya tindakanmu, yang membuat semua orang melihatmu berpikir.
Dalam beberapa hal kita memang terpaksa harus marah, harus mengeluarkan suara yang keras, harus bersikap lebih tegas. Semata untuk memastikan orang-orang tidak semena-mena. Semata untuk memastikan orang-orang tidak bersikap tidak seperti seharusnya.
karma said:
tidak akan ada orang yang hidupnya baik-baik saja, setelah membuat hidup orang lain tidak baik, dunia ini berlaku "tabur tuai" jadi jangan harap memetik bunga yang wangi, jika yang kau tanam adalah bunga bangkai.
Selalu suka sama kalimat ini:
"Maafkanlah dirimu karena dulu kamu belum tahu sesuatu, yang ternyata ada hal yang cuma bisa diajarkan oleh waktu."
Don’t be too hard on yourself. Life is a process.
tidak ada hal yang lebih indah daripada melihat diri sendiri bahagia dan kembali bersemangat pada hal-hal yang di sukai, terus sembuh dari hal-hal yang menyakiti, namun mampu untuk bahagia dan tertawa lepas lagi.