Hari ini terjadi tragedi sangat mengerikan di Thailand
✅Lima orang guru tewas dlm tragedi penembakan di Sekolah Debsirin Nonthaburi, utara Bangkok.
✅Terduga pelaku penembakan, seorang remaja laki-laki berusia 14 tahun. Dia membunuh kakek-neneknya di rumah sebelum berangkat ke sekolah.
✅Pistol 9mm yang digunakan utk melakukan penembakan adl milik kakeknya. Menurut keterangan polisi, terduga pelaku membawa setidaknya 34 butir amunisi tambahan.
✅Terduga pelaku penembakan juga telah tewas krn mengarahkan pistol ke dirinya sendiri. Motif terduga pelaku blm diketahui.
✅Setidaknya 15 orang dilarikan ke RS krn luka2. Dua orang dalam kondisi kritis.
✅Ini kasus penembakan di sekolah kedua di Thailand tahun ini. Thailand memiliki tingkat kepemilikan senjata api tertinggi di Asia Tenggara. Cara mendapatkan sejata api baik legal dan ilegal termasuk mudah.
RIP
Gue tadi nonton podcast Wendi Cagur sama Adhika Pratama, terus ada cerita dari Arief Didu yang lumayan nyangkut di kepala
Katanya dulu waktu masih baru di dunia film, dia liat Dian Sastro lagi ambil makan di prasmanan. Ya udah dia ikut ambil juga karena ngira emang semua makan di sana
Eh ternyata malah diteriakin sama kru. Katanya makanan itu bukan buat dia dan dia disuruh ambil nasi kotak
Entah kenapa gue ngerasa sedih aja dengernya. Bukan soal prasmanan atau nasi kotaknya. Tapi karena orang yang baru masuk industri malah dapet pengalaman kayak gitu. Padahal tinggal bilang baik-baik juga pasti ngerti
Makanya gue gak heran kalo PH Imajinari sering banget dipuji sama pemain maupun kru. Dari banyak cerita yang beredar, mereka bikin semua orang punya hak yang sama di lokasi syuting. Makan di tempat yang sama, menu yang sama, fasilitasnya juga sama-sama bisa dinikmati. Katanya makanannya enak, ada barista, dan jam kerja juga lebih manusiawi
Hal-hal kecil kayak gini ternyata bikin orang merasa dihargai. Dan menurut gue, rasa dihargai itu gak kalah penting dibanding budget produksi yang besar
Respek buat Ernest Prakasa sama Dipa Andika. Semoga makin banyak PH yang punya budaya kerja kayak gini
Perlu diingatkan lagi, Joko Widodo berulang kali menyatakan proyek KCJB menggunakan skema business to business (B2B), sehingga tidak menggunakan APBN dan tidak memerlukan jaminan pemerintah.
Luhut Binsar Pandjaitan, sebagai Menko Kemaritiman dan Investasi, berkali-kali menegaskan bahwa utang proyek tidak akan dibayar menggunakan APBN dan mengkritik pihak yang menyebut proyek itu akan menjadi beban negara. Bahkan pada 2025 ia kembali mengatakan tidak pernah ada permintaan agar utang Whoosh dibayar memakai APBN. (tautannya: https://t.co/CJjEJwqPn4)
Sejumlah pejabat KCIC dan kementerian pada masa itu juga konsisten menyampaikan narasi bahwa proyek bersifat komersial (B2B) sehingga risikonya berada pada perusahaan, bukan negara.
Tak terhitung juga para politisi dan buzzer pendukung Jokowi saat itu yang menyampaikan narasi ini dan menyerang mereka yang mengritik KCIC. Jika sejak awal proyek dijanjikan sepenuhnya B2B tanpa membebani negara, mengapa kini penyelesaiannya harus diambil alih pemerintah?
Bagaimana pertanggungjawabannya? Kemana mereka sekarang?
Kalau LBP sih masih punya jabatan sih.
KeMUdian pada fomo ngide buat bajak si Kim Sang-sik untuk ngelatih Timnas Indonesia kayak biasanya.
Padahal masalahnya masih sama dengan saat kita ngide ngebajak Alfred Riedl (Vietnam), atau Peter White (Tailan) waktu Piala Tiger dulu.
Timnas Tailan dan Vietnam konsisten karena pembinaan pemain MUda, iklim klub dan kompetisinya diperbaiki.
Mereka memaksa pemain binaan Federasi di Negaranya untuk abroad, bukan mencari pemain binaan KNVB untuk dikasih KTP terus main di Liga lokal biar bisa dipanggil ke Piala Tiger.
Biasanya kalo udah diginiin, pemerintah akan muncul kasih bantuan. Jadi mari kita dukung siapapun yg punya inisiatif. Yang penting Aceh segera kembali pulih.
Saya senang Rektor UGM menyampaikan statemen ini sidang MK.
Karena sekarang jadi makin banyak rekan-rekan saya yang tergelitik karena merasa, “lho, kok gajiku nggak segitu ya?”
Mari mari, ini waktunya kita galang solidaritas bersama ✊
Pernah membaca tulisannya Alan Pardew, mengenang saat masih melatih Scaloni di West Ham. Kata Pardew, Scaloni ini bukan tipe orang Argentina pada umumnya.
Pemain2 Argentina yg pernah dilatih Pardew biasanya banyak banget argumennya, darahnya panas, mudah meledak-ledak.
Tp karakter Scaloni ini kata Pardew baik, vibenya positif, sangat tenang, murah senyum, dan terkendali. Dia nggak pernah membantah atau minimal memberikan masukan ke Pardew dalam hal taktik. Beda dr umumnya para pemain apalagi yg berstatus bintang.
Scaloni langsung menerima rencana2 permainan yang ditugaskan kepadanya. Dia mendengarkan apa yang harus diantisipasi dari pemain sayap lawan. Dan melakukan tugasnya dgn sangat efisien.
Andai Thomas Tuchel lebih berani, mungkin kita bisa mendapat 90 menit final yang lebih menghibur dari ini. Argentina nggak bisa ngapa-ngapain selain main “jorok” di 2 babak ini.
Hobinya seremonial dan kasi sambutan.
Kalo dikritik, tersinggungan lalu gas ke wa pribadi menuju doxxing.
Kerja nomer dua, nama baik adalah utama
Kalo melaju pake kendaraan, harus dikasi jalan
Kalo berobat harus dikasi spot terdepan.
👍
Top KOE
SING LIYANE BENG2
Sebuah langkah balik yg tepat, juga contoh nyata sikap tidak membiarkan setiap usaha penyimpangan demokrasi berlalu begitu saja tanpa ditangkal. Semoga bisa jadi kesadaran bagi semua. Hormat utk bu dosen!
Dia lupa ya kalo dia tuh kepilih nya sebagai presiden, bukan sebagai Raja
Raja aja kalo pidato kaya gitu bisa ditimpukin rakyat
Pure presiden paling brengsek yg pernah ada
Wuih, gila sih ini investigasinya.
Kelen harus nonton Bocor Alus Tempo soal Jampidsus!
Gue tambahkan info-info menarik. Menurut Tempo:
Pertama, Presiden dikabarkan marah besar kepada Kapolri karena penggeledahan itu.
Kapolri sampai minta maaf dan menjelaskan kalau dikasih tahu, info penggeledahan akan bocor.
Kedua, kabarnya, apa yang dilakukan Kapolri dianggap pembangkangan.
Muncul wacana agar Kapolri diganti dengan Komjen Karyoto dari Jenderal SS.
Ketiga, Presiden dikabarkan ragu dengan Komjen Karyoto. Itu karena dia BESANNYA KDM.
Presiden khawatir kalau loyalitas Karyoto akan mengarah pada KDM, bukan untuk dirinya.
Keempat, ada info bahwa ketika rapat internal di Widya Chandra, ada laporan penebalan pasukan.
Ini bikin Prabowo khawatir dan menuding, "Kalian mau sabotase pemerintahan saya?" Polisi akhirnya menjelaskan kalau mereka ga mungkin menjatuhkan presiden.
Kelima, ada dugaan lobi-lobi agar Febrie tidak jadi tersangka.
Kompensasinya, Febrie mundur dari Jampidsus dan emas 74 kg itu diklaim bukan miliknya. Dua pengusaha dikontak agar mengaku bahwa emas 74 kg itu miliknya.
FOTO: Screenshot YouTube Bocor Alus Tempo.
“Saya menghabiskan belasan tahun meneliti tentang perlindungan sosial di banyak negara. Saya menyelesaikan S2 dan S3 saya di inggris. Tidak ada satu pun negara di dunia yg program makan bergizi gratisnya dilakukan oleh aparat keamanan. Dari semua program perlindungan sosial di seluruh dunia, MBG adalah program terbesar dari segi anggaran, inefisiensi dan potensi korupsinya, di seluruh dunia.”
Video ini adalah paparan paling clear soal kekacauan tata kelola embege. Kalo ada yg nanya “emang apa salahnya sih embege?”, cukup suruh nonton video ini.
Udah jelas ditemukan emas 74kg dan ratusan milyar dalam bentuk dollar, status udah tersangka, eh bukannya ditangani KPK, malah dilimpahin ke kejaksaan. Sekarang pas dilimpahin ke kejaksaan, turun statusnya jadi saksi. Mantep memang negara hukum 😆
Ketika malingnya itu sesama aparat, maka ga berlaku semua itu tata cara dan prosedur hukum. Jadi berhentilah ngomong “ini negara hukum”.. nggak, ini semua hanya soal deal-dealan kok, sudahlah. Menjijikan.
Prof Bambang Hero ini ahli forensik kebakaran hutan, jangankan di indonesia, di asia aja ngga banyak
Orangnya luar biasa rendah hati dan ngga pelit ilmu
Alexander Sørloth dan Embolo: Dua orang tolol membunuh momentum Norwegia dan Swiss
Alexander Sørloth punya semua waktu dan ruang di dunua ini untuk passing ke Haaland. Iya, cuma passing simpel aja, dan Norwegia bisa bikin gol dengan gampang.
Itu Haaland, yang sangat bebas tanpa kawalan. Menghadap gawang, dapat bola simpel aja bisa dia bikin gol dan mungkin Norwegia bisa mengalahkan Inggris.
Tapi nggak, Alexander Sørloth memilih untuk egois.
Lalu datang Embolo, striker Swiss, yang ternyata lebih tolol ketimbang Alexander Sørloth.
Swiss, di posisi skor 1-1, memegang kontrol penuh. Bahkan ini untuk kali pertama Argentina harus bertahan terlalu dalam.
Lalu, Embolo punya ide, dong. Ide untuk diving. Padahal, dia udah kena kartu kuning sebelumnya.
Setelah cek VAR, terlihat jelas sekali Embolo berubah menjadi lumba-lumba di lautan luas. Ya maklum, Swiss nggak punya laut mungkin Embolo pengin banget ciblon di laut maka jadilah dia lumba-lumba.
Alexander Sørloth dan Embolo. Kalau saja mereka nggak tolol banget, mungkin semifinal paling epik akan tercipta:
Norwegia vs Swiss
Tapi Piala Dunia memang selalu mistis. Semesta Piala Dunia memilih mengulang laga panas antara Inggris vs Argentina.
Tolol bener