"salahnya apa saya mau tanya, MBG, koperasi merah putih"
"jadi ini kelompok yg mau mempengaruhi bahwa kita gagal. kita tidak gagal kita berhasil"
Y’ALL, WE’RE FINISHED! Udh ga ada yg bisa diperbaiki dari dia. Denial akut, stress bgt. Just hoping his downfall era comes soon
Indonesia’s current situation:
- Karhutla
- Gunung Meletus
- Keracunan MBG
- BBM langka
- Gas LPG 3 kg langka
- Krisis air bersih
- Pemadaman listrik bergilir
- KMP Virgo Transport 8 hilang kontak
How can you just avoid the bad news when we have to deal with all of this every single day
Gila yaa ternyata se-Indonesia lagi chaos.. Makassar gak ada bbm, Balikpapan pemadaman listrik gak berenti, Pontianak karhutla parah, dan aku baru sadar kalo Jawa ini bagaikan Capitol
ada tulisan cantik bgt, kira-kira isinya begini:
“semoga kamu selalu dipertemukan dengan seseorang yg dapat berbicara bahasa mu, sehingga kamu ga perlu menghabiskan waktu seumur hidup untuk menerjemahkan jiwamu..”
pelan-pelan Pak Anies, @aniesbaswedan. Soalnya banyak yang ketabrak ini 😭
"warga yang main hakim sendiri di jalanan bukan sedang menantang hukum, tapi sedang meniru. Mereka meniru cara republik ini memperlakukan aturannya sendiri.
boleh diubah kalau mengganggu kepentingan segelintir. Ditunda kalau merepotkan pengelola negara. Dilangkahi kalau tujuannya melanggengkan kuasa.
rakyat tidak belajar dari pidato yang menggelegar. Rakyat belajar dari keputusan-keputusan negara yang dipertontonkan setiap hari."
***
kutipan artikel opini beliau di Kompas hari ini. Sumber:
https://t.co/wX6IhvCMHo
tutorial ambil toga, ben ora kokean takok
1. dateng ke gor pancas dan temui petugas
2. sebut niu mu
3. cek barang yg kamu terima, ada 8 kalo cumlaude, dan 7 kalo tidak. topi toga milih sendiri (di belakangmu)
4. bawa tas sendiri, ugm ga nyediain tas
5. undangan jgn sampe ilang
Dulu kami kirim putra2 terbaik melalui Indonesia Mengajar dan Guru Garis Depan utk mengabdi ke pelosok sbg pengormatan thdp setiap jengkal wilayah NKRI.
Memberi stigma buruk pada Papua, Malut, dan daerah terluar NKRI sbg tujuan mutasi hukuman sama dgn menghukum daerahnya juga.
Saat masih kuliah di UGM, saya mendengar kabar seorang diplomat muda Indonesia di London berani tampil di BBC World Debate, berhadapan dgn diplomat senior Ramos Horta, di saat atmosfer internasional sedang menyudutkan Indonesia. Diplomat muda Indonesia itu tampil gemilang menjaga nama Indonesia tegak berwibawa. Di situlah pertama kali saya mendengar namanya: @dinopattidjalal.
Beberapa tahun kemudian, saat sedang menempuh progam PhD di Illinois, kami berjumpa langsung. Dino datang ke Chicago menjelaskan keadaan mahasiswa dan diaspora Indonesia pasca-9/11. Yg kami temui adalah diplomat muda yg cerdas, artikulatif, dan mampu menangani persoalan rumit dgn ketenangan diplomatik yg sulit ditiru.
Tahun 2012, sebagai Dubes di AS, Dino menggagas Kongres Diaspora Indonesia pertama di Los Angeles, mempertemukan diaspora dari seluruh dunia. Saya termasuk yg ia undang. Ia lalu mendirikan FPCI, komunitas kebijakan luar negeri terbesar dan berpengaruh, yg ikut melahirkan generasi diplomat baru, ujung tombak kita di panggung global.
Menguasai substansi, rekam jejaknya teruji, dan pengalaman memimpinnya luas. Itulah Dino. Karier diplomatiknya panjang dan ajeg, kecintaannya pada politik luar negeri Indonesia begitu dalam. Dino Patti Djalal, bukan karbitan jadi diplomat, bukan pula karbitan jadi pejabat.