🚨 BREAKING: José Mourinho back to Real Madrid, HERE WE GO! 💣🤍
All terms have been verbally agreed between José Mourinho and Real Madrid, waiting to sign all documents.
Plan for initial two year deal, JM to travel to Madrid after Real-Bilbao game.
The Special One is back.
Bukti kuat bahwa negara gak kerja, gak hadir, salah pilih prioritas, bebal, culas, pongah, dan empatinya jatoh.
Kapan terakhir kali kamu liat presiden unggah konten perihal Aceh? Saat sholat ied? Saat diskusi harga sumur bor 150jt dan dianggapnya murah? Atau saat ia berkelakar di atas podium bahwa saat pemilu ia tak memenangkan suara di Sumatera, tetapi mengklaim ia dan pemerintahannya tetap 'mati-matian' untuk proses pemulihan bencana? Kapan?
Inilah Aceh saat ini, masih seperti ini.
Semoga lekas pulih, Aceh. 🥀
Dear @steam, @Steam_Support, @valvesoftware, a staff member from Indonesia's Ministry of Communication (Komdigi) whose previous job was literally working as a government-paid social media buzzer just publicly accused you of "deliberately publishing fake ratings that disturb the public" and claimed Steam "allegedly violated Indonesian law."
instead of fixing their own system, a ministry staff member went online and blamed you for it.
just wanted you guys to know what's being said over here.
cc @IGN@PCGamer
Transum itu tidak boleh berorientasi profit. Rugi terus juga gpp.
Kalo mobilitas dari daerah A -> B menggerakan ekonomi, maka transum bisa bantu kontribusi meningkatkan nilai ekonomi daerah tersebut.
Transumnya rugi, tapi secara sistem bikin the whole economy jadi untung. Makin bagus transum, multiplier ekonominya makin tinggi.
Makanya transum itu diskusinya jangan untung rugi. Kalau bahasannya gitu doang mah gaada negara yg mau mulai bikin transum 🤣
Di bidang astronomi, jarak yg sangat jauh diukur dgn satuan “tahun cahaya”
Di Indonesia ada satuan baru dlm perhitungan harga/biaya yg sangat mahal, yaitu “hari MBG”
* Anggaran beasiswa LPDP: 5 hari MBG
* Subsidi BPJS Kes: 40 hari MBG
* Biaya pembangunan Whoosh: 94 hari MBG
😁
Guys gw mau jujur soal sesuatu.
Prabowo bilang dia bangun jam 2 atau jam 3 pagi buat pantau YouTube dan update berita global.
Dan gw mau bilang sesuatu yang mungkin tidak enak didengar.
Gw juga bisa bangun jam 3 pagi dan buka YouTube.
Bukan hal yang istimewa. Siapapun bisa melakukan itu.
Yang istimewa adalah setelah lu baca semua berita itu apa yang lu lakukan?
Karena kalau jawabannya cuma 'saya pantau' — itu bukan kelebihan seorang presiden. Itu kebiasaan orang yang insomnia.
Presiden yang bangun jam 3 pagi tapi harga bahan pokok masih mencekik rakyatnya sama saja dengan tidak bangun.
Presiden yang bangun jam 3 pagi tapi aktivis yang disiram air keras oleh intelijen militernya sendiri belum ada yang diadili sama saja dengan tidak bangun.
Presiden yang bangun jam 3 pagi tapi 700 triliun investasi mangkrak karena izin tidak selesai-selesai sama saja dengan tidak bangun.
Presiden yang bangun jam 3 pagi tapi kelas menengah terus menyusut sama saja dengan tidak bangun.
Satu setengah tahun menjabat. Dan yang bisa diklaim dengan data konkret masih terlalu sedikit dibanding besarnya masalah yang ada.
Gw tidak bilang tidak ada yang dikerjakan. Ada jembatan yang dibangun. Ada pupuk yang disederhanakan regulasinya. Ada efisiensi Rp308 triliun yang diklaim.
Tapi rakyat tidak butuh presiden yang impressive di depan kamera forum diskusi.
Rakyat butuh presiden yang kebijakannya terasa sebelum gajian habis di tengah bulan.
Bangun jam 3 pagi itu mudah.
Yang susah adalah memastikan bahwa semua yang lu baca jam 3 pagi itu berujung pada keputusan yang mengubah sesuatu di kehidupan nyata orang-orang yang bangun jam 4 pagi bukan untuk pantau YouTube tapi karena harus kerja shift pagi dengan upah minimum yang tidak cukup untuk bayar kontrakan.
Kalau pantau doang gw juga bisa Pak.
Ini yang bikin gw geleng geleng dan gak habis pikir.
Pemerintah baru aja blokir TikTok, YouTube, Instagram, dan platform lainnya buat anak di bawah 16 tahun dalam waktu yang relatif cepat dan terkoordinasi.
Kebijakannya jalan. Platformnya langsung kena. Eksekusinya nyata.
Tapi judi online?
Udah bertahun tahun. Udah ratusan ribu korban. Udah ada yang jual rumah, cerai, bahkan bunuh diri gara gara judi online. Udah ada yang kehilangan seluruh tabungan hidupnya dalam semalam.
Masih ada. Masih jalan. Masih bisa diakses.
Pinjol predatory?
Bunga mencekik sampai ratusan persen. Debt collector yang teror kontak keluarga. Korban yang sampai malu dan memilih mengakhiri hidupnya karena gak sanggup nanggung hutang.
Masih ada. Masih beroperasi. Masih cari korban baru setiap hari.
Tapi YouTube anak anak diblokir dalam hitungan waktu yang jauh lebih cepat.
Jadi pertanyaannya bukan soal mampu atau tidak mampunya pemerintah ngeblokir sesuatu.
Karena terbukti mereka bisa bergerak cepat kalau mau.
Pertanyaannya adalah kenapa judi online dan pinjol itu tidak masuk kategori yang sama mendesaknya?
Siapa yang diuntungkan kalau keduanya tetap jalan?
Dan siapa yang selalu jadi korbannya?
Jawabannya kita semua udah tau, Tinggal berani ngakuinnya aja