Idealnya harga rumah itu maks 4 kali penghasilan setahun.
Jadi kalau income setahun Rp 60 juta, maka harga rumah yg layak baiknya Rp 240 juta saja. Jangan sampai Rp 1M.
astaghfirullah, astaghfirullah
yaAllah, forgive us. forgive our sins. forgive us. dont punish us for the sins they’ve committed (the gov).
ampuni kami yaAllah
ACEH
Peta ini memperlihatkan bahwa banjir besar yang melumpuhkan Aceh terjadi di wilayah yang salah satu konsesi hutannya dimiliki langsung oleh Prabowo Subianto melalui PT Tusam Hutani Lestari, perusahaan HTI yang menguasai sekitar 97 ribu hektare hutan di Aceh Tengah, Bener Meriah, Bireuen, dan Aceh Utara.
Konsesi milik Prabowo ini berdiri berdampingan dengan puluhan izin tambang, HTI, HPH, dan kebun sawit berskala raksasa yang bersama‑sama menggerus tutupan hutan di pegunungan dan hulu sungai, merusak daerah tangkapan air, dan melemahkan kemampuan alam menahan limpasan hujan.
Banjir yang menerjang baru-baru ini datang ketika curah hujan ekstrem turun di kawasan yang sudah lama dikapling izin-izin tersebut, sehingga air hujan tidak lagi tertahan oleh hutan dan tanah yang sehat. Air mengalir deras membawa lumpur dan kayu ke pemukiman, menjadikan banjir bandang di Aceh sebagai salah satu yang terbesar dalam beberapa dekade terakhir, menenggelamkan ribuan rumah dan memaksa puluhan ribu warga mengungsi.
Wilayah yang disorot dengan garis ungu di peta—Pidie Jaya, Aceh Tengah, Aceh Utara, Aceh Tenggara, Aceh Selatan, Aceh Tamiang, Gayo Lues hingga Aceh Singkil—adalah kabupaten dengan banjir terparah yang resmi berstatus siaga darurat. Di banyak titik, penjelasan resmi memang menyebut luapan sungai setelah hujan lebat berhari‑hari, tetapi peta ini menambahkan lapisan fakta lain: hulu sungai yang sama sudah dibebani 30 izin tambang minerba seluas lebih dari 132 ribu hektare ditambah konsesi kayu dan HTI yang membentang hingga ke batas permukiman.
Salah satu contoh yang paling menonjol adalah kawasan Linge di Aceh Tengah, tempat PT Tusam Hutani Lestari menguasai hampir 100 ribu hektare hutan dan telah lama diprotes warga karena merampas ruang hidup mereka dan mengubah hutan adat menjadi kebun industri pinus.
Dengan demikian, bencana ini bukan hanya soal hujan dan alam, tetapi juga soal kepemilikan lahan raksasa oleh elit politik, termasuk presiden, yang ikut menentukan seberapa parah air bah menerjang kampung‑kampung di hilir.
🔴SURAT Untuk Presiden @prabowo dari Warga Palestina Azzam Sultan Tamimi:
Kepada Presiden Indonesia Prabowo Subianto.
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Saya telah mendengarkan pidato Anda di Sidang Umum PBB. Saya sungguh terkejut bahwa, sebagai pemimpin negara Muslim terbesar, Anda tampaknya berpikir bahwa konflik di Palestina adalah antara Muslim dan Yahudi.
Saudaraku terkasih, konflik di sana bukanlah antara komunitas agama lokal yang berselisih, melainkan akibat invasi asing Barat ke Palestina.
Secara historis, Muslim, Yahudi, dan Kristen hidup dan berdampingan selama berabad-abad dalam damai dan harmonis di berbagai wilayah yang sekarang disebut Timur Tengah. Kristen dan Yahudi sama-sama merupakan ahli kitab, yang hak-haknya dijamin oleh Syariat Islam.
Orang-orang yang menyerbu tanah air saya, menggusur rakyat saya, dan saat ini membantai saudara-saudari kami di Gaza, adalah Zionis yang mengaku berbicara atas nama orang Yahudi.
Awalnya, mereka bukanlah orang Yahudi pribumi, melainkan sebagian besar datang dari Eropa, didorong oleh keserakahan atau ketakutan. Beberapa dari mereka memang melarikan diri dari penganiayaan di sana oleh orang-orang Kristen Eropa.
Faktanya, sebagian besar orang Yahudi di seluruh dunia menentang Zionisme sejak awal berdirinya lebih dari seabad yang lalu. Mereka memandang Zionisme sebagai proyek anti-Semit yang dirancang oleh kekuatan kolonial Eropa dan digunakan sebagai ujung tombak kolonial.
Saat ini, semakin banyak orang Yahudi, baik religius maupun sekuler, yang secara eksplisit menentang gerakan rasis, supremasi, kolonial, dan pemukim ini.
Lebih lanjut, saudaraku terkasih, masalah di Palestina tidak muncul karena tidak adanya negara Palestina, melainkan karena pendudukan Zionis atas tanah kami, yang merupakan kiblat pertama umat Islam dan masjid tersuci ketiga di dunia.
Oleh karena itu, solusi atas konflik yang berkecamuk di sana selama lebih dari satu abad adalah mengakhiri pendudukan Zionis, sumber segala masalah.
Mereka yang mengenal Zionisme akan memberi tahu Anda bahwa ideologi dan metodologinya tidak jauh berbeda dengan rezim Apartheid Afrika Selatan yang telah runtuh.
Dalam banyak hal, Zionisme merupakan cerminan dari proyek-proyek kolonial yang menindas, menganiaya, dan membantai penduduk asli di berbagai belahan dunia.
Zionisme, saudaraku, adalah masalahnya.
(Azzam Sultan Tamimi)