Suatu Pagi di IGD, seorang bapak datang bersama putranya.
Saya memperhatikan tubuhnya sejak ia masuk pintu IGD. Badannya kurus sekali. Keringat membasahi pelipisnya. Tangannya gemetaran.
Matanya menonjol, seperti selalu terbelalak. Leher bagian depannya tampak sedikit membesar. Napasnya cepat.
Saya menyapa beliau dan putranya dengan senyum.
“Halo, Pak.”
Beliau menatap saya lama. Bibirnya bergetar.
“Dok... lupa ya... sama saya?”
Suaranya terdengar bergetar, seakan ada gemuruh di dalam dadanya.
“Dokter... yang bantuin... saya waktu Covid.”
Bicaranya patah-patah, tetapi cepat sekali, sampai saya butuh beberapa detik untuk memahami.
Seketika saya ingat.
Bapak ini dulu pasien saya. Yang paling saya ingat, beliau romantis sekali dengan istrinya. Selama di rumah sakit, mereka hampir selalu bergandengan tangan. Istrinya selalu duduk di samping ranjang, memandang beliau seperti sedang menjaga separuh hidupnya.
Perubahan tubuhnya hari itu membuat saya pangling. Terutama matanya yang menonjol.
“Oh iya, Pak. Saya ingat. Ibu apa kabar?”
Putranya yang menjawab.
“Ibu sudah enggak ada, Dok. Hashimoto disease. Bapak kena Graves’ disease.”
Saya terdiam sebentar.
Graves’ disease adalah penyakit autoimun yang membuat kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid berlebihan. Kondisi ini disebut hipertiroid.
Itu menjelaskan banyak hal.
Kenapa bapak menjadi kurus sekali. Kenapa matanya menonjol dan Kenapa tangannya tremor.
“Agus, Bapak ke bed satu ya. Cek suhu, pasang oksigen, monitor tanda vital.”
“Mari, Pak.”
Putranya melanjutkan cerita.
“Ibu dulu hipotiroid, Dok. Lemas terus. Lemaknya jadi enggak terkontrol. Jantungnya bengkak. Daya pompanya turun. Sampai akhirnya kena serangan jantung.”
Saya mengangguk pelan.
Pedih sekali.
Suami istri ini seperti memiliki takdir yang saling bercermin. Masalahnya sama-sama di kelenjar tiroid, tetapi bergerak ke arah yang berlawanan.
Kelenjar tiroid itu seperti knop kompor di tubuh manusia. Ia mengatur sebesar apa api metabolisme menyala.
Kalau apinya terlalu besar, tubuh masuk ke keadaan hipertiroid. Jantung berdebar, tubuh gemetar, berat badan turun, keringat berlebihan, dan organ-organ bekerja terlalu cepat.
Kalau apinya terlalu kecil, tubuh masuk ke keadaan hipotiroid. Badan lemas, metabolisme melambat, berat badan mudah naik, kolesterol terganggu, jantung ikut terbebani.
Dua-duanya berbahaya.
“Dalam lima bulan terakhir, Bapak sudah enggak mau minum obat rutin, Dok,” kata putranya. “Hari ini ke sini karena mual, muntah-muntah, dan diare.”
Saya menatap putranya.
“Enggak minum obat lima bulan?”
Ia mengangguk khawatir.
Apa pun yang dikhawatirkan putranya, saya sepuluh kali lebih khawatir.
“Dok!”
Agus berteriak dari sisi ranjang.
Saya menoleh ke monitor.
Nadi 150. Lalu naik terus.
“Suhu 39,5 derajat,” lapor Agus.
Di dalam kepala, saya mulai menghitung skor Burch-Wartofsky.
Demam. Takikardia. Gejala saluran cerna. Gangguan sistemik. Riwayat putus obat.
Angkanya bergerak cepat di kepala saya.
25 + 10 + 10 + 20.
Ini Badai tiroid.
Saya mendekat ke pasien.
“Agus, pasang infus.”
“Siap, Dok.”
“Bowo, cek darah. Pasang kateter, cek urinnya. Ella, ambil RL, siapkan PTU tablet 600 mg, paracetamol drip, bisoprolol, sama dexa ampul.”
Saya memeriksa leher bapak. Teraba pembesaran tiroid, dan terdengar bruit halus di sana. Aliran darahnya deras, seperti organ kecil berbentuk kupu-kupu di bawah jakun itu sedang bekerja terlalu keras.
Lalu saya menempelkan sensor EKG di dada beliau.
“Pak, jangan tidur dulu ya, Pak.”
Beliau mengangguk.
Anehnya, ia tersenyum.
Kami mengelilingi bapak. Semua sibuk, tetapi setiap orang tahu tugasnya.
Saya membaca monitor tanda vital dan EKG. Angka dan grafik di sana membuat dada saya ikut tegang.
“ini SVT. Tensi mulai turun.”
Semua menengok ke monitor.
“Perlu kardioversi.” saya melihat ke tim saya.
Mereka paham. Kardioversi berarti memberi kejutan listrik ke jantung dengan energi terukur, untuk mengembalikan irama jantung ke jalur yang benar.
ini kita kesusahan nyari tuker duit baru, lah dia bisa dapet segitu banyak darimana?
2m itupun tgl 19 maret lalu, bahkan yg kerja di bank aja susah dapet tukeran duit baru.
SIARAN PERS
Tempo Mendapat Kiriman Kepala Babi
Kantor Tempo mendapat kiriman kepala babi pada 19 Maret 2025. Kepala babi tersebut dibungkus kotak kardus yang dilapisi styrofoam.
Kotak berisi kepala babi tersebut ditujukan kepada “Cica”. Di Tempo, Cica adalah nama panggilan Francisca Christy Rosana, wartawan desk politik dan host siniar Bocor Alus Politik.
Paket tersebut diterima satuan pengamanan Tempo pada 19 Maret 2025 pukul 16.15 WIB. Cica baru menerima pada pukul 15 pada Kamis, 20 Maret 2025.
Cica baru pulang dari liputan bersama Hussein Abri Yusuf Muda Dongoran. Karena mendapat informasi ada paket kiriman untuknya, ia membawa kotak kardus tersebut ke kantor.
Hussein yang membuka kotak itu. Ia mencium bau busuk ketika baru membuka bagian atas kardus tersebut.
Ketika styrofoam terbuka, Hussein melihat isinya kepala babi. Ia dan Cica serta beberapa wartawan membawa kotak kardus di keluar gedung. Setelah kotak kardus sudah dibuka seluruhnya, terpampang di sana kepala babi. Kedua telinganya terpotong.
Pemimpin Redaksi Tempo Setri Yasra mengatakan kiriman paket berisi kepala babi tersebut sebagai bentuk teror terhadap kebebasan pers. “Kami sedang menyiapkan langkah-langkah selanjutnya sebagai respons atas kejadian ini,” kata Setri. ***
Kere Munggah Bale, Kekuasaan itu Indah Kawan !!!
Saya penasaran dengan komentar soal Jokowi dari netter yang menuliskan “kere munggah bale”, yang katanya itu merupakan pepatah Jawa. Bahkan, Saya sendiri sebagai orang Jawa sangat asing dengan pepatah itu.
Kere munggah bale diartikan sebagai orang rendahan (miskin) yang tiba-tiba mendapatkan jabatan, bisa juga diartikan sebagai orang kaya mendadak atau istilah populernya yaitu orang kaya baru (OKB). Kere artinya miskin/orang rendahan, munggah artinya naik, bale artinya pendopo/bangunan/aula (yang besar).
Kalimat kere munggah bale ini begitu menarik, namun sayangnya belum banyak informasi yang tersedia untuk menjelaskannya. Nah berhubung menurutku cukup menarik, maka Saya akan coba untuk menulis tentang pepatah ini dengan menjadikan Jokowi dan keluarganya sebagai lakon.
Kenapa “lakon”? Karena kalimat kere munggah bale, menurut informasi di internet, pernah digunakan dalam acara wayang. Nah, jika dirasa ada kekeliruan, jangan sungkan untuk memberikan koreksi :)
[Sebuah Esai]
Bisnis Haram Raffi Ahmad dan Tangisan Kaum Miskin
Siapa sih yang tidak kenal dengan Raffi Ahmad? Pria yang sudah berkarir selama 20 tahun di dunia hiburan ini, semakin sukses menorehkan pundi-pundi hartanya lewat beragam bisnis yang ia miliki. Namun siapa sangka, di balik bisnis-bisnis itu terdapat tangisan dari kaum miskin yang dipaksa minggir dari tanahnya.
Melalui program yang bernama Proyek Strategis Nasional, pengusaha-pengusaha kelas kakap berkumpul demi mewujudkan Jakarta “yang mendunia”, termasuk Raffi Ahmad di dalamnya. Tapi tunggu dulu, sebelum Saya ajak kalian untuk menyelam ke dalam, ada baiknya Saya awali dengan kongsi-kongsi yang dilakukan oleh Raffi Ahmad bersama para petinggi partai politik.
Terpilihnya Raffi Ahmad sebagai Wakil Ketua Umum Kamar Dagang Industri periode tahun 2024-2029 juga tidak lepas dari kedekatannya dengan Anindya Bakrie, karena hubungan mesra Raffi dengan keluarga Bakrie terjadi sudah sejak lama melalui peran VIVA Group.
[Sebuah Esai]
Deflasi RI dua bulan berturut2. Tanda ada penurunan daya beli yg agak parah.
Lalu tiba2 data terbaru menunjukkan gejala USA akan mengalami resesi yg dalam.
Resesi USA akan hantam ekonomi China. Dan anjloknya ekonomi China akan hantam ekonomi RI.
Prepare for the worst.